
" anak ku nanti kalau sudah besar jangan kaya mami sama Oma ya , nanti harus ikuti jalan ninja ayah , Daddy, babe , papi , bapak , apa ya yang cocok " ucap irsyad membuat Naila hanya menatapnya kesal.
" hei bodoh , kenapa baru senang , apa Naila tidak memberi tahukan mu ?? tanya Oma.
" tidak, tadi dia malah memperlihatkan alat gak jelas itu " ucap Irsyad dengan bodoh nya.
" Oma mami , dia bodoh sekali , pas Naila belum bangun dia yang malah ke kamar mandi untuk tes alat nya pakai urine nya , Dia malah memohon kepadaku agar tidak di tes lagi karena menurutnya urine nya sudah mewakili urin ku , apa itu gak bodoh Oma mami dan lebih parah nya dia tidak tau gimana alat rest pack seperti apa jika hamil , aku sungguh pusing " ucap Naila membuat Oma dan mami nya tertawa berbahak-bahak.
" hahahahaha dia bukan cucu ku Naila ya " ucap Oma tertawa berbahak-bahak.
" dia juga bukan anak ku Naila hahahaha " ucap mami nya membuat irsyad sangat malu dan menyesal atas tindakan bodoh nya.
........
singkat cerita pagi harinya Naila dan Irsyad sudah siap untuk ke kantor , Walaupun Irsyad melarang Naila untuk berangkat tapi Naila tetap kekeh karena dia ingin mandiri dan membuat perusahaan ayah nya berkembang.
Irsyad sudah mengantar Naila sampai ke kantor nya , Naila masuk dan semua karyawan yang ada disana membungkuk untuk CEO barunya , banyak pujian dari para karyawan atas kecantikan CEO baru mereka , para karyawan laki laki pun sangat terpesona dengan ke anggunan Naila.
" Tuhan , berikan aku jodoh seperti dia " ucap salah satu karyawan laki laki.
" diam lah bodoh , nanti mampus kau kalau di dengar oleh nya " bisik temannya.
__ADS_1
Naila berjalan dengan senyuman ramah di depan para karyawan nya , walaupun Naila sedikit gugup tapi dia berusaha untuk menutupinya.
Ayah Naila sudah menunggu untuk memberikan Arahan apa saja yang akan di kerjakan oleh seorang CEO , Dan juga sekertaris ayah nya yang akan membantu Naila nantinya, Ayah Naila tidak mencari kan asisten untuk putri nya mengingat Irsyad yang akan mencarikan nya sendiri untuk sang Istri.
Naila yang baru pertama kali bekerja sebagai pengganti ayah nya sangat lelah , dia merebahkan tubuhnya di kursi nya seraya menatap luar jendela.
" aku kangen suami bodoh ku " gumam Naila tersenyum tipis.
Seseorang masuk tanpa mengetuk pintu yang membuat Naila kaget.
" Sayang apa kamu tidak makan , ini sudah tengah hari " ucap ayah nya.
" ayo makan bareng sama ayah aja , udah lama aku gak makan berdua dengan putri ku yang sudah bersuami dan sebentar lagi akan menjadi ibu " ucap Ayah nya tersenyum manis dan hanya di angguki oleh Naila.
Di restoran Naila dan ayah nya duduk menunggu pesanan mereka tiba tiba seseorang datang menyapa ayah nya.
" hai pak Gibran , apa kabar " sapa seseorang pemuda membuat Naila dan ayah nya menoleh ke sumber suara.
" wah pak Kenzo , apa kabar pak " sapa ayah Naila dan berdiri serta menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Alhamdulillah baik , gimana dengan pak Gibran ?? tanya balik Kenzo dengan sopan dan mata yang sedikit melirik ke arah Naila.
__ADS_1
" sama , saya juga baik , Perkenalkan itu Putri saya Naila " ucap ayah Naila.
Kenzo pun mengulurkan tangannya untuk saling berkenalan dan Naila pun menerima uluran tangan pak Kenzo.
" Naila "
" Kenzo "
" ayo gabung sama kita aja pak " ucap pak Gibran sopan.
" apa ndakpapa nih ?? tanya Kenzo dan hanya di angguki oleh ayah Naila.
" lagian kita sudah lama tidak berbincang-bincang" ucap ayah Naila.
" bagaimana sekarang perusahaan nya pak , apa udah ada perkembangan ?? tanya pak Kenzo.
" Alhamdulillah udah lumayan dan perusahaan saya sekarang sudah di ambil alih oleh putri saya " ucap pak Gibran sedikit tertawa kecil.
" saya jujur kaget mendengar nya , saya kira hanya gosip doang , ternyata sudah berganti CIO , maaf pak saya kurang info " ucap pak Kenzo
" ayah ngapain sih suruh dia disini , aku kan mau makan banyak , ahg perutku belum puas ayah " gumam Naila kesal karena dia malu untuk makan banyak.
__ADS_1