Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
kenyataan pahit


__ADS_3

"Kenapa kamu tega meninggalkan ku, bukan kah kamu pernah bilang tidak akan meninggalkan ku apapun yang terjadi, dan kamu juga bilang padaku mas jika kamu mana mungkin bisa pergi karena sudah mempunyai istri dan bentar lagi akan hadir malaikat kecil kita hiks....hiks..." ucap Naila dengan isakan tangis yang menjadi-jadi.


Naila melihat wajah pucat suaminya dengan air mata yang tambah mengalir deras, mengingat mereka bersatu karena di fitnah dan pada akhirnya mereka saling jatuh hati satu sama lain hingga akan segera mempunyai anak.


"Kamu kenapa jahat begini...hiks..hiks.." ucap Naila memeluk tubuh yang sudah kaku tersebut.


seseorang masuk dan yang ternyata adalah mami dan papi serta kedua orang tua nya.


"Sayang, kuatkan hati mu," ucap ibu Naila.


"Mana mungkin aku bisa kuat saat seperti ini Bu, aku tidak akan mau meninggalkan suami ku, aku akan tetap disini menemaninya," ucap Naila memeluk erat Suami nya.


"Nak, suami mu akan di bawa ke rumah dan akan di bawah ke tempat pengistirahatan terakhir serta selama lamanya nak," ucap mami Rin dengan suara lembut dan air matanya yang juga ikut menetes.


"Aku tidak mau," teriak Naila.


"Ayo nak, kita keluar," ucap ayah Naila.

__ADS_1


"Naila bilang tidak ya tidak, kenapa kalian semua jahat sama Naila hiks..hiks..." ucap Naila semakin histeris.


"Nak ingat kandungan mu, suami mu pasti bakalan sedih jika terjadi apa apa dengan dirimu dan anak mu," ucap papi Irsyad.


"Suami ku gak mungkin pergi kan Pi," ucap Naila kepada pak Andi, membuat papi Irsyad hanya diam dan air matanya yang di tahannya lolos seketika.


"Kenapa kalian sungguh tidak percaya, apa Naila harus mengatakan lagi janji yang telah mas Irsyad katakan, dia bilang gak bakalan ninggalin Naila dalam ke adaan apapun, karena dia sudah mempunyai istri dan calon anak hiks...hiks..hiks," ucap Naila menangis tersedu-sedu.


"Ayo nak, suami mu akan di bawah ke rumah terlebih dahulu," ucap mami Irsyad.


"Mana Oma, hanya Oma yang percaya padaku," ucap Naila.


Ayah Naila segera mengangkat putrinya untuk keluar membuat Naila berteriak histeris sambil memanggil nama suami nya, berharap suaminya membuka matanya dan memarahi kedua orang tua nya yang tidak percaya dengan omongannya.


"Ayah, Lepaskan, hiks..hiks.., Mas Irsyaddddd hiks..hiks.." Teriak Naila.


"Nai apa kamu baik baik saja,?" tanya Ciara.

__ADS_1


"Hanya mimpi," ucap Naila memijat keningnya.


"Suami ku mana,?" tanya Naila yang mengingat suaminya.


"Tadi saat kamu masih belum sadar, aku sudah tanyakan ke suster dan katanya kak Irsyad di ruang IGD," ucap Ciara.


Naila langsung turun dari kasur rumah sakit tersebut dan berlari ke luar.


"Naila, hati hati lah, kamu sedang mengandung," ucap Ciara tapi tidak di dengar kan oleh Naila.


Naila berlari dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya, saat matanya melihat ruang IGD dia dengan isakan tangis semakin deras berlari ke sana ingin menerobos tapi di tahan oleh perawat.


"Lepaskan, suamiku ada di dalam," teriak Naila menangis sejadi-jadinya.


"Kami tau, tapi suami anda sedang menjalani perawatan medis, jadi mohon untuk tidak menganggu dokter dan bisa mematuhi peraturan disini." ucap suster tersebut membuat Naila duduk di lantai dengan lemas.


Ciara datang dan membantu Naila berdiri berusaha menguatkan sahabatnya, meyakin kan sahabat nya bahwa suaminya akan baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2