Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
Pingsan lagi


__ADS_3

Naila berjalan masuk dengan pelan, langkahnya seakan berat untuk masuk, takut jika suaminya memang luka sangat parah.


Naila melihat suaminya semakin lebih dekat dan air matanya pun juga semakin mengalir deras, ia menutup mulutnya tidak percaya jika yang berada di atas sana adalah suaminya yang ditempeli oleh beberapa alat medis.


Naila melihat suaminya sangat tidak berdaya membuat dirinya ikut tak berdaya dengan semua ini, Naila memeluk suaminya dengan erat dan air mata yang sudah menetes di dada suaminya.


Terlihat wajah Irsyad dipenuhi oleh goresan kaca dan kepala yang di perban, beberapa bagian tubuhnya pun juga ada yang tertempel rapih oleh perban.


"Mas bangun hiks..hiks..kenapa kamu malah seperti ini, aku sangat sedih melihatmu seperti ini, apa kamu tidak menyayangi ku lagi, jika kamu menyayangiku bangun lah, apa kamu juga sudah melupakan anak kita,?" ucap Naila menggoyang pelan tubuh suaminya.


"Kamu jahat seperti ini hiks..hiks, jika kamu bangun sekarang juga aku akan lebih menurut padamu, aku akan berjanji, jadi bangun lah hiks.. hikss," ucap lagi Naila berharap suaminya bisa bangun tapi semuanya sia-sia, Irsyad tidak terlihat bergerak sama sekali.


"Anak kita membutuhkanmu Mas, jangan seperti ini hiks..hiks..hikss," ucap lagi Naila dan duduk lemas di lantai, kakinya sudah sangat lemas dan penglihatannya pun juga sudah mulai kabur.


Dia berusaha untuk berdiri namun sayang sekali, dia malah terjatuh di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Bu Afra yang sedari tadi menunggu bersama Oma dan Mami Rin serta sahabatnya Ciara menjadi khawatir, karena Naila belum keluar juga dan batas dia untuk menjenguk ke dalam sudah habis.


"Aku akan masuk Rin, aku takut jika terjadi apa-apa dengannya," ucap Bu Afra dan di angguki oleh mereka bertiga.

__ADS_1


Saat sudah menggunakan baju khusus, Bu Afra langsung masuk dengan cepat, matanya mencari-cari putrinya dan begitu kagetnya dia saat melihat Naila terbaring di lantai, dia kembali memanggil dokter, dia tidak mungkin bisa mengangkatnya sendiri.


ketiga perempuan yang mendengar teriakkan minta tolong Bu Afra ingin masuk tapi beberapa suster dan dokter langsung masuk dan salah satu suster pun menahan mereka agar tidak masuk dulu.


ketiga wanita yang menunggu di luar kembali sangat kaget saat Naila dibawa oleh dokter dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Kenapa jadi seperti ini ya tuhan," ucap Oma menghapus air matanya dan mengikuti kemana Naila akan dibawa.


"Apa kamu mencintaiku,?" tanya seseorang pria membuat wanita tersebut langsung memeluknya dengan wajah sangat malu.


"Humm, tidak tau," ucap perempuan tersebut yang tidak lain adalah Naila.


"Jika aku sudah tidak ada, kamu lah yang harus menjaga bayi kita, kamu harus menyayanginya seperti bagaimana kita saling menyayangi, bahkan kamu lebih harus bisa menyayangi nya," ucap Irsyad membuat Naila menganggukkan kepalanya.


"Kamu tidak boleh menangis lagi, kamu sangat jelek jika menangis, kamu harus berjanji padaku agar kamu tidak menangis apapun yang terjadi," ucap Irsyad dan kembali mendapat anggukan kepada dari Naila dengan senyuman manisnya.


"Kamu maunya mereka laki-laki atau perempuan,?" tanya Naila.


"Laki-laki dong biar mirip denganku," jawab Irsyad.

__ADS_1


"Tidak mau, mereka harus perempuan," ucap Naila.


"Kenapa kamu masih bertanya kalau begitu, dan bagaimana jika kita ambil jalan tengahnya," ucap Irsyad membuat Naila menatap nya penasaran.


"Satu laki-laki dan satu perempuan, jadi mereka kembar," ucap Irsyad membuat Naila tertawa.


"hahaha benar sekali," ucap Naila membuat Irsyad dengan gemesnya mencium beberapa kali istrinya.


Naila langsung berdiri dan berlari pergi agar suaminya mengejarnya, tapi saat dia menoleh ke belakang suaminya sudah tidak ada disana, dia terus mencari tapi tidak menemukannya, Naila berteriak sekeras mungkin tapi tidak mendapat jawaban lagi dari suaminya.


"Massss" teriak Naila dan sadar dari pingsannya.


"Naila, tenangkan pikiranmu nak," ucap Oma dan memeluknya.


"Mana suamiku," ucap Naila dengan mata yang tidak berkedip sama sekali.


Mimpinya sangat terasa nyata tadi, dia terus memikirkan hal tersebut.


"Sayang, Mami mohon agar kamu bisa tenang nak, kamu hampir saja kehilangan bayimu, apa kamu mau jika suamimu bangun dan bertanya dimana bayi mereka, namun semuanya sudah hilang," ucap Mami Rin ikut memeluk Naila agar dia bisa lebih tenang.

__ADS_1


__ADS_2