
Malam hari nya Irsyad dan Naila turun ke bawah menggunakan lift , Naila hanya bisa membulatkan matanya saat tau jika ada lift karena setau dirinya saat naik tadi mereka menggunakan tangga sampai ke lantai 3.
Mereka melihat Oma yang sudah menunggu di meja makan , Naila berjalan sedikit pincang karena ulah sang suami yang membela duren tanpa tau batas waktu.
Naila mengingat sesuatu yang di ucapkan oleh ibu nya saat makan bersama sang suami , Irsyad lebih dulu duduk diikuti oleh Naila
Naila dengan segera mengambil piring dan menaruh porsi yang cukup banyak membuat Irsyad menahan tawanya , Irsyad mengira jika makanan yang di tuangkan Naila adalah buat Naila sendiri tapi saat piring tersebut mendarat di depannya membuat Irsyad menoleh ke arah Naila dengan wajah syok
" ini punya siapa ?? tanya Irsyad gugup
" punya mu kak " jawab Naila tersenyum manis
" istri mu memang pengertian ya Irsyad , gak salah kalian menikah sangat serasi " ucap Oma tersenyum bahagia
__ADS_1
" iya kak , kak Irsyad harus makan banyak biar banyak tenaga dan tidak kekurangan gizi " ucap Naila
" kurang bertenaga seperti apa lagi ?? tanya Irsyad bengong
" sudah lah ayo kita makan , kalian dari tadi siang gak makan Lo " ucap Oma dan di angguki oleh Naila serta Irsyad yang hanya melihat puring nya
Keheningan terjadi saat suasana makan di rumah tersebut , Irsyad yang sudah kenyang mendorong pelan piring nya.
" kak ini belum stengah , sini biar Naila yang suap " ucap Naila langsung menyendok makanan di piring nya membuat Irsyad yang tidak mengetahui akal akalan Naila hanya bisa pasrah di suapi
" nah kan habis , sekarang kak Irsyad habisi makanan kak Irsyad yang kakak makan tadi makanan ku " ucap Naila tersenyum manis yang lagi lagi membuat Irsyad membulatkan matanya dan menoleh ke arah piring nya dan benar saja makanan nya masih sama seperti tadi tidak ada perubahan membuat Oma yang melihat nya tertawa berbahak-bahak
" awas keselek , nanti mati cepat " ucap Irsyad membuat seketika Oma nya berhenti tertawa dan menatap nya tajam
__ADS_1
" hei , cucu Durhaka , apa yang baru saja keluar dari mulut brengsek mu itu hah ?? tanya Oma nya dengan suara yang menakut kan
" anu Oma , ada cicak yang mati tadi digigit nyamuk " ucap Irsyad yang membuat Naila menahan tawanya
" dasar bodoh , tidak ada nyamuk yang berani dengan cicak , apa kamu tau jika cicak lah yang memburu mereka " ucap Oma nya
" Naila sayang , jangan ikuti sifat suami mu dan jaga calon anak kalian jika sudah ada , jangan sampai ngikut sifat suami mu , kamu tiap hari membayangkan laki laki yang baik dan tampan jika sudah hamil jangan suami mu " ucap Oma nya membuat Naila kembali merona merah entah mengapa dia mengingat kejadian tadi
" Oma tau kalau di kencrut satu ini habis menyiksa mu sampai kamu jalan seperti orang yang habis disunat " ucap Oma nya menunjuk wajah Irsyad yang hanya diam
" Oma " ucap Irsyad
" apa , mau mengelak , apa kamu tau jika Oma juga perempuan , Oma tau jika kamu habis mengambil keperawanan Naila jadi Oma mohon jangan sia siakan dia , kamu beruntung mendapatkan Naila , jika kamu berani menyakiti Naila , kamu akan Oma gantung seperti lampu di atas " ucap Oma nya membuat Irsyad hanya bisa menelan Salivnya kasar .
__ADS_1