
Seminggu telah berlalu Kini Irsyad pulang kembali ke kontrakan nya , Irsyad dan Naila belum sama sekali berbicara semenjak 1 Minggu yang lalu
" Jaga diri baik baik ya nak , ibu harus pulang , ayah mu dirumah sudah gak keurus gara gara ibu menjaga mu dirumah sakit siang dan malam " ucap ibu Naila bermaksud untuk menyindir Putri nya
" terimakasih Bu , saya sangat beruntung karena ada ibu yang menjaga saya " ucap Irsyad membuat Bu Afra hanya mengangguk tersenyum tipis lalu pergi
Didalam Rumah hanya ada keheningan , Irsyad yang bosan hendak berdiri tapi Naila langsung mengeluarkan suara
" kenapa kamu selalu mengambil hati ibu ku , dia bukan ibu mu , aku anak nya sudah seperti anak yang tak dikenal oleh mereka gara gara kak Reinan " ucap Naila
" jaga ucapan mu , aku tidak pernah mengambil hati ibu mu , ibu mu seperti itu karena ibu mu punya Rasa manusiawi " ucap Irsyad
" hah , apa yang barusan kamu ucapkan , itu sangat lucu bahkan sangat sangat lucu , aku sudah melihat mu mencuri hati ibu dan ayah , kamu hanya cukup berpura pura baik bukan dihadapan nya biar kamu dikira bisa melindungi ku dan kamu adalah suami yang baik bukan , sedangkan diriku hanya dipandang orang bodoh dihadapan ibu dan ayah " ucap Naila
" contoh nya saja aku tidak pernah mendengar mu bicara atau nelfon dengan kedua orang tua mu , walaupun aku belum tau apakah orang tua mu masih ada atau tidak , bukan kah itu kamu sama saja tidak menganggap kedua orang tua mu " lanjut Naila yang membuat Irsyad tiba tiba merasa panas , panas karena menahan rasa emosi nya
__ADS_1
" jangan pernah kamu cari tau informasi kedua orang tua ku , mereka masih hidup dan kamu salah besar mengucapkan hal seperti itu " ucap Irsyad pelan tapi sangat menusuk
Irsyad langsung pergi meninggalkan Naila yang mematung
......
pagi harinya kedua nya sudah berada di kampus , Reinan yang melihat istrinya sedang nongkrong bersama kedua sabatnya serta kekasih nya hanya lewat begitu saja tanpa menoleh ke arah mereka
Ciara yang melihat wajah suami nya Naila menjadi ikut geram dengan Naila berbeda dengan Adel yang tersenyum kecut melihat Tingkah Irsyad , Adel belum mengetahui jika orang suruhan nya sudah membongkar semua kelicikan nya
" Udah masuk aja Lo bro , di skors 2 Minggu tapi malah nambah hari libur lu bro " ucap Adit tapi tidak didengar kan oleh Irsyad yang tidak mau membuat masalah
" kok kamu yang sewot , apa jangan jangan kamu menyukai dia , apa kamu gak jijik dengan rambut dan brewok nya , dan apa kamu lihat baju nya hanya pakai pasar malam " ucap Adit
" Adit sudah " ucap Naila tegas
__ADS_1
" ohh ok , seperti nya kekasih ku gak mau melihat sahabat nya di hina oleh ku " ucap Adit
" jaga mulut mu Dit , aku tidak butuh perlindungan siapa siapa aku hanya butuh kejujuran seseorang tidak seperti dirimu yang seperti buah apel , terlihat bagus di luar tapi didalam isi nya hanya ada ulet yang menumpuk " ucap Ciara
" maksud mu berkata seperti itu apa hah ?? tanya Adit sudah geram
" bukan kah itu kenyataan Dit, kamu tidak bisa membohongi mata ku Dit " ucap Ciara tersenyum miring lalu pergi begitu saja
" tu anak kenapa sih " ucap Adit
" aku nyusul Ciara dulu ya Dit " ucap Naila
" Tunggu sayang , kenapa kamu Sekarang sangat aneh , dulu kamu sangat jarang memanggil ku dengan nama ku sendiri , tapi sekarang kenapa kata sayang sudah tidak pernah keluar ?? tanya Adit
" mungkin aku lupa Dit " ucap Naila
__ADS_1
" aku duluan " lanjut Naila langsung menyusul Ciara
" makanya kalau jadi laki laki itu kamu harus mengawasi pacar mu , siapa tau ada apa apa yang kamu tidak ketahui " ucap Adel ikut pergi