
Adegan pun semakin panas , persilatan lidah semakin menggila di taman bunga , mereka seperti sudah menguasai dunia nya sendiri hingga lupa dengan Tempat mereka sekarang ini.
" wah wah wah kalian sangat pandai menghancurkan bunga cantik ku " ucap Oma yang seketika membuat Irsyad dan Naila menghentikan persilatan lidah nya dan seketika berdiri memperbaiki baju nya.
Naila hanya bisa menunduk dengan wajah yang sangat malu, ingin Rasanya dia bersembunyi di lubang semut saat ini , dia tak sanggup menahan rasa malu nya , bagaimana bisa gak malu jika ketahuan seperti itu di tempat yang tidak seharusnya.
" kalian kalau mau bikin cucu ku di kamar lebih aman , jangan disini merusak bunga bungaku " ucap Oma yang semakin membuat Naila ingin sekali berlari sejauh mungkin.
" kami cuma berbaring mencium bunga Oma " jawab Irsyad datar tapi dia juga sangat malu , tapi dia masih bisa menyembunyikan wajah malunya .
" apa kamu pikir Oma bodoh , bagaimana mau mencium bungaku , bibir mu saja nempel di bibir Naila " jawab Oma nya
" Lupakan Oma , tidak baik bagi kesehatan Oma yang sudah tua " jawab Irsyad menarik tangan Naila untuk pergi dari sana
Naila hanya pasrah di tarik dia juga sebenarnya ingin sekali pergi dari hadapan Oma saat ini , dia sudah sangat malu tingkat tinggi.
__ADS_1
" Kenapa kak Irsyad mencium ku di tempat seperti itu , aku sangat malu ketahuan sama Oma kak " Ucap Naila dengan wajah yang masih merona merah
" kamu yang bikin aku seperti itu " jawab Irsyad
" kenapa salah ku kak , bukan kah kak Irsyad yang mencium ku dan seperti nya Ciara juga melihat nya kak , ahhhh aku malu sekali " ucap Naila
" apa kamu malu berciuman dengan ku , kalau begitu kamu ciuman sama kekasih mu sana , pasti kamu gak bakalan malu melainkan malah Sangat senang " ucap Irsyad dengan Datar melepaskan tangan Naila dan melangkah pergi
" loh kok jadi Adit kak , Naila bukan nya Malu jika kak Irsyad mencium ku tapi karena ketahuan di tempat yang gak pantas seperti tadi " ucap Naila sedikit berjalan cepat mengikuti suami nya
" jangan sebut nama itu dan jangan pernah kamu membelanya " ucap datar Irsyad
" kak maaf kan Naila kalau Naila bikin salah lagi " rengek Naila.
" kamu tidak salah " jawab singkat Irsyad
__ADS_1
" trus kenapa kak Irsyad berubah seperti yang dulu lagi satu menit lalu " ucap Naila
" entah lah ,pikir sendiri " jawab Irsyad dan secara kebetulan lift sudah terbuka membuat Irsyad keluar
Irsyad masuk ke kamar dan langsung bersandar di kepala kasur nya dengan wajah yang masih terlihat kesal.
Naila yang melihat nya pun hanya bisa meminta maaf tapi tidak ada jawaban dari suami nya yang hanya diam , jangan kan berbicara lagi menoleh saja ke istri nya tidak ada membuat Naila naik ke tempat tidur pas di hadapan Irsyad.
tanpa pikir panjang Naila melepaskan bajunya , pikiran nya hanya ini jalan satu satunya untuk membuat mood sang suami kembali lagi , dan Naila juga terlihat santai , buat apa lagi menyembunyikan nya sedangkan suami nya sudah menyentuh nya dan melihat semua bagian bagian terlarang nya.
Naila berdiri dan melepaskan celananya serta celana di bagian dalam membuat Irsyad hanya bisa menelan Salivnya kasar , dia tidak ingin terpancing dengan rayuan Naila , sekuat tenaga dia menahan rasa panas badannya
" lakukan lah kak , tapi maaf kan Naila " ucap Naila tapi masih tidak di hiraukan oleh Irsyad
Irsyad memasang wajah biasa biasa saja tapi Otong nya tak bisa di ajak kompromi.
__ADS_1
aku mau liat sampai mana tingkat mesum mu saat ini " gumam Irsyad
Naila melihat celana Irsyad yang sudah menonjol dibawa sana membuat Naila merasa takut dan ingin turun dari kasur untuk menghindari Otong , tapi langsung ditarik oleh suami nya dan bermain silat lidah dengan tangan yang sudah kemana mana.