Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
tersiksa lah kamu nak


__ADS_3

Ayah Irsyad menyuruh mereka agar tidak mempermasalahkan hal tersebut dia sudah berbincang dengan Irsyad barusan.


Oma sekuat tenaga berusaha untuk membuat cucu nya keceplosan mengapa dia marah , sedangkan keluarga nya tidak dihina.


"Ciara menanyaimu kabar barusan , dan katanya terimakasih telah membelanya tadi di sana " ucap Naila dengan polosnya di hadapan semua orang yang membuat Ezra keringat dingin.


"wahahhaha apa adik mu sudah belajar mencari pasangan Irsyad?? tanya Oma.


"Dia bahkan sudah berani menjemput dan mengajaknya makan , dan apa Oma tau yang mengobatinya tadi siapa? ucap Irsyad dan pastinya mereka menggelengkan kepalanya.


"Ciara, sahabat Istriku." ucap Irsyad yang membuat mami dan Oma tertawa.


"Kamu tidak sia sia datang kesini hahaha" ucap mami Rin.


"Naila, bantu adik ipar mu ini mendekati sahabat mu, Oma yakin sahabat mu pasti baik seperti mu." ucap Oma membuat Ezra semakin malu.


"Jika Ezra serius dan berjanji tidak main main padanya, aku akan senang hati membantu nya, dan kalau dia mau menuruti yang aku mau." ucap Naila.


"Apa kamu mendengar nya Ezra, itu adalah persyaratan sangat gampang." ucap mami Rin.


"Benarkah kak? tanya Ezra dengan mata membinar, sudah tidak mikirkan harga diri nya lagi karena sudah ketahuan.


Semua yang ada disana tersebut melihat wajah Ezra yang seketika terang menerang.


"Sering lah bawa sahabat mu kesini Naila, biar Ezra bisa mendekati nya." ucap Oma.


"Itu yang aku mau mami." jawab Ezra dengan cepat.

__ADS_1


"Ya Tuhan, dia benar benar serius." ucap Oma mengelus rambut cucu nya yang sering mengerjai nya.


"Apa tadi tadi kalian tidak serius? tanya Ezra dengan wajah polosnya.


"Kasihan dia, papi sudah lapar, mendingan kita semua sarapan dulu." ucap papi nya Irsyad dan di angguki oleh mereka.


Di meja makan Irsyad entah mengapa menjadi tidak berselera melihat makanan di depan nya, padahal makanan tersebut adalah menu favorit dia semuanya.


Setelah istrinya menuangkan nasi dan lauk ke piringnya, Irsyad langsung memakannya tapi belum sampai di tenggorokan rasa mual datang secara tiba tiba membuat nya segera berlari ke kamar mandi.


Semua yang ada disana bingung melihat Irsyad yang langsung berlari pergi.


"Dia kenapa? tanya Oma.


"Ntar, Naila akan mengikuti nya."ucap Naila dan bergegas mengejar sang suami yang bersikap aneh.


Tok


Tok


Tok


"Mas, apa kamu ada di dalam? ucap Naila sedikit berteriak.


Tidak ada jawaban dari dalam tapi terdengar suara seseorang seperti muntah.


"Mas, kamu baik baik saja kan? ucap lagi Naila yang sudah mulai khawatir.

__ADS_1


Tak lama pintu terbuka dan terlihat Irsyad keluar dengan wajah lemas dan pucat.


"Kamu kenapa, apa kamu sakit? pertanyaan bertubi-tubi di ajukan oleh Naila yang malah meneteskan air matanya disana.


"Kenapa kamu menangis, aku baik baik saja , aku mungkin hanya masuk angin." ucap Irsyad mengelus rambut istri nya.


"Kamu gak boleh sakit, aku gak mau," ucap Naila membuat Irsyad hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, tapi dia senang dengan kekhawatiran istri nya, yang berarti dia menyayangi nya.


Irsyad menghapus air mata istri nya dan mencium keningnya sekilas di depan kamar mandi tersebut.


"Tidak boleh nangis lagi apapun yang terjadi, ayo kita ke sama lagi, mereka pasti menunggu kita" ucap Irsyad dan di angguki oleh Naila tersenyum manis.


Saat tiba di meja makan, Maminya langsung bertanya apa yang terjadi dengannya tadi.


"Kamu tadi kenapa? tanya mami nya.


"Mungkin masuk angin Mi." jawab Irsyad langsung duduk kembali.


Irsyad hanya diam di sana tidak ada nafsu untuk makan saat ini, dia hanya memperhatikan Istrinya makan dengan lahap.


"Sayang, berikan piring mu" ucap Irsyad dan hanya di turuti oleh Naila, Naila menggeser piringnya ke suaminya, sedangkan Irsyad menaruh makanan yang baru di ambil sesuap tadi di depan sang istri.


"Kenapa kamu gak makan? tanya Naila yang baru menyadari nya.


"Aku mau makan ini" ucap Irsyad menunjuk ke bekas makanan istrinya membuat keluarga nya menatap Irsyad bingung.


"Apa bedanya mas, itu bekas ku loh, kamu makan ini aja masih banyak itu sisa sedikit," ucap Naila tapi Irsyad langsung memakannya.

__ADS_1


"Seperti nya dia mengalami nya Rin" ucap Oma dan hanya di angguki oleh mami Rin.


"Tersiksa lah kamu nak" ucap papinya pelan.


__ADS_2