Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
End eps


__ADS_3

singkat cerita Bulan ke bulan terlewati begitu saja, Naila sudah dipenuhi keringat dan air mata m, berbaring lemas di rumah sakit berjuang melahirkan anak mereka.


"Mas.. sakitttttt.." ucap Naila dengan air matanya yang mengalir.


Irsyad hanya bisa menumpahkan air matanya, dia tidak bisa apa-apa, tidak bisa menggantikan istri nya yang sedang berjuang untuk anak-anaknya.


"Tarik nafasnya ya Bu," pinta dokter.


"Hembuskan," ucap Dokter.


"Ahhgggggg.....!" teriak Naila berusaha mati-matian.


"Sekali lagi Bu."


"Ahhhhhggggg..!" teriak Naila lagi dengan tangan yang sudah kemana mana menarik rambut suaminya.


"Ahhhhhggggg..!" teriak Naila dan Irsyad bersamaan.


"Oek..oek..oek," tangisan bayi menggema disana.


"Wah, anak pertamanya laki-laki tuan ,nona," ucap Dokter membuat Naila tersenyum bahagia begitu pun dengan Irsyad yang tak henti-hentinya mencium kening Naila yang dipenuhi keringat.


tak lama rasa sakit dibawah sana kembali lagi membuat Naila kembali berteriak kesakitan.


"Bu, lakukan seperti tadi ya," ucap dokter.


"Tarik...Hembuskan..!" ucap Dokter membuat Naila mengeluarkan semua kemampuan dan kekuatan nya, mengeluarkan semua staminanya yang ia punya, satu hentakan saja baginya membuat anak kedua lahir.


"OEKK OEKK OEEK,"


"Anak keduanya perempuan Tuan Nona," ucap Dokter tersebut.


Setelah dimandikan, Naila lebih dulu memberikan Asi pertama nya untuk mereka.


"Apa aku boleh ikutan sayang,?" tanya Irsyad membuat Naila menatapnya tajam.


"Wow, seperti induk ayam," ucap Irsyad.


"Ganteng dan cantik kan sayang,?" tanya Naila dan di angguki oleh Irsyad.


Saat Naila dan bayinya pindah ke ruang rawat semua keluarganya berkumpul memperebutkan cucu pertama mereka.

__ADS_1


"Rin, berikan lah padaku lagi," ucap Bu Afra.


"Aku baru saja menggendong nya, kamu sudah lama tadi," ucap Mami Rin.


"Ayah, berikan padaku," pinta Bu Afra meminta bayi perempuan nya.


"Apa kalian lupa, jika Irsyad belum memberikannya nama," ucap Oma kesal karena dirinya tidak kebagian menggendong.


"Oma gendonglah Ezra, jangan marah seperti itu karena tidak menggendong bayi," ucap Ezra.


"Gendonglah pacarmu ini Ciara," ucap Oma.


"Oma, berhenti lah menggoda seperti itu," ucap Ezra kesal.


"Sayang berikan nama," ucap Naila.


"Reza dan Zera," ucap Ezra membuat mata mereka menatap Ezra.


"Baguskan, biar kembar dengan namaku" ucap Ezra.


"Ezra dan Ciara keknya bagus," saut Oma.


"Oma...!" ucap Ezra sungguh kesal.


"Hahaha yang artinya pagi dan soreh," ucap Ezra membuat Irsyad hanya menatapnya kesal.


"Fajar dan senja, nama yang bagus, bahkan nama itu sangat bagus dari pada nama Ezra," ucap Mami Rin.


"Ciara cepatlah menikah dengannya agar dia bisa berubah," ucap Oma.


"Oma sudahlah, kenapa bahas itu terus," ucap kesal Ezra.


"Kamu tidak perlu malu-malu, kamu laki bukan sih,?" ucap kesal Oma.


"Laki lah," saut Irsyad.


"kalau laki berani," ucap Pak Andi.


"Ciara mau kan kamu jadi istriku," ucap Ezra membuat mereka semua membulatkan matanya, menahan tawanya.


"Ciara jawablah," ucap Naila.

__ADS_1


"Maaf saya tidak tau," ucap Ciara menunduk malu.


"Wahahahahaha, kasihan," ucap Irsyad.


"Ciara ikutlah denganku," ucaoEzra langsung menarik tangan Ciara keluar, Ezra sungguh membuat mereka semua tidak habis pikir.


"Ciara apa kamu tidak punya rasa padaku, aku mencintaimu, sungguh," ucap Ezra pada intinya.


"Janganlah bercanda seperti ini," ucap Ciara ingin melangkah masuk.


"Ayo lah, aku tidak bercanda, jawab sekali saja kalau kamu tidak mau aku tidak akan mendekatimu lagi, janji," ucap Ezra.


"Kamu hanya akan mempermainkan ku seperti boneka," ucap Ciara.


"Sumpah, aku tidak akan melakukan hal gila seperti itu," ucap Ezra.


"Apa kamu benar-benar serius,?" tanya Ciara.


"Iya, apa perlu aku berteriak disini,?" tanya Ezra membuat Ciara langsung menggelengkan kepalanya cepat.


"Jadi apa jawaban mu,?" tanya lagi Ezra dan mendapat anggukan dari Ciara


"Aaahhggg.. ya tuhan, kamu baru saja membuatku hampir bunuh diri jika ditolak," ucap Ezra membuat Ciara hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.


Ezra masuk bergandengan tangan dengan Ciara membuat mereka hanya bisa terpenganga oleh nya, apalagi Ezra dengan pedenya memasang wajah penuh kesombongan serta Ciara yang menunduk malu.


"Apa apaan tanganmu,?" tanya Oma memukul tangan Ezra yang memegang tangan Ciara.


"Aku sudah pacaran dengan Ciara Oma," ucap Ezra dengan suara sombongnya membuat mereka kembali syok.


"Benar Ciara,?" tanya Oma dan di angguki oleh Ciara yang sudah merona merah.


mereka semua terdiam, melihat wajah sombong Ezra.


"Hahahaha, Halalkan segera, kamu sungguh tidak bisa di ajak becanda Ezra," ucap Pak Gibran.


"Aku sungguh ingin membuktikannya pada Oma," ucap Ezra.


"Sippp dah," ucap Irsyad.


"Kamu jangan main-main pada sahabatku, awas saja jika kamu berani-berani menyakitinya," ucap Naila.

__ADS_1


"Tenang saja Kakak ipar, aku bahkan akan membahagiakan nya lebih dari kak Irsyad ke kakak ipar," ucap Ezra.


TAMATTTTTT


__ADS_2