
Terimakasih atas doa kalian semua 🙏 , saya hanya bisa membalasnya dengan Doa agar kalian semua serta keluarga nya di beri kesehatan , aminnn🙏
Irsyad sudah duduk di meja makan bersama Oma nya , mereka sedang menunggu Naila turun untuk sarapan bersama sama.
tak lama Naila sudah datang dan menyapa Oma terlebih dahulu
" pagi Oma " sapa Naila sopan dan langsung duduk di samping sang suami yang menatap nya sinis
" sini kak , biarkan Naila yang menuangkan nasi untuk kak Irsyad " ucap Naila langsung menuangkan nasi sebanyak banyak nya ke piring Irsyad
" apa kamu sudah gila ?? bisik Irsyad dengan suara dingin
" astaga kak , ayo lah makan , kalau gak makan nanti sakit Lo" ucap Naila pura pura memarahi Suaminya didepan Oma
" mampus , siapa suruh bikin Naila yang imut selalu kesal dengan wajah datar mu , dan bikin Naila yang polos jadi sering berfikiran aneh " gumam Naila
" Irsyad, makan lah , hormati istri mu yang sudah baik menjadikan engkau Raja " ucap Oma
__ADS_1
" Iya , padahal , Naila hanya ingin kak Irsyad sehat dan bertenaga " ucap Naila pura pura sedih yang semakin membuat Irsyad ingin memakannya
" Irsyad kasihan istri mu , cepat makan " ucap Oma nya tegas dan dengan terpaksa Irsyad harus memakan porsi 3 orang tersebut.
di tengah mereka menikmati makan pagi nya , tiba tiba Oma bertanya kepada Naila
" Naila , Oma boleh tanya sesuatu ?? tanya Oma membuat Naila menghentikan aktivitas makan nya dan menoleh ke arah oma nya
" iya Oma " saut Naila
" Irsyad dengar juga " ucap Oma yang melihat Irsyad hanya fokus ke makanannya
" Kalian dengar baik baik , Kalian sudah menjadi suami istri dan semenjak kedatangan kalian disini Oma selalu mendengar kalian saling memanggil dengan nama , contoh nya Naila yang selalu memanggil cucu sialan ku dengan kak Irsyad , dan Irsyad memanggil Kamu Naila dengan sebutan nama saja , sebenarnya itu tidak enak didengar , bisa saja jika kalian di tempat umum , orang orang yang mendengar nya mengira jika kalian Adek kakak atau teman " ucap Oma
" hmm trus harus manggil apa , Naila mesum ?? ucap Irsyad tanpa Rem membuat Naila membulatkan matanya ke arah Irsyad
" Oma tidak tau , kalian yang menentukan sendiri tapi setelah ini jika Oma masih mendengar kalian saling memanggil hanya dengan nama , Oma akan menyuruh anak buah ku untuk menggantung kalian di tiang listrik " ucap Oma nya membuat Irsyad dan Naila hanya bisa menelan Salivnya kasar mengingat orang yang ada didepan rumah yang berbadan kekar dan tinggi.
__ADS_1
" hehehe nanti kami ubah Oma " ucap Naila yang sangat takut , dia tidak bisa membayangkan jika dirinya dan suaminya di gantung di tiang listrik
" apa yang kamu ucapkan bodoh " bisik Irsyad
" kamu yang bodoh , apa kamu mau jika Oma benar benar menggantung kita " bisik balik Naila
" tidak usah berbisik bisik , atau tidak Oma akan menyuruh kalian berdua menghabiskan semua makanan yang ada di meja ini " ucap lagi Oma dengan suara menyeramkan dan hanya fi angguki oleh Kedua suami istri tersebut dengan wajah panik nya
" Oma sudah selesai makan , dan Oma akan ikut bersama kalian jika sudah pulang , jadi oma tanya sekarang , kapan kalian berencana untuk pulang ke negara kita ?? tanya Oma membuat Naila hany bisa menoleh ke arah Irsyad meminta penjelasan.
" terserah Naila saja " jawab santai Irsyad yang membuat Naila dengan gugup menoleh ke arah oma
" besok Oma " ucap Naila tak tau harus bagaimana lagi
" satu Minggu lagi Oma " saut Irsyad yang membuat Naila kembali menoleh ke arah nya
" kenapa dia sangat menyebalkan ,dia yang meminta ku untuk menjawab dan kenapa dia malah ikut ikutan " gumam Naila
__ADS_1
" jadi yang benar besok atau 1 Minggu lagi dari sekarang ?? tanya Oma
" seminggu lagi Oma " jawab Irsyad membuat Oma menoleh ke arah Naila dan hanya fi angguki saja tanda setuju