Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
Rencana 2


__ADS_3

Pagi harinya Ciara sudah bersiap dengan Rencana nya , dia tidak ingin menunda kebahagiaan Sahabat nya Walaupun dirinya sendiri merasa sedikit sedih karena orang yang membuat nya pertama kali jatuh cinta sudah dimiliki oleh sahabat nya sendiri


Ciara sudah mengirimkan alamat dimana mereka akan bertemu nanti nya , dia hanya tinggal membangun kan Naila yang masih tidur pulas


" Naila bangun , sudah mau sore kamu mau sia siakan liburan mu di London buat Tidur " ucap Ciara membuat seketika Naila bangun dengan wajah kaget


" wahahahaha kamu kamu selalu gampang di bodoh bodoh kan , liat jam nya " ucap Ciara membuat Naila melihat jam dinding


" ihhhh ini masih pagi , aku ngantuk ,kemari. aku mabuk tapi gak mau cerita karena gengsi " ucap Naila


" kamu sama saja bohong Nai , kamu sudah cerita padaku barusan , sudah lah. sekarang kamu pergi mandi ganti baju dan aku akan memesankan makanan " ucap Ciara membuat Naila dengan wajah kesal nya bangun dari tempat tidur


tak lama Naila sudah berpakaian Rapih dengan semangat nya yang tak pernah pudar untuk jalan jalan


" kamu mau kemana Nai , rapih amat " ucap Ciara membuat seketika Naila berwajah masam


" loh , gak jadi jalan jalan Ciara ?? tanya Naila dengan wajah yang sudah cemberut


" hahaha baiklah ,tapi ayo kita sarapan dulu " ucap Ciara membuat Naila tersenyum manis ke arah nya

__ADS_1


mereka menikmati sarapan dengan Sangat lahap , seusai makan Naila kembali ngomel karena Ciara yang tak ada habisnya makan


" astaga Ciara kenapa kamu makan , lama sekali kaya siput , cepat lah , nanti pemandangan nya hilang " ucap Naila membuat Ciara hanya menggeleng kan kepalanya seraya mengunyah makanan yang masih ada didalam mulut


" Kok malah diam , cepat lah Cia " ucap Naila


" Naila kesabaran ku sudah habis , tutup mulut mu sebelum tulang ayam ini masuk duluan ke mulut mu yang cerewet itu , pemandangan tak akan hilang jadi sabar lah " ucap Ciara yang sudah sangat kesal dengan sikap Naila


" galak amat " ucap Naila ikut kesal


" kau yang bawel " ucap Ciara


" iya rempong " saut lagi Naila


.


Reinan mau tidak mau harus berangkat ke tempat dimana Ciara tentukan untuk bertemu , kalau saja Ciara tidak mengancamnya mana mungkin dia akan pergi


Reinan duduk di taman sambil mengotak Atik ponselnya

__ADS_1


" kenapa si Ciara itu belum datang , apa dia hany ingin membohongi ku " ucap Reinan pada dirinya sendiri , Reinan sangat membenci hal seperti ini , yaitu menunggu orang


Reinan ingin melangkah pergi tapi suara pesan masuk ke hp nya membuat nya kembali duduk dan mengecek nya ternyata pesan dari Ciara


" tunggu aku 30 menit lagi , jalanan macet " pesan dari Ciara yang kembali membuat Reinan hanya mendengus kesal


" apa perempuan memang seperti ini , aku sungguh di buat seperti babu nya , sialan " ucap Reinan bersandar di kursi panjang di taman tersebut


Reinan berdiri karena sudah merasa pegal duduk , Reinan hanya memandang anak anak yang sedang berkeliaran disana dengan tawa di wajah mereka


Ciara dan Naila sudah sampai ke taman tempat dimana Rencana Ciara beraksi


" loh kok ketaman sih Ciara , aku udah besar , aku bukan lagi anak kecil yang ingin bermain disini " ucap Naila


" kenapa kamu sangat bawel sekali , gak monyong tu mulut ngomel Mulu " ucap Ciara


" ayo kita ke tempat lain aja , kita hanya bisa lihat anak kecil disini " ucap Naila tapi Ciara lebih dulu menarik tangan nya


" diam dan ikut saja , jangan mengeluarkan suara sedikitpun " ucap Ciara tegas seraya menarik tangan Naila

__ADS_1


" kok narik narik sih Cia " ucap Naila


" aku bilang diam gak Nai " saut Ciara sangat kesal dengan Naila yang terus mengomel


__ADS_2