
Saat melihat Naila sudah tertidur pulas , mungkin karena perjalanan yang cukup jauh membuat Naila kelelahan , Ciara mengambil hp nya dan mencoba menghubungi Reinan , sebelum itu Ciara lebih dulu cari aman menjauh dari tempat Naila tidur
" mudah mudahan kak Reinan mau mengangkat telfon ku " ucap Ciara pada dirinya sendiri , meyakinkan dirinya untuk menelfon Reinan
Ciara dengan tangan gemetar mulai mengetik nama Reinan di ponsel nya , jari telunjuk nya seketika berat memencet tombol telfon ke Reinan
" kuatkan dirimu Ciara , Kak Reinan bukan milikmu , dia sudah menjadi milik Naila " ucap lagi Ciara pada Dirinya sendiri dan langsung memencet tombol untuk memanggil dengan mata yang tertutup
trutt
trutt
" ini siapa ?? tanya Reinan langsung dengan suara Datar nya
" aku Ciara kak " jawab Ciara gugup
__ADS_1
" owh , apa ada yang bisa saya bantu , dan jika tidak ada keperluan ,saya harap anda bisa mematikan nya , satu lagi jika anda menghubungi saya pastikan anda mempunyai info yang ingin kamu sampai kan kepada saya " ucap Reinan ketus yang membuat Ciara semakin dibuat bingung
" ehh plis kak jangan dimatikan " ucap Ciara dengan cepat
" apa yang kamu inginkan , jika sudah selesai dengan ucapan mu nanti aku akan langsung mematikan nya " ucap Reinan
" ti..tidak , aku mohon kak , jangan dimatikan sebentar paling lambat 3 menit deh " ucap Ciara
" aku matikan jika kamu belum membahas tentang dirimu yang menghubungi ku , sudah kubilang bukan saat itu kalau kita terakhir bicara hari ini " ucap Reinan
" oke kak ,tapi dengar dulu ya ,kak Reinan jangan matikan ya " ucap Ciara
" apa kita bisa ketemuan malam ini atau besok ?? tanya Ciara
" gak " jawab ketus dan dingin
__ADS_1
" ayo lah kak , anggap saja perpisahan dan selanjutnya aku gak akan mengganggumu , aku akan menghapus nomor mu " ucap Ciara
" aku tidak bisa , aku sibuk " ucap Reinan
" ayo lah kak , aku mohon , ini terakhir kalinya aku meminta bantuan padamu " ucap Ciara
" kamu punya telinga apa gak sih , aku bilang tidak ya tidak " ucap tegas Reinan
Ciara harus kembali mengancam Reinan untuk bisa bertemu dengan nya , Menurut nya ini jalan satu satu nya
" baiklah aku akan memberitahukan kepada Naila dan ibu nya , dan janjiku aku akan mengingkari nya sendiri , aku tidak main main dengan kata kata ku kak Reinan , tapi jika kamu mau bertemu dengan ku besok aku tidak akan menutup mulutku rapat rapat " ucap Ciara
" aku kirim alamat nya , datang lah jika kamu ingin membuat mulut ku tertutup rapat rapat tentang keberadaan mu saat ini , tapi jika kamu tidak datang aku akan memberitahu kan kepada ibu dan ayah Naila serta Naila , Ayah Naila pasti akan menyuruh orang suruhan nya untuk mencari mu kesini , aku tutup telfonnya " lanjut Ciara menutup telfonnya
" keras kepala amat sih tuh orang , mudah mudahan dia datang besok , aku tidak tau harus apa lagi jika dia tidak datang " ucap Ciara pada diri nya sendiri
__ADS_1
Ciara kembali masuk kedalam dan melihat Naila masih molor dengan nyenyak. Ciara meneteskan air mata nya melihat sahabatnya , entah mengapa dirinya ikut sedih saat melihat Naila sedih.
" mudah mudahan kamu dan kak Reinan bisa bahagia nantinya , aku sangat berharap kepada mu Nai , aku tau diri Nai, kak Reinan memilih mu dari pada diriku ini , aku akan ikut bahagia melihat mu bahagia dengan nya " gumam Ciara terus memandang wajah Naila yang terlelap