Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
makan bakso


__ADS_3

saat Erza sudah mengatakan semuanya Naila kembali menarik mangkok nya seakan-akan Naila melupakan semuanya dan langsung melahap bakso nya dengan begitu lahap.


" apa kamu tidak marah kakak ipar ?? tanya Erza.


" makan itu , harus habis sampai kuah nya " ucap Naila menunjuk ke arah mangkuk Erza.


" astaga kakak ipar ku yang cantik begitu baik , aku dengan senang hati memakan nya kak " ucap Erza dan hanya di balas dengan anggukan oleh Naila.


" kami juga makan lah mas " ucap Naila.


" tapi Naila....." ucapan Irsyad terpotong oleh tatapan tajam istri nya.


" ehh maksudnya , sayang ku aku gak suka...." ucapan Irsyad kembali terhenti saat melihat sang istri nya yang begitu mengerikan.


" baiklah aku akan memakan nya sayang " ucap Irsyad.


" apa apaan kau , cuma disuruh makan bakso aja takut " ucap Erza langsung melahap bakso nya.


" satu "


" dua "


" tiga " gumam Irsyad


" ahhg pedas " teriak Erza langsung meminum air nya.


" makan sampai habis, kasihan tukang bakso nya jika kalian sisa kan , tukang bakso nya capek capek buat masa kalian mau buang begitu saja , kan itu sama saja tidak menghargai orang lain " ucap Naila dengan santai nya.

__ADS_1


Irsyad perlahan demi perlahan memakan baksonya dengan kondisi wajah yang sudah dipenuhi oleh keringat begitu pun dengan Erza.


Air didepan mereka dengan cepat habis membuat Naila yang melihat nya langsung menusuk satu bakso suami nya dan memasukkan kedalam mulutnya.


" hmm enak kok mas " ucap Naila.


" pak air , air nya yang di teko sudah habis pak " ucap Erza dengan sekuat tenaga menahan rasa panas di lidah nya.


" cepat banget habis nya mas " ucap tukang bakso memberikan teko yang sudah diisi air.


" pak tambah dua bakso yang kaya mereka " ucap Naila yang membuat Erza dan Irsyad menelan Salivnya kasar.


" aku sudah kenyang kak ipar " ucap Erza seraya mengelap keringat nya.


" aku yang akan memakan nya " ucap Naila membuat Erza bernafas lega berbeda dengan Irsyad yang kaget mendengar ucapan istri nya.


" tapi aku mau memakannya " saut Naila.


" tapi sayang , kamu nanti kepedasan loh " ucap Irsyad.


" kau mau makan pokoknya titik " ucap Naila tegas yang membuat Irsyad diam.


" ternyata kak Irsyad bisa takut juga ya sama orang " ucap Erza cekikikan.


" diam lah kau bodoh " ucap Irsyad kesal.


tak lama pesanan Naila datang sedangkan Irsyad dan Erza sudah seperti tak bisa melanjutkan nya lagi , hanya ada kuah yang tersisa di mangkok mereka.

__ADS_1


" habisi kak Erza , tadi kan bilang nya siap " ucap Naila.


" tapi kak Ipar , lihat lah keringat ku , aku sudah tidak tahan dengan rasa pedas nya " ucap Erza.


" terserah mu saja yang penting baksonya habis " ucap Naila dan memulai memakan baksonya.


Irsyad dan Erza hanya bisa menatap Naila dengan mulut menganga melihat Naila yang makan bakso pedas tanpa reaksi apapun.


" apa itu gak pedas kak ipar ?? tanya Erza.


" tidak " saut Naila.


" mas , lap kan keringat ku " ucap Naila dan dengan segera Irsyad melakukan nya.


" sayang sudah ya , itu sangat pedas " ucap Irsyad tapi mendapat gelengan kepala dari sang istri.


" lihat lah keringat mu sayang , sudah mulai bercucuran lebih banyak " ucap lagi Irsyad tapi tidak di tanggapi oleh Naila.


dengan cepat satu mangkuk habis beserta kuah nya yang semakin membuat Erza menggeleng kan kepalanya merasa salut dnegan Naila.


mangkuk kedua kembali habis dengan begitu cepat yang membuat Irsyad dan Erza saling berpandangan merasa bingung dengan Naila yang tidak bereaksi seperti mereka hanya saja keringat Naila yang terus bercucuran.


' mau air " ucap Naila dan dengan cepat Irsyad menuangkan nya ke gelas.


" ahhg akhirnya aku kenyang " ucap Naila mengelus perutnya.


" apa porsi kakak ipar segitu , tapi kenapa kakak ipar badannya langsing dan sangat menawan " ucap Erza yang mendapat lemparan tisu yang sudah dibasahi oleh keringat Naila.

__ADS_1


" iya iya maaf " ucap Erza kesal.


__ADS_2