
satu Minggu berlalu, Irsyad dan Ezra sudah pulang ke rumah, senyuman manis terus terukir di wajah Naila memegang tangan suaminya, sangat bahagia.
Naila bersandar di lengan suaminya di tempat tidurnya yang sudah kosong semenjak Irsyad di rumah sakit.
"Sayang, nanti kalau anak kita sudah besar sifatnya tidak boleh seperti kamu, kamu selalu bikin khawatir," ucap Naila.
"Iya, terserah istri cantikku saja," ucap Irsyad.
"Aku kangen," bisik Naila.
"Aku juga," saut Irsyad tidak peka sama sekali.
"Ahhg...! Masss...!" rengek Naila.
"Mau permen,?" tanya Irsyad menahan tawanya.
Naila dengan wajah cemberutnya menatap suaminya.
"Kenapa wajah dipasang jelek seperti itu,?" tanya Irsyad mencium pipinya.
"Gak boleh cium," ucap kesal Naila tapi Irsyad malah menciumnya berkali-kali.
"Hahahaa aku geli," ucap Naila membuat Irsyad juga ikut tertawa.
Mereka kini membaringkan badannya, Naila terus memeluk suaminya.
"Sayang," panggil Naila.
"Humm.."
"Kenapa sih, cuek banget, gak perhatian, gak peka," ucap Naila kesal.
"Bilang dong, mau apa,?" tanya Irsyad.
"Otak mesummu sudah hilang kepentok ya sayang,?" tanya Naila membuat Irsyad tertawa kecil.
"Kamu mau,?" tanya Irsyad dan di angguki oleh Naila.
"Besok aku belikan ya," ucap Irsyad menahan tawanya membuat Naila sungguh sangat kesal, Naila melepaskan pelukannya dan membelakangi suaminya.
__ADS_1
Irsyad menarik tubuh istrinya membuat Naila berteriak.
"Ahhg, jangan sentuh aku ..!" ucap tegas Naila.
"Apa ada yang marah sayang,?" tanya Irsyad mengelus perut Naila.
"Tau," ucap kesal Naila.
"Massss, aku pengennnnnn..!" ucap tegas Naila langsung menindih suaminya.
Irsyad membulatkan matanya saat istrinya sudah seperti sangat buas, langsung menindihnya melepaskan bajunya.
"Kamu memperkosaku," ucap Irsyad tapi tidak di hiraukan oleh Naila.
Naila melepaskan pakaian yang ia kenakan.
"Ya sudah kalau tidak mau, jangan ganggu aku ya," ucap Naila.
Bagaimana tidak mau jika sudah seperti itu, Irsyad langsung menarik tubuh Istrinya lagi, menindihnya mer£mas payudara istrinya dan m£nyu$u seperti anak kecil disana, membuat Naila mengeluarkan suara d£$ahannya.
"Ahh.., dalam lagi mas," ucap Naila menekan kepa suaminya kebawah untuk memperdalam nya.
"AHHHG..!
"Mas, masukkan sekarang," ucap Naila sudah tidak tahan tapi Irsyad masih tidak melakukannya hanya jarinya saja yang bekerja dibawah sana.
"Hahaha punyamu besar," ucap Naila tertawa.
"Mau pegang,?" tanya Irsyad tapi dengan cepat Naila menggeleng kan kepalanya.
"Ahhgggggg...!
"Mas, aku mau keluar," ucap Naila di tenga d€$ahannya.
Irsyad melihat sesuatu dibawah sana melebarkan kaki Istri nya untuk memperjelas, Irsyad menggosok air kental dibawah sana hingga sisi lobang mengkilap seperti piring Mama lemon.
Irsyad memasukkan Buyung puyuh nya kedalam, membuat Naila mengeluarkan suara d£$ahannya yang semakin melirik indah ditelinga Irsyad.
Suara d£$ahan dan kasur serta suara benturan pakkk pakkk pakk, terdengar sangat indah, ini bisa menjadi karya bagi mereka, menciptakan lagu dan irama yang sangat bagus.
__ADS_1
suara lagu dan iringan musik nya terdengar seperti ini;
"Ahg..ahg...ahg...pakk..kruk..kruik...pakkk.ahg..ahg..pakk...kruik...pakk...kruik.."
penjelasan
ahg adalah D£$ahan
Pakkk adalah benturan Irsyad dan Naila.
kruik adalah bunyi kasur.
Dah author udah kasih penjelasan biar mengerti dan paham dengan lagu mereka.
sakit perut author ketawa nulis ini 😂😂
Di lain tempat Ezra sudah berada di gudang, walaupun dia baru pulang dari rumah sakit tapi dirinya masih sangat dendam pada Kenzo.
"HEI SIALANNNNN..." teriak Ezra langsung menendang wajah Kenzo.
Kenzo tidak bisa apa-apa, dia sungguh sangat lemas, dia sudah tidak bisa melakukan hal sekecil apapun sekarang.
"Kamu sungguh mengenaskan kawan," ucap Ezra dengan suara sinis.
"Tolong lepaskan aku," ucap Kenzo memohon.
"Bahkan kamu belum merasakan koma, sudah berani saja meminta dilepaskan,?" tanya Ezra.
"ampuni aku, aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap Kenzo.
"Apa mulut darimu itu bisa di percaya, iblis tidak akan taubat sebelum kamu membalas dendam bukan,?" tanya Ezra.
"Hei, bawa dia ke negeri yang jauh dari sini, negeri dia tidak bisa pulang," ucap Ezra.
"Paa tidak dibunuh saja tuan, saya siap mengotori tangan saya, saya akan sangat senang hati, dosanya saya akan tanggung sendiri," ucap Bawahannya.
"APa keluargamu yang pernah di bantai olehnya,?" tanya Ezra dan di angguki olehnya.
"Kamu tidak perlu membunuhnya, istrimu tidak akan senang melihatmu di alam sana, biarkan dia ke negeri yang jauh, dia akan menderita disana, dia sudah tidak punya apa-apa lagi, biarkan dia menikmati hidupnya dengan taubat," ucap Ezra dan di angguki olehnya.
__ADS_1