
setelah Naila puas memakan bakso mereka melanjutkan perjalanan nya untuk pulang ke rumah , Erza dengan Tabah harus menjadi supir untuk sepupu nya yang membuat nya kesal, bagaimana dia gak kesal irsyad dengan Entang nya menyuruh nya menyetir padahal dirinya masih sangat lelah dan masih kepedasan sedangkan irsyad bermesraan dibelakang bersama Istrinya.
" apa kamu baik baik saja setelah memakan bakso itu ?? tanya Irsyad mencium lembut pipi sang istri yang membuat Erza ingin sekali lompat dari mobil.
" aku baik baik saja kok , kapan kapan kita mampir lagi ya kesitu , baksonya sangat enak mas " ucap Naila dan hanya di angguki oleh irsyad walaupun sesungguhnya dia sudah tidak ingin pernah lagi mampir ke sana yang membuat nya hampir kebakaran.
" baju mu basah mas " ucap Naila membuat Irsyad hanya cengingisan.
" lepas baju nya mas " ucap lagi Naila dengan suara manjanya yang membuat Erza semakin dibuat pusing.
" oke , apa kamu ingin melihat otot ku sayang ?? tanya Irsyad dan hanya di angguki oleh Naila.
Irsyad melepaskan baju nya membuat Naila tersenyum senang , Naila langsung memeluk suami nya sambil mengendus endus bau badan suaminya , Irsyad merasa sangat geli oleh kelakuan sang istri.
" duh geli sayang " ucap Irsyad membuat Naila menatap nya tajam.
" apa kamu tidak ingin ku sentuh hah ?? tanya Naila tegas membuat irsyad dengan cepat menggeleng kan kepalanya.
Naila kembali mengendus endus tubuh suaminya yang membuat Irsyad hanya bisa menahan rasa geli nya.
__ADS_1
" apa Kakak ipar tidak berniat dengan tubuh ku , lihat baju ku juga basa kak ipar " ucap Erza membuat Naila dan Irsyad dengan bersamaan menatap Erza dengan tajam.
" angkat tangan mu mas " ucap Naila dan hanya di angguki oleh Irsyad.
Irsyad semakin dibuat geli saat istri nya sudah mengendus di bagian keteknya.
" kenapa ketek kak Irsyad bersih tidak ada bulunya , lihat ketek nya Naila kak bulu nya dikit " ucap Naila mau melepaskan bajunya hanya untuk melihat kan bulu ketek nya tapi Irsyad dengan cepat menahan nya.
" Astaga kak , kenapa ditahan , aku mau lihat bulu ketek kakak ipar " ucap Erza yang semakin dibuat tidak fokus.
" mau ku congkel mata mu , jangan macam macam , 10 detik saja kau tatap istri ku habis kau " ucap Irsyad tegas.
" tu dengar Erza jangan lihat lihat aku trus , dan Naila cuma mau bikin Erza ileran tadi mas " ucap Naila yang membuat Erza hanya bisa pasrah.
" fokus ke depan sialan , aku masih sayang nyawa dan istri ku " ucap Irsyad membuat Naila tersenyum manis.
" dengar Erza kata suami ku kan , kalau dia sayang sama aku " ucap Naila.
tak lama mereka sudah sampai di depan rumah utama , Erza dengan cepat turun dan berlari masuk karena sudah tak tahan dengan panas yang ada di dalam perut nya.
__ADS_1
Oma dan mami Rin yang melihat Erza datang berdiri ingin membuka tangannya untuk dipeluk oleh Erza yang berlari ke arah mereka , tapi ternyata Erza hanya menoleh sekilas ke arah nya dan melewati nya begitu saja.
" woi cucu sialan " teriak Oma.
" sabar Oma , mau eek dulu " teriak balik Erza.
tak lama Naila dan irsyad masuk , Irsyad masuk hanya telanjang dada sedangkan Naila masih di samping nya memeluk lengan nya manja.
" baju mu kemana Irsyad ?? tanya mami nya.
" di buang Naila " ucap Irsyad apa adanya.
" kenapa ?? tanya lagi mami nya Bingung.
" kak Irsyad bohong mami , kak Irsyad tadi menyuruh ku membuang nya karena basah " ucap Naila.
" loh kok bisa basah ?? tanya mami nya.
" tadi kak Irsyad makan bakso dan keringat nya banyak sekali sampai baju nya basa mami tapi Naila tidak hanya sedikit saja " ucap Naila.
__ADS_1