
semenjak saat dimana Adit mengetahui kebenaran nya , Adit sudah tidak pernah lagi ke kampus entah kemana dia sekarang.
Hari ke hari mereka lalui dengan sangat romantis oleh kedua pasangan yang baru di Landa cinta tersebut.
hingga 1 bulan berlalu kini Irsyad dan Naila sedang bersantai di ruang tamu tiba tiba papi Irsyad mendatangi mereka dan duduk di samping Irsyad.
" Irsyad , kamu kan sudah menikah dan kamu tau sendiri papi sudah semakin tua , papi sudah cepat lelah , nah ayah sudah memutuskan untuk memberikan mu perusahaan papi atau kamu yang akan menggantikan papi sebagai CEO disana " ucap ayah nya membuat Irsyad seketika menoleh dengan wajah kaget.
" kamu tidak sendirian disana , papi sudah memanggil sepupu kamu untuk datang dan menjadi asisten kamu " ucap lagi papi nya yang semakin membuat Irsyad kaget secara bertubi-tubi.
" hah , kenapa papi memanggil nya kesini , bukan kah ayah nya juga mempunyai perusahaan ?? tanya Irsyad.
" dia yang meminta ke papi dan papi hanya mengiyakan saja , lagian sepupu mu sangat rindu dengan mu , kalian sudah sangat lama tidak bertemu" ucap papi nya.
" tapi Irsyad belum siap bekerja seperti papi " ucap irsyad.
" papi tau selama ini kamu bekerja di perusahaan orang menjadi karyawan biasa dan bukan kah itu sudah salah satu skill dan lagian kamu juga sering dulu bantu papi di perusahaan" ucap pak Andi.
" apa kamu tega sama istri mu Irsyad , Naila juga butuh uang untuk keperluan nya , dan bagaimana kalau kamu seperti ini hanya di rumah doang " ucap papi nya yang membuat Irsyad menoleh ke arah Naila Yang hanya diam.
Irsyad batu menyadari hal tersebut , dia sudah menjadi seorang suami yang harus menafkahi istri nya , dia tidak mungkin bergantung kepada orang tua mereka.
" baiklah Pi , irsyad akan menerima tawaran papi " ucap Irsyad.
__ADS_1
" tiga hari lagi kita akan mengadakan pelantikan CIO baru , dan Tentunya itu adalah kamu jadi persiapkan diri mu baik baik " ucap papi nya yang hanya membuat Irsyad menoleh ke arah nya dengan ekspresi wajah syok, irsyad tidak bisa lagi berkata kata.
" pa..papi bukan kah itu sangat mendadak dan si anak cengeng itu juga belum datang ke sini " ucap Irsyad.
" dia sudah ada di rumah besok " ucap Papi nya.
" aku mengubah keputusan ku Pi " ucap Irsyad yang membuat ayah nya menatap nya Bingung.
" loh , kamu sudah setuju bukan tadi ?? tanya papi nya.
" aku memang sudah setuju tapi irsyad mempunyai satu permintaan saja , jika papi mengizinkan irsyad akan menerima tawaran jadi CIO " ucap Irsyad.
" baiklah katakan saja " saut papi nya.
" mami " panggil papi Irsyad sedikit berteriak.
" yok , apa " saut mami irsyad yang baru datang.
" Irsyad mau pisah rumah dengan kita mi " ucap papi Irsyad membuat mami nya dengan mata tajam menatap Putranya.
" apa kamu sudah bosan tinggal disini hah ?? tanya mami nya dengan suara yang menyeramkan.
" RINNNNN , MANA JANJI MU " teriak Oma yang baru menuruni anak tangga membuat mereka semua menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1
" aduh bu, Sabar lah " ucap Bu Rin.
" tunggu apa lagi , ayo mana memori nya " ucap Oma membuat mereka menatap kedua perempuan tua tersebut dengan wajah kebingungan.
" apa liat liat ?? tanya Oma ngeggas.
" Irsyad mau punya rumah sendiri Bu , jadi bagaimana pendapat ibu ?? tanya papi Irsyad.
" wah benarkah , Oma sangat setuju , cepat lah belikan rumah kepada cucu ku , mereka juga ingin belajar dengan keluarga mereka " ucap Oma tersenyum tipis.
" Hei Oma , kenapa Oma mengizinkan nya , mami tidak mau jika Irsyad pindah dari rumah lagi " ucap mami Rin.
" Rin diam lah , atau ku lakban mulut mu itu , biarkan mereka , apa kamu mau melihat anak anak mu seperti ini , mereka harus mandiri mulai dari sekarang " ucap Oma.
" iya mami benar yang dikatakan Oma " ucap Irsyad.
" Naila juga merasa seperti itu mami , Naila semenjak disini sudah jarang sekali memasak karena keduluan trus sama bibi , jadi Naila merasa tidak berguna di rumah ini Mi " ucap Naila.
" astaga sayang , kamu tidak usah berfikir sejauh itu " ucap mami Rin.
" baiklah papi akan menuruti permintaan kalian, dan kamu irsyad juga harus menerima tawaran papi " ucap pak Andi dan di angguki oleh Irsyad.
" mami belum setuju loh Pi " ucap Bu Rin.
__ADS_1
" Irsyad mana lakban Oma , biar ku lakban sampai jantung nya si Rin " ucap Oma kesal.