
Mereka sangat puas mengerjai Ezra hingga mereka sampai ke restoran dimana Naila berada kecuali Ezra yang merasa perjalanan mereka sangat lama.
Ezra hanya di mobil tak mau bergerak dan tak mau ikut ikutan masuk, bisa jadi nanti dirinya bisa kembali di buli oleh mereka apalagi ada Naila yang sudah beberapa kali membuat Ezra sangat kesal.
"Kenapa kamu gak turun?? tanya Irsyad.
"Aku ingin disini saja" jawab Ezra kesal.
" hahahaha jangan di masukkan hati, apa kamu gak mau lihat istri ku kaget saat aku datang dengan tiba tiba?? ucap Irsyad.
"Kesana aja sendiri" jawab Ezra.
"Kenapa kak ? tanya Ciara yang balik lagi menjumpai mereka.
"Anak kecil lagi merajuk"ucap Irsyad.
" Biarkan dia disini, ayo kita masuk saja, Dia pasti akan kaget dengan kehadiran kita, aku tidak memberi tahukan dia jika kamu yang akan menjadi asisten nya, karena aku......."ucapan Irsyad terhenti setelah matanya menangkap seseorang yang sangat dia kenal tertawa manis dengan seseorang.
Ciara yang bingung saat ucapan Irsyad terhenti menoleh ke arah wajah Irsyad dan melihat Irsyad menoleh ke arah dalam restoran.
__ADS_1
"Astaga Naila" gumam Ciara sangat panik.
"Mungkin kamu sebaiknya besok saja langsung ke perusahaan Naila, kita pulang saja sekarang, dan kamu tidak perlu cemas dengan hubungan kami, pasti semuanya baik baik saja, kamu cukup diam tidak usah memberitahukan apa apa kepadanya" ucap Irsyad langsung melangkah pergi membuat Ciara bingung harus apa.
Irsyad langsung naik ke mobilnya diikuti oleh Ciara membuat Ezra bingung apa yang terjadi kenapa Ciara masih ikut dengan mereka, apalagi melihat wajah Irsyad yang masam.
"Obrolan kalian sangat singkat, langsung selesai, apa kakak ipar tidak ada di dalam?? tanya Ezra yang mendapat lototan mata dari Ciara yang menandakan untuk diam.
Ezra tidak berani lagi bercanda untuk saat ini saat melihat wajah bosnya di cermin yang terlihat tidak baik baik saja.
setiap detik, setiap menit dalam perjalanan Ezra semakin bingung apa yang terjadi, di mobil tidak ada yang berani membuka suara.
"Aku akan naik transportasi online nanti" ucap Ciara.
"Antar Ciara dulu" ucap singkat dan dingin dari arah belakang.
Ciara tidak ingin lagi menolak melihat suasana yang tidak baik baik saja saat ini.
Singkat cerita Irsyad dan Ezra sudah pulang dari perusahaan tak lupa mereka menjemput Naila terlebih dahulu.
__ADS_1
Terlihat perempuan dengan wajah yang tersenyum manis mulai melangkah ke arah mobil mereka.
"Tumben sekali dia tidak turun untuk membukakan pintu buat kakak ipar" gumam Ezra.
Naila langsung Naik ke atas mobil dan menarik tangan suaminya lalu mencium nya.
"Lemas banget mas" ucap Naila bersandar di bahu suaminya yang hanya diam sedari tadi.
Ezra semakin bingung apa yang terjadi dengan bos nya , tumben sekali bosnya tidak bucin saat berduaan.
Irsyad memejamkan matanya untuk membuang pikiran negatif nya, Naila yang merasa gak mendengar suara suami nya sama sekali langsung menatap wajah Irsyad, Naila yang mengira suaminya tidur tidak mengganggunya , hanya diam mengotak Atik ponselnya.
Irsyad yang tidak tidur membuka matanya sebelah untuk mengintip apa yang dilakukan istrinya dan terlihat sedang membalas chatingan seseorang dan nama kontaknya tak asing bagi Irsyad.
" apa dia Kenzo yang di restoran tadi " gumam Irsyad.
Hati Irsyad seakan semakin sakit hati melihat istrinya yang membalas chatingan orang lain dengan lancar sedangkan dirinya hanya sesekali di kabari istri nya jika bekerja.
Tak lama mereka sudah sampai Irsyad lebih dulu keluar dan melangkah masuk tanpa mengeluarkan sepatah kata kepada Naila dan Ezra, bahkan Oma dan maminya yang menyapanya pun di hiraukan dan langsung naik ke atas.
__ADS_1