
Keputusan sudah bulat , Irsyad dalam jangka waktu 3 hari lagi akan menjadi CIO.
" jadi kapan ayah akan memenuhi persyaratan nya ?? tanya Irsyad.
" besok ayah akan menyuruh anak buah papi untuk mencari rumah yang pantas buat kamu dan Naila " saut papi nya.
" kalau bisa papi , tidak perlu mewah dan luas , cukup sederhana saja " ucap Naila yang membuat papi Irsyad hanya tersenyum manis ke arah nya.
" Ibu dan ayah Naila akan kesini " ucap mami Rin membuat mereka kembali menoleh ke arah nya.
" ada perlu apa ibu sama ayah kesini mi ?? tanya Naila.
" entah lah mungkin mereka kangen sama kamu Nai , dan katanya mereka sudah dekat " ucap Bu Rin.
tak lama bel rumah berbunyi yang membuat Naila dengan senang berlari ke arah pintu diikuti oleh keluarga Irsyad.
Naila membuka pintu dan melihat ibu dan ayah nya yang dia rindukan dengan cepat Naila langsung memeluk ibu nya serta ayah nya secara bergantian.
" Naila kangen " ucap Naila.
" baru satu Minggu gak ketemu juga " ucap ibu nya yang membuat wajah Naila cemberut.
" lihat putri mu yah, dia terlihat lebih terurus hahaha " ucap ibu nya yang semakin membuat Naila sangkal.
__ADS_1
" karena yang rawat aku Afra " ucap Bu Rin yang abru tiba.
" ehh Rin " ucap ibu Naila dan melangkah memeluk sahabat lamanya tersebut.
" kamu kenapa peluk aku seenak nya , aku gak mau ketularan kulit mu yang sudah keriput hahaha " ucap Rin yang membuat Bu Afra melepaskan nya dengan wajah kesal.
" Apa kamu baru saja menyindir ku Rin sialan ?? ucap Oma membuat Bu Rin bersembunyi dibelakang Bu Afra.
" halo nyonya , apa kabar " ucap Bu Afra sopan dan menyalim Oma.
" Alhamdulillah sehat , kamu sangat cantik persis dengan Cucuku Naila " ucap Oma.
" cantikan juga aku Oma " ucap Bu Rin.
" apa kabar pak " ucap pak Ghibran menjulurkan tangannya ke arah pak Andi.
" saya baik baik saja , bagaimana dengan anda haha " ucap Pak Andi menerima juluran tangan pak Ghibran.
" apa kabar Nyonya " ucap pak Ghibran menjulurkan lagi tangan nya ke arah oma saat selesai bersaliman dengan pak Andi.
" sehat " saut Oma menerima juluran tangan pak Ghibran.
" Bu Rin " sapa pak Ghibran sopan lagi bersaliman dengan Bu Rin.
__ADS_1
" pak Andi , apa istri mu tidak meracuni mu selama ini " ucap Bu Afra menyalim pak Andi.
" hahaha kalian memang cocok , sama sama manusia aneh " ucap Pak Andi tertawa renyah.
" mantu ku kelupaan " ucap Bu Afra memeluk Irsyad.
" kamu semakin berisi sekarang nak " ucap Bu Afra melepaskan pelukannya.
" Gimana Putri ku Irsyad , apa dia gak bandel ?? tanya Pak Andi ikut memeluk Irsyad sesudah istri nya.
" aman saja kok yah " saut Irsyad tersenyum sopan.
" ayo masuk " ucap Oma dan di angguki oleh mereka semua.
Kini mereka berkumpul di ruang tamu , mereka mengobrol dengan tawa disudut bibir mereka yang terus terukir, tapi seketika serius saat ayah Naila ingin berbicara hal yang penting.
" pak Andi , Bu Rin saya ingin berbicara hal yang serius tentang anak anak kita " ucap pak Ghibran.
" katakan saja pak " saut pak Andi santai.
" maksud kedatangan kami kesini memang ingin silaturahmi tapi kami juga bertujuan untuk meminta izin kepada pak Andi dan Bu Rin , saya sudah memutuskan untuk memberikan perusahaan saya kepada Irsyad , saya sudah seperti tidak mampu lagi , saya sudah lumayan tua haha " ucap Pak Andi yang membuat Irsyad kaget bukan main.
"
__ADS_1