
Keesokan harinya, Naila yang tidur di samping suaminya bangun, dia langsung menoleh ke samping berharap suaminya sudah bangun duluan, namun sayangnya Irsyad belum membuka matanya.
Naila kembali menoleh ke arah Ezra yang sudah duduk meminum air putih.
"Pagi kak," sapa Ezra dan hanya di angguki oleh Naila.
Naila beranjak dari tempat tidur nya, melangkah ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Ezra menatap Irsyad, mengamati Irsyad dari tempat tidurnya, ia melihat ada yang berbeda dari Irsyad saat ini membuatnya sangat penasaran.
"Hei apa kamu sudah sadar kak,?" tanya Ezra dari tempatnya.
"Diam lah, badanku sakit semua," ucap Irsyad membuat Ezra membulatkan matanya, Ezra langsung tertawa.
"Hahahaha kenapa ku tidak mati saja," ucap Ezra membuat Irsyad membuka matanya menatap Ezra.
Irsyad Bingung melihat Ezra yang juga di infus, dia tidak memperhatikannya saat dia sudah sadar tadi subuh.
"Kamu kenapa,?" tanya Irsyad.
"Biasalah, ditinggal janda jadi masuk rumah sakit juga hahaha," ucap Ezra membuat Irsyad menatapnya kesal.
"Diam lah, jangan beritahu istriku kalau aku sudah sadar," ucap Irsyad langsung kembali pada posisinya dan menutup matanya, Ezra hanya membulatkan matanya.
"Apa dia sudah gila, bagaimana mungkin dia seperti itu," gumam Ezra.
__ADS_1
Naila keluar dari kamar mandi melangkah ke arah Ezra lebih dulu.
"Apa ada tamu,?" tanya Naila dan mendapat gelengan kepala dari Ezra.
"Kamu bicara dengan siapa tadi, aku mendengarnya kamu sedang tertawa dan ngobrol,?" tanya Naila.
"Aku nelfon," ucap Ezra benar-benar menuruti Irsyad.
"Makan lah sendiri mulai sekarang, kamu sudah baikan," ucap Naila membuat Ezra cengengesan.
"Apa dia mendekati istriku dengan pura pura sakit agar di suapi," gumam Irsyad sangat geram.
"Aku tidak menyukai bubur ini, rasanya hanya asin," ucap Ezra.
"Makanlah biar cepat sembuh," ucap Naila tegas membuat Ezra mau tidak mau harus memakan bubur rumah sakit lagi.
"Sayang, kamu sungguh lama sekali tidur," ucap Naila membuat Irsyad menjawab mengira jika Naila sudah tau jika dia tadi subuh sudah bangun dari pingsan panjangnya.
"Apa kamu sudah tau kalau aku sudah sadar,?" tanya Irsyad dengan wajah kagetnya membuat Naila kaget bukan main, menatap suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia segera memeluk suaminya dengan air mata yang tak terbendung sedangkan Ezra hanya menahan tawanya melihat bosnya yang sudah gila menurutnya.
"Aku kangen mas hiks..hiks..kenapa kamu jahat hiks..hiks.. membuatku khawatir tiap waktu hiks..hiks.." ucap Aila dengan tangisan pecahnya.
"Maafkan aku," ucap Irsyad pelan membalas pelukan istrinya.
Bubur yang sangat tidak di suka Ezra kini habis seketika, Ezra seperti menonton sinetron dan juga merasa seperti nyamuk disana, membuatnya tanpa sadar menghabisi bubur nya.
__ADS_1
"Bisa kah aku pindah kamar,?" tanya Ezra tapi dihiraukan oleh kedua pasangan tersebut.
Naila sangat lama melepaskan pelukannya, Naila menatap suaminya dengan air mata yang masih mengalir, Irsyad tersenyum ke arahnya dan menghapus air mata Istri dengan menggunakan kedua jempolnya, memegang pipi istrinya dan menariknya pelan untuk mencium keningnya.
"Ahhg, sialan, aku harus benar-benar pergi," gumam Ezra.
Naila tersenyum hangat dan kembali memeluknya sangat merindukan suaminya.
"Jangan buat aku khawatir lagi," ucap Naila dengan suara manjanya.
"Tidak akan," ucap Irsyad.
"Kakak ipar, peluklah aku, aku juga tidak akan meninggalkan mu," ucap Ezra membuat Irsyad menatapnya tajam.
"Tidak jadi, lagian aku sudah dipeluk sama kakak ipar juga kemarin," ucap Ezra dengan suara songongnya.
"Kenapa kamu memeluk manusia satu itu,?" tanya Irsyad.
"Aku hanya senang karena dia baru sadar juga," ucap Naila masih memeluk suaminya.
"Dia hanya pura-pura sakit, agar dia bisa mendapatkan simpatimu," ucap Irsyad.
"Lihatlah belakang ku, bolong di tikam pisau," ucap kesal Ezra membuat Irsyad menatapnya dengan serius.
"Siapa yang melakukannya,?" tanya Irsyad.
__ADS_1
"Ceritanya panjang, aku mau tidur lagi," ucap Ezra membuat Irsyad hanya bisa menelan rasa penasarannya.