
Setelah selesai membeli makanan mereka langsung pulang ke Perusahaan Naila diikuti kedua orang yang menjadi nyamuk.
Naila dan Irsyad masuk ke ruangan CIO meninggalkan mereka berdua, tapi sebelum menutup pintu Irsyad menyuruh Ezra untuk menunggu nya sebentar dan hanya di angguki oleh senyuman manis karena ini kesempatan nya untuk berdua dengan Ciara.
Naila keluar dari dalam dan memberikan sebagian makan nya kepada Ciara dan Ezra , dia lupa untuk memberikan nya tadi setelah itu dia kembali masuk.
"Kenapa kita tidak di suruh masuk? tanya Ezra ingin menerobos masuk tapi di tahan oleh Ciara.
"Diam lah dan temani aku saja disini memakan, makanan ini " ucap Ciara dan membuat Ezra sangat ingin terbang di udara.
Didalam sana Naila yang sedang sibuk mengunyah makanan nya tidak memperdulikan suaminya sama sekali, yang ada di pikiran nya hanya makanan.
"Apa cuma segini saja pasilitas mu disini sayang.? tanya Irsyad dan di angguki oleh Naila yang terus mengunyah.
"Hufh, aku akan mempersiapkan kasur empuk di sini tapi sebaiknya kita rubah saja ruangan CIO ini , disini hanya ada pintu masuk dan pintu ke toilet tidak ada ruangan khusus kamar" ucap Irsyad.
"Tidak, aku kalau lelah bisa tidur disini kok" jawab Naila.
"huaaa kenyang " ucap Naila mengelus perutnya.
__ADS_1
Irsyad membereskan sampah yang ada disana dan memasukkan nya kedalam tempat sampah.
"Kemari lah, aku akan membersihkan mulut mu itu, kamu makan seperti anak kecil." ucap Irsyad dan dengan senyuman manis Naila menurutinya.
Irsyad dengan cepat menarik tubuh istri nya dan menindih nya di sofa, Irsyad langsung m£lum4t bibi istri nya lembut membuat Naila kaget dengan suaminya yang tiba tiba menyerang nya.
"Apa yang kamu lakukan" ucap Naila dengan nafas ngos-ngosan saat ciuman panas itu lepas.
"Aku kesini karena kamu memintanya bukan, dan melakukan nya di sofa sini" ucap Irsyad kembali melanjutkan aksinya.
Naila sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi untuk hari ini , dia tidak menyangka suaminya benar benar datang hanya karena dirinya bercanda.
"Kalau begitu, saya panggil bos dulu ya, kami sudah meninggalkan kantor sudah cukup lama "Ucap Ezra.
"Apa kamu yakin akan masuk ?? tanya Ciara dan di angguki dengan santai oleh Ezra.
"Ayo temani aku " ucap Ezra langsung menarik tangan Ciara.
"Tapi..." ucapan Ciara terhenti saat pintu langsung dibuka oleh Ezra tanpa mengetok nya lebih dulu , mereka berdua sangat kaget dan keringat dingin melihat suasana adegan didalam sana , beruntung adegan belum terlalu jauh , yang mereka berdua lihat hanya adegan ciuman dengan posisi Naila yang sudah di bawah.
__ADS_1
Ciara refleks menarik kembali tangan Ezra dan menutup ruangan tersebut.
"Apa benar yang ku lihat barusan , owh Oma mata cucu mu sudah tercemari oleh kedua CIO itu" ucap Ezra tak sanggup mengatur nafasnya begitu pun dengan Ciara yang keringat dingin.
"Kenapa kamu masuk sembarangan Ezra, setidaknya ketok dulu" ucap kesal Ciara.
"Aku lupa " jawab singkat Ezra seraya mengatur nafasnya.
Didalam sana Naila dengan wajah kesalnya mendorong sang suami dan memperbaiki bajunya ingin bersembunyi di bawah meja , dia sungguh malu saat ini.
Irsyad dengan santai nya , menahan sang istri dan kembali menindih nya.
"Ahhhg mas, jangan lakukan itu disini , bagaimana dengan harga diriku , aku sungguh malu di hadapan mereka berdua nantinya.
"Ssstt diam lah, mereka sudah mengetahui jika kita sudah menikah , dan mereka pasti akan menjaga pintu, aku malas untuk berjalan ke sana membuka nya" ucap Irsyad.
"Ada remote " ucap Naila menunjuknya membuat Irsyad melakukan nya.
Suara membahana di dalam ruangan tersebut yang membuat Ciara dan Ezra yang di luar hanya bisa menelan salivnya kasar berusaha tidak mendengar nya.
__ADS_1