Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
kasus kenzo


__ADS_3

Setelah mendengar kabar Ezra sadar dengan buru-buru Oma dan kedua orang tua Irsyad ke rumah sakit begitu pun dengan Bu Afra sedangkan ayah Naila masih sibuk mengurus perusahaan dan kasus ini.


Dia melihat sekeliling nya seperti gudang yang sudah lama di tinggalkan dan saat ia menoleh dia kaget melihat bawahannya yang masih tidur dengan wajah bonyok mereka.


Kenzo merasa badannya sangat sakit semua, ia mengingat kejadian tadi malam, rahangnya kembali mengeras tapi senyuman liciknya terukir saat kembali mengingat jika sepupu Irsyad terkena sayat pisau.


"Dia tidak mungkin selamat," Teriak Kenzo.


Beberapa orang masuk membuat Kenzo menatap mereka dengan tajam dan mata yang seperti melihat mangsa, tapi dia tidak bisa apa-apa, tangannya dan kakinya diikat sangat erat, bahkan ada borgol sebagai tambahan tali di tangannya.


"LEPASKAN PECUNDANGGG..!" teriak Kenzo dengan sangat nyaring ke arah mereka.


BUKK..


BUK..


dua kali tinjuan dengan keras melayang di pipinya, membuatnya hanya tersenyum kecut ke arah mereka.


"CUIH.!" Kenzo meluda ke arah mereka.


BUKK..


BUKK..


BUKK...


Beberapa tinjuan melayang begitu saja, membuatnya sudah sangat tidak berdaya, badannya semuanya sangat lemas seketika.

__ADS_1


"Lepaskan aku..," ucap Kenzo dengan suara yang sangat lemas.


"Anda akan mati membusuk disini, sungguh kasihan sekali hidup anda tuan, apa anda masih mengingat anak buah mu yang pernah kamu siksa hingga membunuh keluargaku, aku hanya melakukan kesalahan dalam tugas ku tapi kamu sungguh berhati iblis dan berhati malaikat didepan orang-orang," ucap bawahan Papi Irsyad.


"Aku bahkan bisa membunuhmu sekarang juga, tapi aku masih setia dengan perintah yang diberikan oleh bosku," ucap nya dengan suara tanpa rasa takut sama sekali dan meludahi wajah Kenzo.


"Biarkan dia, dia akan merasakan siksa dunia ini, dia akan merasakan bila berani macam-macam dengan tuan kami," ucap salah satu di antara mereka.


"Kalian hanya pengawal rendahan, hidup hanya di jadikan babu oleh orang lain, apa kalian tidak sadar dengan diri kalian huh,?" tanya Kenzo tersenyum kecut ke arah mereka.


"Kamu bahkan akan lebih rendahan dari pada kami, perusahaannya mu sudah tidak ada lagi, sudah di rampas begitu saja bahkan sangat mudah bagi tuan kami menyitanya," ucap lagi salah satu dari mereka tersenyum licik ke arah Kenzo.


"APA....! TIDAKK...! TIDAK MUNGKINNNNN...!" teriak Kenzo.


"Kamu sudah mengenalku bukan, dan bagaimana dengan dia, orang suruhan mu yang sangat kamu percaya menjadi mata-mata, dia bahkan mata-mata dari keluarga Tuan Andi,?" tanya lagi orang yang berjongkok ke depannya, orang yang sangat mempunyai dendam padanya.


"Hahahaha, kamu bahkan sudah mulai putus asa, bagaimana jika keluargamu juga dibunuh, mungkin kamu akan ikut bunuh diri sekarang," ucap orang itu lagi.


"Jangan, aku mohon jangan, JANGANN..! JANGAN SAKITI MEREKA," ucap Kenzo.


"Kamu bahkan mengikuti apa yang aku ucapkan saat kamu mengancam ku seperti itu, bahkan kamu benar-benar melakukannya dengan sangat tega, Istriku yang tidak bersalah kamu bunuh dengan tega, KAMU BAHKAN MEMPERKOSNYA SILANNNNNN...!, kamu sungguh IBLISSS..!" ucap pria tersebut.


Teman mereka mendatangi mereka, membuat orang suruhan Pak Andi langsung berdiri menghapus air matanya, mengingat istrinya yang baru saja ia nikahi di bunuh dengan tega oleh Kenzo dan bawahan lainnya.


"Jalankan tugas sesuai yang di perintahkan, sebentar lagi Pak Gibran akan tiba kesini," ucap mereka membuat Kenzo menatap mereka dengan tatapan penuh harap ke Pak Gibran.


"Kalian akan menyesal telah melakukannya seperti ini, Pak Gibran akan datang menyelamatkan ku," ucap Kenzo.

__ADS_1


"HEI APA KAMU SUDAH GILA, APA KAMU TIDAK INGAT SIAPA ORANG YANG IKUT MENANGKAP IBLIS SEPERTI MU TADI MALAM..!" teriak orang bawahan pak Andi sungguh sangat kesal.


Orang suruhan pak Kenzo semuanya tidak berani bangun, mereka hanya pura-pura pingsan, mereka mendengar Bos mereka sudah di hajar habis-habisan tadi.


Tak lama seseorang datang, membuat mereka memberikan jalan kepadanya, dan menunduk tanda hormat mereka walaupun bos mereka adalah pak Andi, tapi pak Gibran bagi mereka sudah tidak bisa dibedakan dengan pak Andi.


Kenzo tersenyum ke arah pak Gibran yang semakin mendekat ke arahnya, dengan penuh percaya diri dia memperlihatkan senyumannya, dia tidak ingat jika pak Gibran juga ikut tadi malam, dia hanya mengingat sepupu Irsyad yang tertusuk oleh pisau.


Pak Gibran berjongkok didepannya menyetarakan tinggi badannya dengan Kenzo yang terduduk dengan malang.


"Tolong lepaskan ini pak da.....," ucapan Kenzo terhenti oleh tinjuan yang melayang keras di pipinya.


Orang suruhan pak Andi tersenyum kecut ke arahnya melihat kepercayaan dirinya.


"Apa yang kamu lakukan,?" tanya Kenzo.


"AKU YANG SEHARUSNYA BERTANYA SEPERTI ITU.!" ucap pak Gibran dengan nada keras ke arahnya.


"Aku mencintai anakmu, dan aku yang harus memilikinya," ucap Kenzo seperti didunia ini hanya dia manusia yang berkuasa.


BUKKK.. tinjuan kembali melayang dengan keras.


"Anakku sudah menikah, dan walaupun begitu aku bahkan tidak akan rela jika anakku menikah dengan orang bajingan seperti mu," ucap pak Gibran.


"Mati lah disini, anakku menderita karena mu," ucap pak Gibran berdiri.


"Hahahaha, apa dia mati,?" tanya Kenzo dengan tawanya yang sungguh sangat puas.

__ADS_1


"Kamu yang akan mati," ucap pak Gibran dan melangkah pergi.


__ADS_2