
Naila pulang belanja dengan wajah sangat kesal apalagi saat masuk ke dalam rumah dan melihat Reinan yang sudah tertidur di sofa
" kok tidur , kan perjanjian nya aku yang beli dan dia yang masak ,kenapa dia malah molor " ucap Naila terduduk lemas di lantai
" kak Reinan kerjain aku , kak Reina sialan " ucap Naila
Naila dengan kesal mulai melangkah ke Dapur dan mulai memasak
Reinan yang hanya pura pura tidur tadi langsung keluar rumah dan tertawa di luar sana , dia sudah tidak sanggup mendengar ocehan Naila
Naila memasak dengan ocehan yang masih ada di mulut nya , menggerutu ki Suaminya yang nyebelin
" Kak Reinan , kurang ajar , liat saja besok kamu akan ku tumis besok " ucap Naila
" Untung dia kasih aku banyak uang kalau gak dia sudah ku sunat seperti wortel ini " ucap Naila sambil mengiris iris wortel
" ahh ke supermarket capek capek , ini dia malah asli molor , kalau saja mulut nya nanti terbuka aku akan memasukkan wortel ini kedalam mulutnya " ucap Naila
Setelah selesai memasak Naila membawa ke meja dimana Suami nya Tidur dan melihat suaminya yang masih molor , tadi Reinan Langsung masuk lagi saat sudah mendengar suara kompor dimatikan
__ADS_1
" ihhh liat saja besok kamu akan ku cincang sampai kulit mu itu lepas " ucap Naila
Naila menaruh makanan nya dan pergi ke Kamar Mandi sedari tadi dia ingin buang air kecil tapi jika meninggal kan masakan nya takut gosong membuat nya harus menahan nya
Reinan dengan cepat duduk saat mengetahui jika Naila sudah pergi , Dengan lihai Reinan makan dengan sangat cepat agar tidak ketahuan istri nya
Naila yang baru keluar WC dan melangkah ke arah tempat makanan nya berada menjadi sangat kaget dan bingung
" makanan ku kok habis " ucap Naila dengan bodoh nya , piring Naila hanya terlihat butiran butiran Nasi yang masih tertinggal
" siapa yang makan , apa ada kucing , tapi gak mungkin kucing bisa makan sayur " ucap Naila dan menoleh ke arah Suami nya
Naila kehabisan kata kata saat melihat tenggorokan Reinan yang masih terlihat menelan sesuatu dan bibir nya yang meninggal kan jejak nasi
Reinan yang mendengar nya hanya bisa menelan Salivnya kasar , dia masih kekeh pura pura tidur karena menurut nya istrinya menuduh kucing bukan dirinya
" ya Allah selamatkan lah nyawaku " gumam Reinan
karena melihat suami nya masih belum membuka mata membuat Naila dengan segera berlari ke arah kamar mandi dan mengambil air satu gayung
__ADS_1
byurr
Naila menyiram wajah Reinan yang mana Refleks membuat Reinan lompat dari sofa
" Banjir " teriak Reinan dengan kuda kuda silat nya
Naila yang melihat nya ingin sekali tertawa tapi dia menahan nya , dia ingin membalas perbuatan suami nya
" gak ada banjir , dan emang kalau ada banjir kamu mau silat make kuda kuda seperti itu , dasar kucing garong gak tau diri " ucap Naila
" apa maksud mu ,aku tidak mengerti , dan sejak kapan kamu pulang , apa bahannya sudah siap aku akan memasak " ucap Reinan pura pura tidak tau
" basi " ucap Naila kesal
" kamu kenapa sih , datang datang siram orang yang lagi tidur , apa kamu tau tadi jika aku sudah dalam mimpiku bersama wanita Cantik dan sangat baik tidak seperti dirimu " ucap Reinan
" hello , apa kamu masih waras dan apa kamu masih ingin pura pura sampai obat obatan itu membuat mu mati ditempat " ucap Naila yang seketika membuat wajah Reinan terlihat panik
" cepat kamu masakan aku makanan , nanti aku akan memberikan obat buat mencegah dirimu mati ditempat " ucap Naila duduk dengan Santai nya
__ADS_1
" hehe baiklah , akan ku laksanakan dengan senang hati , awas kamu bohong , aku masih ingin hidup " ucap Reinan dan hanya di angguki oleh Naila
" sialan gue ketangkap basah , lebih basa lagi kalau sudah seperti ini disiram kaya tanaman " gumam Reinan