
Suara membahana di dalam ruangan tersebut yang membuat Ciara dan Ezra yang di luar hanya bisa menelan salivnya kasar berusaha tidak mendengar nya.
Ezra yang sudah tidak tahan langsung berpamitan kepada Ciara untuk ke perusahaan lebih dulu tapi Ciara menahannya.
"Aku akan ke perusahaan lebih dulu, karena tidak baik jika disana kosong" ucap Ezra mencari alasan.
"Tolong jangan tinggalkan aku disini sendiri, di perusahaan mu ramai kok karyawannya yah, pliss " ucap Ciara memohon, tidak mungkin dirinya pergi dari sana takut jika seseorang masuk jika tidak ada yang menjaga.
Ezra pun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Ciara , Ezra duduk dan mengambil ponselnya lalu memutar lagu full volume.
"Kamu pintar juga " ucap Ciara yang tidak kepikiran sama sekali.
Sejam berlalu membuat mereka berdua seperti orang bodoh disana, tapi sang bos belum juga keluar , dan suara yang membuat mereka merasa panas dingin pun sudah tidak ada membuat Ezra mematikan lagunya dan turun dari kursi untuk berbaring di lantai.
"Kenapa badan ku seakan lelah tanpa bekerja" ucap Ezra.
"Apa yang kamu lakukan tidur disitu Ezra? tanya Ciara tidak menyangka orang yang berasal dari keluarga terpandang melakukan hal tersebut.
"Tidak ada salahnya, aku bahkan pernah tidur di kursi panjang di taman semalaman karena di usir dari rumah" jawab Ezra yang membuat Ciara ingin mengetahui cerita mengapa dia tidur di taman tapi dia tidak enak hati bertanya membuat nya hanya mengangguk-angguk saja.
Seseorang datang dari arah yang terdengar berisik, Ezra duduk di lantai melihat ke arah satpam dan staf yang tadi berusaha menahan seseorang laki laki.
"Kenapa kalian membuat keributan disini?? tanya Ezra dengan wajah memelas.
"Maaf pak , kami sudah berusaha untuk menahan nya tapi dia langsung menerobos masuk, sekali lagi kami minta maaf ,tapi....." ucapan staf tersebut terpotong oleh Laki laki tersebut.
"Aku baru saja datang ke sini kemarin bagaimana mungkin kalian langsung menyuruh ku untuk meminta izin segala , dan saya ada keperluan dengan Bu Naila untuk membahas pekerjaan" ucap Pak Kenzo membuat Ezra dengan wajah yang sangat kesal berdiri, dia sudah kesal melihat adegan dan di berikan bonus suara serta menunggu di sana seperti orang bodoh.
__ADS_1
"Jika itu peraturan nya anda harus mematuhi nya " ucap Ezra.
"Benar pak , peraturan kami sudah berubah mulai tadi pagi , dan saya mohon agar anda keluar dari sini , hormati kami sebagai karyawan disini"ucap Ciara.
"Kalian kebawah lah, jalan kan tugas kalian " ucap Ezra yang semakin pusing melihat orang yang sempat juga membuat nya kesal tadi di bawah saat baru datang.
"Apa yang kamu katakan, Apa kamu karyawan baru disini hah, dari mana kamu mendapat kata kata itu jika seorang CIO seperti saya harus menghormati karyawan kecil seperti kalian ini" ucap Laki laki tersebut tersenyum kecut.
"Awas biarkan aku masuk, banyak yang harus aku urus dengan CIO mu " ucap laki laki tersebut melangkah maju tapi Ezra dengan tampang dingin sudah berdiri di hadapannya.
"Apa telinga dan otak mu sudah rusak, biarpun anda CIO atau apapun , saya tidak peduli dan saya hanya peduli pada anda jika kamu pergi dari sini dengan sopan" ucap Ezra.
" kamu ngomong apa kumur kumur dan kamu siapa memakiku seperti itu hah? kamu saja hanya seorang pembantu, bahkan tadi aku melihat mu tidur disini , apa kamu di usir dan menumpang untuk tidur disini ?? tanya laki laki tersebut.
"Silahkan anda keluar pak, jangan membuat kerusuhan disini, jika anda memang ingin membahas kerja sama, anda harusnya mendapatkan izin dari Bos kami dan tidak berperilaku seperti tidak berpendidikan." ucap Ciara tegas.
Perkelahian pun terjadi membuat Ciara berteriak untuk meminta tolong, Ezra yang sudah sangat emosi mendengar ucapan laki laki yang berani berkata yang tidak di inginkan nya, dia tidak mempermasalahkan jika dirinya yang di maki tapi wanita di sana yang membuat nya entah mengapa di bakar api emosi.
Ezra membabi buta memukul laki laki tersebut hingga Irsyad keluar dari ruangan dengan rambut yang masih sedikit basah.
" Ezraaa " teriak Irsyad tapi tidak di dengar kan oleh Ezra yang sudah di kuasai amarah.
Irsyad berlari ke sana dan menarik Ezra , Ezra memberontak tapi Ciara langsung berdiri di depannya membuat Ezra luluh seketika.
"Apa yang terjadi" ucap Naila yang baru datang dengan rambut yang belum sempat ia keringkan karena mendengar keributan di luar.
"Pak Kenzo " ucap Naila ingin membantu nya berdiri tapi dia melihat wajah suaminya yang mulai ikut memerah.
__ADS_1
"Kenapa seperti ini , apa yang terjadi sebenarnya? tanya Naila.
Kenzo berusaha bangun memegang lengannya yang sakit akibat terlempar ke kursi.
"Dia sudah bersuami Kenzo, kamu tidak perlu lagi mengejar nya, dan suaminya adalah aku" ucap Irsyad membuat Kenzo sangat kaget bukan main
"Masuklah " lanjut Irsyad kepada istrinya.
" ta.." ucapan Naila terpotong saat melihat tatapan suaminya yang begitu tajam ke arah nya.
Naila hanya menurut untuk masuk ke dalam.
"Aku bahkan tidak menerima informasi dari mu jika kamu sudah menikah, apa kamu bermaksud untuk menghalangi ku lagi?? tanya Kenzo.
" ahhgggg " teriak Ezra melepaskan diri nya dari Irsyad dan menerjang Kenzo.
Irsyad kembali menarik nya dengan sekuat tenaga dia tau bagaimana sifat sepupunya jika sudah sangat marah , tapi itu seperti langkah karena Ezra hanya akan marah jika ada orang yang di sayangi di jelekkan oleh orang lain contohnya keluarga.
" stopp Ezra " teriak Irsyad.
" Bagaimana aku bisa diam melihat nya yang tidak tau diri menjelekan orang , dan aku sangat tidak suka dengan orang seperti nya , kau sangat muak " ucap Ezra dengan suara tinggi nya dan rahang yang sudah sangat mengeras.
"Lepaskan " ucap Ezra dengan suara yang pelan namun sangat dingin , Irsyad yang sudah tau jika Ezra sudah merubah suara nya melepaskan nya.
Ciara memegang tangan Ezra takut jika Ezra melakukan hal gila lagi.
"jika perusahaan mu masih ingin berjalan pulang lah , jangan macam macam lagi dengan istri ku apalagi jika kamu berniat menjatuhkan maka lihat lah dirimu akan jatuh lebih dalam lagi , walaupun aku baru remisi jadi CIO tapi kamu tau bagaimana dengan sifat ku kan ? ucap Irsyad membuat Kenzo hanya bisa diam dan pergi dari sana.
__ADS_1
"aku tidak menyangka Ezra seperti ini jika marah " gumam Ciara.