
Sudah dua Minggu Irsyad mual mual, membuat Naila tidak tau harus berbuat apa kepada suaminya, di lain sisi suaminya sangat pemalas jarang mandi dan malas untuk berangkat ke kantor, Irsyad hanya mengisi sebagian waktunya hanya dengan tidur, Ezra yang harus menjalin perusahaan sendiri dua Minggu terakhir ini.
Saat ini Irsyad baru bangun tidur dan langsung ke dapur mencari makanan, Oma yang melihatnya mendekati nya.
"Kamu nyari apaan,?" tanya Oma.
"Mau makan, lapar," saut Irsyad.
"Kamu belum mandi ya,? tanya Oma dan hanya di angguki lelah Irsyad.
"Ya Tuhan, cepat mandi dan berangkat kerja, kasihan Ezra sendiri disana," pinta Oma.
"Aku gak enak badan," ucap Irsyad mencari alasan.
Irsyad teringat oleh istri nya yang sudah berangkat bekerja membuat niatnya untuk makan batal seketika, Irsyad berlari lagi ke atas untuk mandi dan berangkat ke kantor istri nya.
Tak lama Irsyad turun dengan pakaian rapih, membuat Oma tersenyum ke arah nya.
"Nah gitu dong, kerja," ucap Oma dan hanya di angguki oleh Irsyad.
Irsyad melajukan mobilnya ke arah kantor Naila dan terlihat ada truk yang melintas dengan tiba tiba di depannya, seketika Irsyad panik harus dan membelokkan mobilnya ke arah yang lain, mobil yang di Kendarainya berguling di jalan raya tersebut.
Darah segar mengalir dengan sangat cepat di wajahnya, bajunya bajunya sudah di tetesi satu per satu oleh darah segar hingga baju yang putih tadi sudah mulai berubah warnah.
Kesadaran Irsyad masih terhitung stengah, di pikiran Irsyad hanya ada Istri dan anaknya saat ini.
"Sayang," ucap Irsyad dengan suara yang di paksakan, katanya terarah pada ponselnya yang sudah retak di bawa sana, membuat nya dengan tangan yang sudah berat mulai memaksakan untuk mengambil nya.
Irsyad bisa meraih ponselnya dan dengan segera dia menghubungi istri nya , penglihatan nya sudah mulai kabur tapi dia berusaha untuk tidak tertidur, namun apa lah dayanya dia juga manusia biasa.
__ADS_1
terdengar suara dalam ponsel tersebut namun sudah tidak ada jawaban dari Irsyad.
"Halo mas," ucap Naila.
"Mas, apa kamu mual mual lagi,?" tanya lagi istri nya tapi tidak ada sautan.
"Mas, kamu baik baik saja kan,?" tanya Naila lagi.
Ponsel nya Irsyad kembali jatuh ke bawah yang sudah di pegang nya tadi, yang seketika membuat ponsel tersebut mati daya.
Naila merasa tidak enak saat ini, dia menelepon lagi suaminya tapi hp nya tidak aktif.
"Apa yang terjadi,?" gumam Naila.
Di suatu tempat seseorang terlihat habis menerima telepon, senyuman puas terukir di wajah nya yang licik.
"Aku tidak pernah gagal dalam hal apapun hahhaha," teriak orang tersebut sangat bahagia entah kenapa.
"Halo mami," ucap Naila.
"Iya sayang, kenapa,?" tanya mami Rin.
"Apa suami ku masih tidur di atas, tadi dia menelfon ku tapi dia tidak berbicara," ucap Naila.
"Entar mami naik dulu ke atas, Mami dari tadi tidak melihat nya," ucap mami.
Terdengar suara Oma di dalam sana yang bertanya kepada mami Rin.
"Halo sayang, kata Oma barusan berangkat bekerja." ucap Mami Rin.
__ADS_1
"Owh, baiklah mi, terimakasih, Naila mau nelfon Ezra dulu ya mi" ucap Naila.
"oke sayang," ucap mami Rin dan ponsel pun dimatikan.
Naila yang sudah gelisah tidak sengaja menyenggol meja nya yang membuat foto nya dan Suami nya jatuh, Irsyad menaruh foto tersebut seminggu yang lalu saat dia mual mual dan manja kepada Naila, hingga dia selalu datang ke perusahaan Naila.
"Ya ampun," ucap Naila panik jika suaminya marah saat datang ke kantor nya dan melihat foto mereka sudah hancur.
"Mudah mudahan mas ke kantor nya, aku pasti akan di makannya nanti jika melihat ini," ucap Naila.
Naila kembali mengingat Ezra, Naila dengan segera menelfon Ezra untuk mengetahui suaminya sudah sampai atau belum.
"Halo kakak ipar, kenapa kamu menelfon ku, apa kamu kangen dengan ku,?" seribu pertanyaan yang keluar dari mulut Ezra.
"Apa suamiku ada di sana,?" tanya Naila.
"Tidak ada, mana mungkin bos sialan itu datang, dia membebaniku pekerjaan sebanyak ini," ucap Ezra membuat Naila langsung mematikan ponselnya.
"Gawat, dia pasti kesini," ucap Naila langsung membersihkan pecahan kaca tersebut.
Ciara masuk dan melihat Naila yang sedang memungut sesuatu di lantai.
"Kamu ngapain,?" tanya Ciara yang membuat Naila kaget dan menyenggol meja hingga ponselnya yang di letakkan di meja kembali jatuh.
"Ahg, aku kaget Cia, dan aduh ponsel yang di belikan suamiku retak, habis aku di makan 2 kali," ucap Naila.
"Kenapa aku sangat sial hari ini," ucap Naila duduk bersandar di mejanya yang kembali membuat meja tersebut terdorong hingga laptop dan vas bunga yang ada di atas ikutan jatuh.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi, kenapa semua barang ku yang di hadiah kan oleh suami ku jatuh, aku habis di makan 5 kali jika dia datang ahhgg," ucap Naila membuat Ciara hanya diam mematung.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau ya Nai, tangan mu yang melakukan semuanya," ucap Cia tidak ingin ikut ikutan.