Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
pak Kenzo datang


__ADS_3

Seusai makan bakso, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka setelah membayar nya, tak lama mereka pun sudah sampai ke rumah utama.


Naila masuk dengan sangat riang, diikuti oleh kedua laki laki yang hanya terlihat kalem.


"Oma, mami kami sudah pulang " teriak Ezra.


"Emangnya Oma peduli" saut Oma yang sedang menonton tv.


"Jahat amat" ucap Ezra.


"Gimana disana sayang, gak terlalu lelah kan , kamu harus jaga kondisi kamu biar cicit Oma baik baik saja, dan jangan lupa makan yang sehat biar ibu nya juga ikut sehat"ucap Oma berdiri dan memeluk Naila.


"Iya Oma"saut Naila.


"Kalau mereka berdua macam macam kasih tau Oma" lanjut Oma dan di angguki oleh mereka berdua.


"Anak mami sudah pulang" ucap mami Rin yang baru muncul dari arah dapur.


"kak sebaiknya kita ke kamar duluan saja, percuma kita disini, kita gak di anggap"ucap Ezra dan di angguki oleh irsyad.


"Ntar kak, gimana kalau kita main PS" ucap Ezra .


"Hayuk lah, yang kalah bayar"ucap irsyad dan di angguki oleh Ezra.


mereka berdua langsung berlari meninggalkan ketiga perempuan tersebut sebelum mereka di larang.


"Kenapa mereka akur kalau disini"ucap Naila.

__ADS_1


"Mereka itu memang seperti itu sejak kecil, Irsyad sebenarnya sangat menyayangi Ezra tapi dia tidak ingin memperlihatkan kasih sayangnya kepada Ezra, begitu pun dengan ku, aku tidak mau Ezra terlalu manja."ucap Oma dan di angguk-angguki oleh Naila.


" kalau begitu Naila ke kamar dulu ya Oma,mami " ucap Naila dan di angguki mereka berdua.


Naila berdiri menatap keluar jendela, melihat bangunan yang berjejeran dan beda jauh dengan tempat dia Sekarang.


"Aku sangat beruntung bisa hidup seperti ini, dan aku sangat ingin jika suatu saat nanti anak ku tumbuh, aku ingin dia bisa bergaul dengan orang yang benar tidak memandang harta dan status, aku menginginkan jika dia seperti Daddy nya yang tidak ingin diketahui statusnya, aku akan mengingatkannya setiap saat jika kita sesama manusia itu sederajat, saling membutuhkan" gumam Naila yang entah mengapa pemikiran nya sudah panjang ke sana.


..........


Singkat cerita Naila sudah sampai ke perusahaan setelah di antar oleh Ezra dan irsyad.


Naila masuk dengan wajah cerah nya, semua karyawan pun menundukkan kepalanya saat Naila lewat.


seperti biasa Naila mengerjakan sesuai yang di instruksi kan oleh ayah nya kemarin, tapi pintunya terdengar ada yang mengetok.


seseorang membuka pintu dan terlihat sekertaris ayah membuka pintu, seseorang masuk yang tak asing bagi Naila.


" Selamat pagi Bu Naila " sapa laki laki tersebut.


" pagi juga pak, maaf saya agak lupa nama anda" ucap Naila.


"kalau begitu saya perkenalkan nama lagi , nama saya Kenzo"ucap pak Kenzo.


" hehehe saya baru ingat" ucap Naila tersenyum kecil.


" silahkan duduk dulu" ucap Naila sopan dan di angguki oleh pak Kenzo.

__ADS_1


"kalau begitu saya pamit duluan Bu " ucap sekertaris.


" kamu didalam saja, gak baik jika kami cuma berdua disini"ucap Naila.


" kalau boleh tau, apa ada yang bisa saya bantu? tanya Naila langsung pada intinya.


"saya hanya ingin menawarkan kerja sama pada perusahaan Bu Naila" ucap pak Kenzo memberikan berkas kepada Naila.


Naila mengecek dengan detail berkas tersebut tapi Naila belum berani mengambil resiko dengan proyek tersebut.


"Maaf pak, saya tidak berani mengambil proyek sebesar ini, perusahaan kami masih perusahaan kecil "ucap Naila mengembalikan berkasnya.


"Kalau mau saya akan menaruh dana yang lebih besar dari pada ibu" ucap pak Kenzo.


"Sekali lagi maaf pak, kami tidak bisa mengambil resiko dalam hal seperti ini, karena sedikit saja kami mengambil keputusan yang salah, perusahaan kecil kami akan bangkrut." ucap Naila yang takut jika proyek tersebut akan banyak hambatan apalagi pembangunan nya di pemukiman warga.


"Baiklah saya mengerti, kalau Bu Naila berkenan bisa kah kita makan siang bersama?? tanya pak Kenzo.


"Aku harus apa sekarang, aku ingin menolak tapi aku sudah menolak proyek nya, apalagi dia teman ayah ku"gumam Naila


"Baiklah" saut Naila singkat.


"Apa boleh saya meminta nomor ponsel untuk membahas proyek yang lain?ucap pak Kenzo.


"itu pak Kenzo bisa minta nomor dari sekertaris langsung,nanti biar sekertaris saya yang urus" ucap Naila.


"untuk lebih detailnya sebaiknya Sesama CIO yang membicarakan nya, bukan kah tadi Bu Naila bilang jika terjadi kesalahan perusahaan anda bisa bangkrut, nah maka dari itu saya juga tidak ingin merugikan Bu Naila jika informasi dari sekertaris anda berbeda nantinya." ucap Pak Kenzo.

__ADS_1


"Apa apaan sih nih orang, sabar Naila " gumam Naila dan dengan terpaksa Naila memberikan nomor ponsel nya.


__ADS_2