Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
perkelahian


__ADS_3

Kini Irsyad sudah dipindahkan ke ruang VIP, Irsyad masih dalam keadaan koma, Naila pun dengan setia menunggu disana, berharap suaminya bangun, dia tidak ingin jika suaminya bangun lalu tidak ada dirinya disana, menurutnya dia yang harus pertama kali dilihat suaminya saat bangun.


Naila terus berbicara dan bertanya tapi dia sendiri yang menjawab pertanyaannya, membuat ketiga perempuan tua yang ada disana sangat tidak kuat berada didalam terlalu lama.


Tidak lama Pak Andi dan Pak Gibran datang mereka langsung bertanya keadaan Irsyad saat ini.


"Bagaimana keadaan Irsyad Mi,?" tanya suaminya.


Mami Rin hanya bisa meneteskan air matanya dan menunjuk ke arah dalam kamar pasien, dengan cepat mereka berdua ingin masuk tapi mereka seketika berhenti saat melihat Naila terus berbicara dan mereka melihat Naila mengeluskan tangan Irsyad ke perutnya, membuat kedua laki-laki tersebut kembali menutup pintu dan duduk dengan wajah yang sangat marah.


"Apa kita harus melakukannya pak Andi,?" tanya pak Gibran yang terlihat ikut marah.


"Tentu saja, mana bisa aku melepaskannya begitu saja, apa kamu melihat anak kita sangat hancur," ucap Pak Andi.


"Kita harus memulainya sekarang, aku sudah sangat muak," ucap Pak Gibran dan di angguki oleh pak Andi.

__ADS_1


keempat wanita disana hanya diam tidak ingin bertanya apa-apa kepada mereka, pasti mereka menemukan sesuatu yang membuat kekacauan ini.


"Apa aku bisa ikut membantu,?" tanya Ezra yang sedari tadi diam dengan wajah yang juga sudah sangat marah walaupun tidak tau siapa dalang semua ini, tapi dia melihat kedua pria tua tersebut sudah menemukan sesuatu.


"Baiklah, kita akan memulainya sekarang," ucap Pak Andi dan di angguki oleh mereka berdua dan Kembali pergi dari sana.


"Ibu, mereka mau kemana,?" tanya Ciara berbisik ke Bu Afra.


"sstt, diam lah, jangan ikut campur," bisik balik Bu Afra membuat Ciara diam dan menatap kepergian ketiga laki-laki tersebut.


Mereka memasuki bar, mencari seseorang yang membuat semua perbuatan ini, mata-mata Pak Andi sudah melaporkan semuanya dan mereka hanya tinggal melakukan tindakan lebih.


Ezra menatap foto di ponselnya yang di kirimkan oleh Pak Gibran, Ezra beberapa kali melihat foto dan orang yang sedang minum bersama beberapa orang secara bergantian.


Orang yang mereka cari dikelilingi oleh pria berbadan kekar, dan tato yang memenuhi kulit mereka, tapi walaupun begitu Ezra yang sudah di ambang kesedihan dan kemarahan langsung melempar botol alkohol ke kepala orang yang dia cari.

__ADS_1


Dengan cepat Ezra melompat ke arahnya, dan meninju wajah orang tersebut, orang berbadan kekar mulai menarik Ezra dan memukulinya, Pak Gibran dan Pak Andi yang melihat kericuhan tersebut sangat kesal karena sedari tadi mereka mengingatkan kepada Ezra untuk jangan gegabah, tunggu perintah mereka.


Ezra sudah tidak merasakan sakit sama sekali terkena pukulan tangan maupun pukulan botol dan cangkir, darah segar sudah mulai mengalir dari atas kepalanya tapi dia masih bisa menumbangkan beberapa orang tersebut, Kenzo yang sangat marah dan mabuk mengambil kursi untuk memukul Ezra tapi tiba-tiba pak Andi dan Pak Gibran lebih dulu mengambilnya dan memukul badan Kenzo dengan keras.


Ezra yang sudah mandi darah terbaring di lantai, dia sudah tidak punya tenaga lagi, tapi dia masih sepenuhnya sadar.


Saat melihat Pamannya ingin di tusuk pisau dengan cepat dia menarik kaki orang tersebut hingga terjatuh, Ezra sekuat tenaga kembali berdiri tapi seseorang menikamnya dari belakang, dia berbalik dan mengambil botol dan memukul kepalanya menggunakan botol tersebut.


"Ezraaaa" teriak pak Andi melihat keponakannya.


beberapa orang suruhan sudah sampai dan langsung ikut party, Pak Andi segera menarik Ezra untuk keluar dari sana diikuti oleh Pak Gibran yang juga sudah kewalahan.


"Ezra, bertahanlah Nak," ucap Pak Andi merobek bajunya dan menarik pisau yang masih menempel di punggung Ezra. Pak Andi menempelkan kain tersebut agar pendarahan Ezra berhenti.


Mereka melajukan mobilnya ke arah Rumah sakit lagi, Semua rencananya yang harusnya langsung menghajar Kenzo bila orang nya udah datang tapi semuanya gagal karena Ezra lebih dulu emosi.

__ADS_1


Pak Andi dan Pak Gibran yakin bila orang suruhan mereka yang cukup banyak tersebut bisa menangkap mereka semua.


__ADS_2