
Reinan pulang dengan hati campur aduk , perasaan nya sungguh tidak enak apalagi melihat Naila yang dirangkul manja oleh laki laki yang semakin membuat hati nya seperti tertusuk samurai nya
" apa aku sudah jatuh cinta dengan nya , tapi itu tidak mungkin dia sudah mempunyai kekasih Reinan kamu tau diri , tidak mungkin Irsyad mencintai seseorang yang tidak mencintai nya , itu mustahil " gumam Reinan
Reinan hanya Bisa tidur tiduran di sofa , karena bosan dia menyalakan tv , mata Irsyad tertuju pada sosok laki laki yang sangat dia kenali nya
sedang di wawancara didalam tv
Reinan di buat kaget saat papi nya berkata kepada pewawancara jika
" saya akan memberikan kepada putra saya satu satu nya perusahaan saya , dalam kata lain putra saya yang akan melanjutkan bisnis saya , mungkin dalam waktu dekat dia akan menggantikan saya " ucap pak Andi
" apa yang papi lakukan " gumam Reinan tambah dibuat pusing
__ADS_1
" apa aku menghilang saja dari pada seperti ini " ucap Reinan mengusap wajahnya kasar
" aku sudah bilang aku tidak mau jadi pemimpin perusahaan , aku ingin menjadi orang pada umumnya saja ahhg " ucap Reinan
tiba tiba pintu terbuka yang ternyata adalah istri nya , Reinan hanya menoleh sebentar ke arah nya lalu kembali pada posisinya
" udah dari tadi pulang kak ?? tanya Naila ikut duduk tapi tidak disauti oleh Reinan
Entah mengapa Reinan sangat tidak mood saat ini bicara dengan Naila
" kau tak perlu bertanya tanya seperti itu padaku , aku bukan siapa siapa mu , kamu mending pikirkan kekasih mu jangan aku " ucap Reinan tegas membuat Naila ikut berdiri
" kamu kenapa sih kak , dan kenapa kak Reinan bawa bawa Adit lagi aku sudah bilang bukan jika aku tidak mau jika kak Reinan sebutkan nama Kak Adit jika kita berbicara seperti ini " ucap Naila
__ADS_1
Reinan tersenyum kecut dan menatap Naila dengan tajam
" kenapa , memang benar kan yang aku ucapkan " ucap Reinan yang terlanjur sudah seperti sakit hati , dia entah merasa seperti apa saat ini , dia bilang tidak mencintai Naila tapi hati nya tak bisa berbohong
" oke , apa karena tadi di kampus , dan apa kamu cemburu hingga kamu marah marah seperti ini ?? tanya Naila tanpa pikir panjang
" iya , kenapa , aku cemburu , aku cemburu , dan apa kamu sudah puas mendengar nya , aku mungkin sudah jatuh hati padamu tapi apa , aku hanya seperti orang bodoh yang berharap yang tidak mungkin terjadi , kamu sudah mendengar semua pengakuan diriku bukan , kamu sekarang bisa sepuasnya mengejek diriku yang bodoh ini telah jatuh hati padamu , aku mengikuti otak ku yang bodoh ini memilih dirimu " ucap Reinan
seketika Naila diam mematung mendengar ucapan Reinan , Naila sangat kaget dia tidak pernah menyangka jika Reinan akan berkata seperti itu karena mereka hanya seperti kucing dan tikus
" kamu sekarang bisa bebas karena itu yang kamu mau , kamu bisa bermesraan dengannya , dan kamu bahkan bisa menikah dengannya , aku akan mundur mulai detik ini juga , dan aku akan pergi menjauh dari mu , sudah cukup aku merasakan sakit , semoga kamu bisa bahagia dengannya " ucap Reinan langsung melangkah pergi
Naila hanya diam meneteskan air matanya melihat Reinan yang sudah keluar dari rumah mereka
__ADS_1
Naila langsung ikut berlari mengejar Reinan tapi sayang sekali Reinan sudah pergi menggunakan motor butut nya tanpa membawa sehelai baju
Naila kembali mengambil kunci mobilnya berniat mengejar Reinan tapi dia tidak tau harus kemana saat ini , dia belum sempat melihat Reinan belok ke jalan yang mana