
Hari Hari Reinan lalui dengan sedikit kesenangan untuk menghibur dirinya , Reinan sangat suka membuat Naila sangat kesal , apalagi jika Naila sudah ngomel membuat Reinan semakin ingin dimarahi trus oleh Naila
Begitu pun dengan Naila , Naila seperti sudah menjadi hobi nya memarahi Reinan , Naila belum tau siapa Suaminya sebenarnya begitu pun dengan ayah nya , hanya ibu nya yang mengetahui siapa laki laki yang bersama putrinya
Ibu Naila tidak ingin bercerita apa apa dengan kehidupan asli Irsyad yang biasa kita kenal dengan sebutan nama Reinan ( kita namakan Reinan aja kali ya dulu ) karena ini adalah permintaan dari Reinan sendiri
Malam menjelang kini Reinan yang sedang asik membaca buku langsung di samperin oleh Naila
" Woi , kamu gak ada kerjaan lain apa , aku lapar " ucap Naila membuat Reinan menatap nya
" trus kalau kamu lapar kenapa lapor ke saya , kamu mau ku suap ?? tanya Reinan tersenyum kecut , didalam hatinya mainan nya kembali lagi menghibur nya
" ya gak gitu , aku juga tidak Sudi di suapi oleh mu , aku ngomong seperti itu karena bahan masakan habis " ucap Naila
" kalau habis beli lah " ucap Reinan santai
" ya Allah ,kamu sebagai suami gak becus amat sih ,kamu mendingan beli sana kalau kamu gak mau mati kelaparan " ucap Naila tegas
" aku gak bakalan mati karena kelaparan cuma semalam , kamu tenang aja " ucap Reinan yang semakin membuat Naila kesal
__ADS_1
" astaga , siapa yang khawatirin kamu , aku hanya menyuruh mu membeli bahan bahan untuk dimasak " ucap Naila sudah sangat kesal berbeda dengan Reinan yang seperti semakin senang tapi dia tidak mau menunjukkan kebahagiaan nya saat ini
" emangnya aku pembantu mu ?? tanya Reinan
" yaudah kalau gitu aku yang akan membelinya tapi kamu yang masak " ucap Naila menawarkan dua pilihan
" baiklah " ucap Reinan santai
Lama Naila berdiri disana dengan ekspresi wajah kebingungan membuat Reinan menatap nya tajam , walaupun Reinan tau mengapa dia masih ada disana
" kamu berdiri kaya orang bodoh disitu ngapain , mau jadi patung atau mau joget ?? tanya Reinan yang tanpa sadar memberikan senyuman tipis ke arah Naila yang mana membuat istrinya yang melihat nya seketika terpesona , hati nya berdegup kencang mengingat senyuman sangat indah itu
" ehh Naila kamu jangan terpancing oleh nya , dia manusia gak benar " lanjut gumam Naila*
" woi kau tuli atau budeg hah ?? tanya Reinan membuat Naila seketika kaget
" ehh itu kak , apa yang kak Reinan bilang ?? ucap Naila panik
" kau memang wanita bodoh " ucap Reinan mengambil dompet nya dan memberikan kepada Naila beberapa uang berwarna merah
__ADS_1
" banyak sekali kak ?? tanya Naila
" itu sama uang kuliah mu , dan juga uang jajan mu di kampus , kalau kurang bilang aja padaku " ucap Irsyad
" dapat dari mana uang sebanyak ini kak , jangan bilang kak Reina. melakukan hal hal yang membuat Dosa bertambah " ucap Naila menebak nebak
" kalau ngomong jangan sembarangan kalau kamu gak mau mengambil nya sini kembalikan padaku , kalau lapar kamu bisa makan cinta mu sama kekasih mu " ucap Reinan
" nah kan , mulai lagi pasti kalau debat , kak Reinan selalu bawa nama Adit , iya dia memang kekasihku " ucap Naila ngeggas
" jika teman mu yang agak tinggi itu siapa ? tanya Reinan
" Adel ? tanya balik Naila
" hati hati sama sahabat sendiri siapa tau ada sahabat serasa sahabat iblis " ucap Reinan
" kak tolong hentikan , jangan bawa-bawa nama kedua temanku dan pacar ku " ucap Naila tegas
" mulut mulutku , terserah diriku " jawab Reinan
__ADS_1