
Naila melajukan mobilnya entah kemana , dia sebenarnya juga tidak tau harus kemana mencari pendonor darah
1 jam berlalu , dia hanya seperti keliling kota dengan mobil ayah nya tiba tiba matanya terarah pada laki laki yang mungkin sudah seumur dengan Ayah nya sedang menendang ban mobil nya , karena penasaran Naila berhenti dan turun dari mobil nya
" maaf pak , kenapa dengan mobil nya kok ditendang ?? tanya Naila
" saya tidak nendang nak , saya cuma kesal karena mobilnya mogok , bapak juga tidak bawa hp untuk menghubungi orang rumah " ucap laki laki tersebut tersenyum ramah ke Naila
" memang nya bapak dari mana kok gak bawa hp sih ?? tanya Naila
" kamu kaya istri ku saja nak , cerewet kalau bapak ada kelupaan sesuatu " saut nya tertawa renyah
" hehe maaf pak , saya cuma kepo saja " ucap Naila
" saya sebenarnya tadi habis beli soto buat istri saya yang marah sama bapak karena putra kami tadi datang tapi bapak usir lagi " ucap laki laki tersebut
__ADS_1
" loh kok bapak tega sih , usir anak sendiri " ucap Naila
" bapak tidak bermaksud begitu , bapak seperti itu karena mau jika dia lebih lama di luar sana Bekerja seperti orang pada umumnya tidak hanya menghamburkan uang hasil kerja keras orang tua dan jujur saya juga terbawa emosi karena dia ternyata menikah tapi tidak memberitahu kan kepada bapak " ucap laki laki tua tersebut menitikkan air mata nya
" ehh maaf pak , saya jadi nanya yang membuat bapak sedih" ucap Nai merasa tidak enak hati
" kasihan bapak ini , mungkin sama hal yang dirasakan oleh ayah dan ibu saat mengetahui diriku sudah menikah " gumam Nai
" gakpapa nak , bapak sangat senang dengan perempuan seperti mu , sudah cantik , baik , sopan , dan ramah , andaikan saja putra bapak menikahi perempuan yang seperti dirimu mungkin bapak akan sangat senang " ucap laki laki tua tersebut tersenyum tipis
" memang kamu bisa nak ?? tanya laki laki tua tersebut
" bisa sih pak dikit dikit , dulu pas SMA saya Sangat suka bengkel bengkel mobil saya tapi bukannya bagus pak tapi malah masuk rumah sakit motor pak " ucap Naila seperti bangga dengan hasil jerih payahnya
" hah " satu kata yang keluar dari mulut laki laki tua tersebut
__ADS_1
" maksudnya masuk bengkel pak " ucap Naila cengingisan
" apa kamu yakin bisa memperbaiki nya , dan apa kamu juga yakin tidak akan membuat mobil saya masuk rumah sakit mobil ?? tanya laki laki tersebut
" yakin dong om " ucap Naila langsung menerobos dan mulai melihat lihat mesin mobil
laki laki tua tersebut hanya bisa berdoa untuk keselamatan mobil nya , dan tak lama Naila sudah selesai
" hahahaha gampang kan pak , coba di nyalakan pak " ucap Naila
" apa kamu yakin nak , kalau mobilnya tidak akan meledak jika bapak nyalakan " ucap nya sangat ragu ragu
" ya pasti meledak lah pak kalau bapak nyalakan nya pake api " ucap Naila
" baiklah saya akan mencoba nya , kalau terjadi sesuatu ini alamat bapak , tidak usah bawa bapak ke rumah sakit , langsung saja bawa ke rumah ku " ucap laki laki tersebut menyerahkan kartu namanya dan mulai masuk kedalam mobil nya dengan hati yang was was
__ADS_1