
Naila juga langsung melepaskan semua pakaiannya dengan air mata yang semakin berlinang , Naila sudah tidak memikirkan rasa malu dan harga dirinya terhadap suami nya
Naila menarik Handuk yang digunakan oleh Irsyad membuat nya langsung lompat menghindar begitu saja saat melihat sesuatu yang sudah berdiri tegak tapi bukan ke Adilan
Irsyad yang juga sudah tak tahan dengan Naf$un¥a menarik tangan Naila dan langsung memeluknya , Irsyad menindih Naila membuat Naila hanya bisa pasrah , dia sudah tidak tau harus apa jika memang hal hubungan istri akan terjadi , mungkin ini sudah malam terakhir nya menjadi perawan
Irsyad dengan lembut mulai mendarat kan bibir nya ke bibir sang istri dengan sangat lembut , Naila yang merasa ciuman suami nya sangat lembut tidak seperti tadi hanya diam
lama kelamaan Naila ikut mengiramakan nada bibir mereka yang saling berpacu
bibir Irsyad mulai ke arah Gunung yang di atas nya ada batu berwarna hitam , beberapa kali Irsyad M€LUM4tN¥A seperti permen Milkita ( Enak tau ) itu iklan di tv wkwk
Naila hanya bisa mengeluarkan Nada nada yang sangat indah didengar, siapapun yang mendengarnya pasti akan langsung berlari ke WC entah ngapain
__ADS_1
" apa aku boleh melakukan nya ?? tanya Isyad dengan mata sayu penuh harap , N a f s u n y sudah membakar seluruh tubuhnya
Naila hanya mengangguk dengan pelan , dia tidak mau mengecewakan sang suami yang kesekian kalinya
Tangan Irsyad sudah mulai mencari lubang buaya yang akan di masukinya untuk mencari sesuatu , dan tangan Irsyad langsung menemukan begitu saja tanpa bantuan mata
Irsyad dengan jail nya mulai memainkan jari nya di lubang buaya untuk memancing buaya , Irsyad tidak taku jarinya putus di makan buaya
" ahhhhg ka..kak , k.....a " D£$AH Naila mencengkram seprei , dia sudah seperti ingin terbang , rasa yang belum pernah ia rasakan , antara rasa nikmat dan geli
Irsyad sudah tak tahan karena buaya yang di pancing keluar tidak datang , membuat nya dengan sangat senang hati mengeluarkan Ular piton bin Otong , Naila mulai menerobosnya dengan perlahan gua yang masih sempit itu menggunakan kepala piton bin Otong nya
" ahhg Sakittttt kak " ucap Naila meringis kesakitan dengan air mata yang tak bisa di tahan nya , mungkin buaya dan piton lagi berkelahi didalam gua
__ADS_1
" aku akan mengakhiri nya , maaf kan aku " ucap Irsyad mulai menjauhkan Ular piton bin Otong dari lubang buaya takut jika pertarungan semakin sengit
" lanjutkan kak ,ku mohon , aku sudah menjadi milikmu , ini sudah kewajiban ku sebagai seorang istri , aku mohon Lanjut kan lah " ucap Naila membuat Irsyad dengan senang hati kembali mendaratkan ciuman ke bibir Naila dan tangan nya menghapus air mata Naila
Irsyad kembali ingin memasukkan kepala ular piton bin Otong untuk menerobos lubang buaya yang sangat menyebalkan karena snagat sulit di terobos
semakin dalam kepala piton bin Otong masuk , semakin keras pula cengkraman Naila ke seprei
dan Si Ular piton bin Otong sangat luar biasa guys , dia dengan kepalanya menerobos hanya dengan beberapa detik saja
Irsyad mulai memompa mompa atau mengeluar masukan ular piton nya ke dalam lubang buaya guna untuk memancing Buaya keluar tapi tidak ada pertanda buaya keluar , membuat Irsyad dengan kesal mulai melaju kencang ular piton nya kedalam lubang buaya
" ahg ....ahg...kak ...ahg " D€$ah Naila sudah tak tahan dengan sesuatu yang ingin meledak di lubang buaya , apakah itu bom atau jebakan Batman buaya. tidak ada yang tahu cuma author saja
__ADS_1
semakin lama Rasa sakit yang tadi sudah mulai berubah menjadi Rasa nikmat , cukup lama mereka melakukan pemancingan ular piton bin Otong ke dalam lubang buaya tapi alhasil buaya tidak ada yang keluar melainkan cairan berwarna putih yang bisa di prediksi jika itu adalah muntahan buaya dalam sana dan juga gabungan muntahan Ular piton karena pusing di keluar masukan selama 2 jam
JANGAN KETAWA ,ITU IMAJINASI AUTHOR GAK ADA YANG LAIN KALAU YANG LAIN PASTI GAK DI TERIMA DARI SONO