
ibu Naila hanya diam menyimak ucapan Reinan dan mami nya
istri pak Andi melepaskan pelukannya dan memeriksa sebagian tubuh anak nya
" sayang , apa yang sakit dan apa yang terluka ?? tanya sang mami
" cuma lengan saja mi " jawab Irsyad
" lepas baju mu , mami akan memeriksa nya , lepaskan semua agar mami bisa melihat apa saja yang terluka " ucap mami nya yang membuat Irsyad membulatkan matanya
" aduh mi , Irsyad sudah besar , bukan anak kecil lagi yang harus di cek " ucap Irsyad
" kamu gak mau nurut sama mami hah , kamu ini baru pertama kali masuk rumah sakit , jadi mami harus benar benar memeriksa Irsyad kecil ku " ucap mami nya
" mami sudah lah , Irsyad sudah besar gak mungkin dia melepaskan bajunya , " ucap pak Andi
" papi diam lah ,papi hanya pembuat onar " ucap sang istri tegas tiba tiba mata mami Irsyad menangkap seorang yang mungkin seumuran dengan nya
mami Irsyad menatap nya dengan sangat pekat , dia seperti mengenali perempuan yang berdiri disana
" tunggu dulu , seperti nya kita pernah kenalan deh " ucap mami nya Irsyad yang seketika membuat ibu Naila diam ikut menatap nya
" ohh , apa benar ini kamu Afra ?? tanya mami nya Irsyad
" Rin ?? tanya balik ibu Naila dan di angguki oleh mami nya Irsyad
seketika kedua perempuan itu langsung berpelukan
" ahh kamu sudah sangat tua , sampai aku hampir tidak mengingat mu " ucap mami nya Irsyad
" kamu masih saja ngomong sembarangan , kamu yang sudah tua , aku ma masih imut kaya di SMA dulu " ucap Bu Afra
" hahahaha tak kusangka teman lamaku ketemu lagi , kiraiin sudah ada ditempat sampah " ucap Bu Rin
" Afrin Adinia , masih ngelantur kalau ngomong " ucap Bu Afra tertawa Renyah mereka berdua sudah lupa dengan kedua laki laki yang ada disana
" Amira Afra , ternyata masih sebaik yang dulu tapi sayang sudah tua keriput hahaha " ucap mami nya Irsyad ikut tertawa renyah
__ADS_1
" kamu kemana saja Rin , semenjak tamat SMA apa kamu tau aku sangat bosan dulu saat dirimu langsung hilang begitu saja ditelan buaya " ucap Bu Afra
" aku ke London kuliah , dan hp ku di jalan di copet , jadi gak ku kabari deh " ucap Bu Rin
" tunggu tunggu , kamu ngapain disini ?? tanya Bu Rin
" jagain mantu " jawab singkat Bu Afra menunjuk ke arah Reinan
mami nya Irsyad menoleh ke arah dimana telunjuk sahabat lamanya dan ternyata mengarah kepada Irsyad yang membuat Bu Rin kembali menatap sahabat lamanya
" dia man..tu ....mu ?? tanya Bu Rin gugup dan di angguki oleh Bu Afra
" Irsyad maksud mu ?? tanya lagi Bu Rin
" hah ?? satu kata yang keluar dari mulut Bu Afra
" nama aslinya memang Irsyad Bu , tapi dia mengubah nya dengan Reinan , entah mengapa dia melakukan itu " ucap pak Andi
" apa dia putra mu Rin ?? tanya Bu Afra dan di angguki oleh Bu Rin
" kita besanan Rin " ucap Bu Afra lagi
seketika keduanya kembali berpelukan dengan sangat gembira yang semakin membuat kedua laki laki yang ada disana bingung
" hahahaha Afra sialan , apa kamu ingat janji kita " ucap Bu Rin dengan suara yang membara
" iya Rin ceplos , aku ingat dan ini keajaiban , janji kita benar benar terjadi hahahaha " ucap Bu Afra
" janji apaan ?? tanya pak Andi dan dengan kompak kedua wanita tersebut menjawab
" perjodohan " ucap nya kompak
" hah ?? ucap Singkat pak Andi Bingung
" apa papi tau jika saat kami gabut dulu , kami sering cerita hal konyol , kami selalu berhalusinasi tentang masa depan , dan saat itu kami tiba tiba menghayal jika nanti mempunyai anak , kami berjanji akan menjodohkan anak kami kalau mereka berbeda jenis " ucap mami nya Irsyad yang membuat Irsyad seketika tersedak buah
" uhuk...uhuk "
__ADS_1
" makanya Irsyad kalau makan jangan masukin di hidung " ucap mami nya hang sudah berubah drastis saat bertemu dengan sahabat lamanya
" tak kusangka kalau nak Reinan adalah putra mu Rin " ucap ibu Naila
" apa gak mirip dengan ku ?? tanya Bu Rin
" sangat jauh sekali , kemiripan mu dengan Reinan hanya di kulit nya doang hahahaha " ucap Bu Afra
" sialan kamu Afra " ucap Bu Rin kesal
" kita besan Afra sialan , kamu harus menghormati ku " ucap Bu Rin
" kamu juga harus menghormati ku kalau begitu " ucap Bu Afra
" tentu , dari dulu aku selalu menghormati orang " ucap Bu Rin
" pret , dulu kita sama sama menghormati bendera di teriknya sinar matahari karena kamu yang selalu berulah , hingga aku juga terkadang kena hukuman " ucap Bu Afra kesal mengingat besan nya yang selalu membuat nya dalam masalah
" namanya sahabat harus kena dua duanya , itu yang dikatakan oleh guru BK " ucap Bu Rin
" salah Rin , harusnya gini , kenapa kamu mau di ajak bandel sama Rin padahal kamu anak nya baik baik " ucap Bu Afra yang membuat Bu Rin hanya cengingisan
" karena kita sahabat " jawab Bu Rin saat menjawab pertanyaan guru BK dulu
" astaga kenapa kalian berdua sudah melupakan yang jadi pemeran utamanya , liat Irsyad dia hanya diam bengong " ucap pak Andi
Oke terimakasih dukungan kalian semua , semoga kalian semakin menyukai dan jangan lupa meningkatkan jejak dukungan
- like
- favorit
- vote
- komentar
jangan lupa juga mampir di novel author yang lain , jika ada yang salah atau kata kata yang tidak nyambung ataupun banyak yang typo kalian tidak perlu sungkan untuk memberikan kritikan , tapi jangan terlalu negatif ya , mental author takut turun nanti nya hehehe
__ADS_1
terimakasih