
" kak kenapa bisa seperti ini sih " ucap Naila dengan suara yang sangat panik seraya membuka baju Reinan yang tadi nya berwarna putih menjadi berwarna merah
" Apa peduli mu , lepas kan diriku , pergi lah nanti kekasih mu melihat kamu seperti ini , aku tidak ingin menambah masalah ku " ucap Reinan
Reinan yang sudah tidak menggunakan baju membuat Naila dibuat bengong oleh tubuh suami nya yang terlihat sangat kekar
" pergi lah aku bisa sendiri " ucap Reinan dengan tangan satu nya memegang lengan yang terasa perih , seketika Naila kaget dan lamunan nya buyar seketika
" emm ,aku akan membawa mu ke rumah sakit aku mohon , lihat lengan mu sudah sangat parah dan wajah mu juga sudah lebam " ucap Naila memegang wajah Reinan
Reinan dan Naila yang tidak menyadari jika Sedari tadi Ciara sudah berdiri di samping mereka berdua mendengar semua pembicaraan mereka berdua
" apa kamu ada rasa peduli terhadap ku hah ?? tanya Reinan
" kenapa kamu masih ingin debat sih lihat lengan mu semakin banyak darah yang keluar , dan aku istri mu sudah wajah aku ada rasa peduli kepada mu bukan hanya dirimu saja aku juga Sangat peduli terhadap orang di luar sana " ucap Naila yang membuat Ciara kaget mendengar kata istri
" apa aku tidak salah dengar , dan aku belum pernah melihat laki laki ini sebelum nya " gumam Ciara merasa kaget
__ADS_1
" cepat putuskan pilihan mu , dan aku tidak ingin mendengar kata istri Keluar dari mulut mu ketika dirimu masih berhubungan dengan kekasih mu , dan aku mengulangi ucapan ku lagi jika aku tidak masalah jika kamu ingin bahagia bersama kekasih mu tapi cepat ceraikan diriku , aku juga akan berusaha untuk menerima dirimu jika kamu ingin seperti diriku yang hanya akan menikah sekali tapi aku sama sekali tidak memaksamu , itu terserah dirimu , apalah diriku yang hanya pria miskin bukan seperti kekasihmu yang bisa membeli apa yang dia mau , kamu bahagia bersama dia dengan barang mewah di sekeliling nya " ucap Reinan tersenyum kecut dan tiba tiba matanya merasa aneh penglihatan nya sudah mulai kabur
Reinan berusaha menahan mata nya yang sudah berat dan mulai kabur , dia berusaha berdiri tapi karena tenaga nya yang sudah terasa habis membuat nya terjatuh tak sadar kan diri
" Kak Reinan " ucap Naila kaget dan memegang kepala Reinan
" TOLONGGG , tolongggg " teriak Naila dan menoleh ke arah samping , Naila di buat kaget oleh Ciara yang berdiri disana menatap nya
" Ciara " ucap Naila kaget
" iya Ciara , tapi tolong bantu aku bawa kak Reinan ke mobil " ucap Naila
" hah ini Reinan ?? tanya Ciara
" yang kelahi sama Adit kan ?? tanya lagi Ciara
" iya Cia , nanti aja bahas itu cepat bantu gue , aku khawatir dengan kondisi nya " ucap Naila panik
__ADS_1
" ngapain kita capek capek bawa ke sana , kamu saja yang bawa mobil mu kesini kamu gak lihat badan nya , pasti dia berat sedangkan kita perempuan cuma berdua pula " ucap Ciara
" aduh CIA , kamu bawa mobil mu kesini , kamu gak lihat kepala kak Reinan di pangkuan ku " ucap Naila yang seketika membuat Ciara langsung berlari ke arah mobil nya
Naila dengan sekuat tenaga memapah Reinan baju nya juga sudah dipenuhi oleh Darah nya , tapi dia kewalahan karena dia hanya sendiri "
" CIARA BANTU DONG " teriak Naila
" bukan muhrim , kamu kan istri nya dan juga kamu memang nya gak marah kalau aku megang tubuh kekar Kak Reinan " ucap Ciara yang membuat Naila Sangat kesal
karena sudah merasa khawatir bercampur panik tiba tiba tenaga nya seakan bertambah berlipat-lipat untuk memapah suaminya sedangkan Ciara hanya di samping pintu membuka kan pintu belakang
" wah kamu berotot juga yah sahabat ku yang cantik " ucap Ciara
Naila dengan sekuat tenaga memasukkan Reinan kedalam mobil dan usahanya sangat membuahkan hasil , dia seperti di berikan sebuah mukjizat sementara oleh Allah hingga membuat nya bisa memapah Reinan
dan entah mengapa Naila juga sudah tidak merasa jijik dengan Darah Reinan dan ketek Reinan yang tidak mengunakan baju karena dia memapah Reinan , dia juga tidak memperdulikan dirinya menyentuh kulit Reinan
__ADS_1