Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
kejadian kedua kali


__ADS_3

Beberapa orang sering kali keliru dalam sebuah kehidupan, mereka bahagia dengan penderitaan orang lain, bahkan orang yang menderita tersebut belum tentu bersikap seperti itu kepada dirinya.


Ketika kita sudah di ajarkan arti kehidupan dari kecil, maka tidak ada bagi mereka, arti dari harta maupun tahta, mereka hanya ingat dengan ibu dan ayahnya.


Terkadang mereka diberikan harta yang melimpah tapi mereka menyia-nyiakan untuk kehidupan mereka sendiri, mereka sudah lupa dengan semua yang mereka punya hanyalah titipan sementara.


Mereka yang sering merasa gagal, merasa paling dibawah diantara yang lainnya. Tapi usaha dan doa yang melantun indah, seperti bisikan di tengah malam yang sampai pada cakrawala, Menyadarkan bahwa segala kegagalan adalah sebuah bagian dari cinta yg harus terus mereka jalani sampai orang lain dapat merasakan manfaatnya.


cuma kata-kata author saja, maklum suka buat tapi gak tau mau nuangin kemana wkwkkwk


Ezra dibawa langsung ke rumah sakit, Mami Rin yang melihat suaminya datang telanjang dada sangat kaget apalagi saat melihat siapa yang dibawa suster masuk kedalam ruang IGD.


Oma dan Mami Rin langsung berteriak memanggil nama Ezra dan mengikutinya tapi pintu langsung ditutup begitu saja.


"Apa yang sebenarnya terjadi,?" tanya Mami Rin dengan air mata yang kembali menetes begitupun dengan Oma.


Bu Afra dan Ciara yang juga ikut menyaksikan ikut kaget, belum selesai satu datang lagi musibah lainnya.

__ADS_1


Pak Andi dan Pak Gibran langsung duduk di kursi dengan wajah yang sudah memar dan baju yang sudah berwarna merah.


"Cucuku kenapa bisa seperti itu Andi,?" tanya Oma dengan suara tegas.


"Maaf Oma," ucap Pak Andi lirih


Plakk...


Tamparan Oma melayang begitu saja di pipi putranya, dia sudah sangat sedih melihat cucunya Irsyad dalam keadaan seperti itu tapi cucunya yang terkahir membuat nya tambah sangat sedih.


Semua orang terdiam, hanya bisa menundukkan kepala mereka dalam keadaan seperti itu.


"Maaf." ucap pak Andi dengan suara pelan.


Ciara hanya terdiam, tubuhnya merinding atas semua kejadian hari ini, begitupun dengan Bu Afra yang hanya mematung dengan air mata yang ikut menetes.


"Jika cucuku sampai kenapa-kenapa aku tidak akan memaafkan mu, apa kamu buta tidak melihat putramu sudah dalam keadaan seperti itu, kami sangat sedih Andi, tapi kenapa kamu malah tambah bikin Oma seperti ingin mati dengan semua ini, semua cucuku masuk rumah sakit dengan hari yang sama, dalam kondisi yang sama," ucap Oma menghapus air matanya.

__ADS_1


Nayla keluar dari ruangan dengan mata sembab karena mendengar suara keributan, Nayla sangat kaget dan syok melihat baju yang dikenakan Papi dan ayah nya di penuhi oleh darah.


"Apa yang terjadi,?" tanya Nayla sangat syok.


Semua seketika terdiam mendengar pertanyaan Nayla, Nayla yang menyadari ada sesuatu lagi yang terjadi menatap Mami Rin.


"Mami apa yang terjadi, kenapa banyak darah di baju ayah dan baju papi yang sudah di robek-robek,?" tanya Nayla.


"Adik sepupu mu masuk IGD nak," ucap Mami Rin menahan air matanya.


"Ayah apa yang terjadi, kenapa bisa Ezra masuk ruang IGD,?" tanya lagi Nayla.


"Dia kena tusukan pisau nak," jawab Ayahnya tanpa menoleh ke arah putrinya.


Nayla seketika terdiam dan duduk di lantai menutup mulutnya, air matanya kembali menetes.


"Kenapa lagi, kenapa bisa," ucap Nayla dengan suara lirih.

__ADS_1


"Sayang, tenangkan pikiran mu, yakin lah semuanya akan baik-baik saja," ucap Mami Rin membantu Nayla berdiri.


__ADS_2