
" Kak Reinan kenapa sih ?? tanya Naila yang bingung melihat sikap kasar Reinan dan wajah nya yang terlihat murung
" kamu punya telinga gak , aku mau sendiri " ucap lagi Reinan
" Tapi Kenapa kak Reinan jalan , motor nya mana , ayo pulang sama Naila saja " ucap Naila
" kamu pulang duluan , aku ingin seperti ini " ucap Reinan
Naila yang kesal langsung menarik tangan Reinan untuk ke mobil nya
" NAILA " teriak Reinan menarik tangan nya
__ADS_1
" kamu kenapa sih , kok tiba tiba kasar gini ?? tanya Naila tegas
" kamu tidak perlu tau , kamu urus urusan mu sendiri dengan kekasih mu , jangan urusi urusan ku " ucap Reinan tegas
mereka berdua menjadi tontonan bagi orang yang lalu lalang
" kok kamu tiba tiba bahas Adit sih , hah , kamu sebenarnya kenapa , aku masih peduli dengan mu makanya aku bertanya masalah mu apa " ucap Naila dengan tatapan tajam
" kamu bilang apa barusan , aku bodoh dengan rasa kemanusiaan , apa kamu sudah yakin jika kamu lebih baik dari pada diriku , aku mungkin lebih punya rasa kemanusiaan dari pada dirimu yang membiarkan istrinya tinggal di rumah sendirian dan memukul orang sembarangan , apa itu yang kamu maksud rasa kemanusiaan hah ?? tanya Naila
Reinan membalikkan badannya dan menatap mata Aliya dengan tatapan tajam
__ADS_1
" maka dari itu kamu harus tau situasinya seperti apa baru kamu bisa mengambil keputusan dan apa aku salah dengar kamu mengucapkan jika dirimu adalah istri ku " ucap Reinan tersenyum kecut
" Asal kamu tau Naila , AKU PERGI DARI RUMAH KARENA TIDAK INGIN MEMBUAT DIRIMU TAMBAH MARAH KEPADAKU DAN JIKA KAMU MERASA SUDAH BERSUAMI MAKA DARI ITU KAMU HARUS SADAR , BAGAIMANA PERASAAN ORANG YANG SUDAH MENJADI SUAMI MU MELIHAT ISTRI NYA MASIH MENJALANI HUBUNGAN DENGAN KEKASIH NYA , KAMU SADAR NAILA , WALAUPUN KITA TIDAK MENCINTAI SATU SAMA LAIN TAPI AKU JUGA PUNYA HATI AKU BUKAN ROBOT YANG TIDAK MEMPUNYAI HATI NAILA , KAMU HANYA MENGANGGAP KU TIDAK ADA BUKAN MAKA DARI ITU AKU MENGATAKAN JIKA KAMU BODOH DALAM RASA KEMANUSIAAN" Ucap Reinan dengan suara agak tinggi dengan wajah yang sudah memerah
Naila terdiam mendengar ucapan Reinan
" Kamu bisa ceraikan aku jika kamu ingin bahagia bersama kekasih mu dan putuskan hubungan mu dengan kekasih mu jika kamu juga ingin seperti diriku yang hanya menikah satu kali dalam seumur hidup , kita jalani hubungan kita sampai cinta tumbuh tapi itu terserah dari mu aku juga tidak berharap kamu akan mempertahankan pernikahan bodoh ini , pikirkan keputusan mu mulai dari sekarang dan jangan buat dirimu tersiksa " ucap Reinan
" dan soal aku memukul kekasih mu itu , lebih baik kamu cari tau lebih dulu sebelum menuduh orang lain , jika kamu sudah tau kejadian sebenarnya maka kamu bebas menghinaku semau mu jika aku terbukti bersalah " lanjut Reinan melangkah pergi meninggalkan Naila yang mematung di tempatnya
mata Naila menatap punggung Reinan yang semakin menjauh , entah mengapa ucapan Reinan begitu menusuk diri nya , Naila masih berdiri mematung hingga Suami nya menghilang di mata nya
__ADS_1