
Naila cekikikan sendiri saat melakukan kenakalan nya , membuat Irsyad yang merasa terusik mulai membuka mata nya dan melihat sang istri yang sedang asik dengan wajah nya
" kenapa kamu nakal sekali pagi pagi " ucap Irsyad yang membuat Naila kaget dan pura pura menutup matanya
" tidak usah pura pura tidur , atau aku akan membuat mu tambah pincang " ucap Irsyad yang membuat Naila membuka matanya dengan memasang wajah imut nya.
" apa kamu sudah mau mengaku sekarang ?? tanya Irsyad
" hehehe tadi ada nyamuk di pipi kak Irsyad" jawab Naila cengingisan
" apa kamu pikir aku percaya begitu saja , jangan kan nyamuk kuman saja tidak bisa masuk ke sini " ucap Irsyad dengan tangan yang sudah jail mengelus pipi Naila
Naila seketika mau menjauh dari Irsyad tapi tangan kiri Irsyad lebih dulu menahan nya
" kak kita baru bangun " ucap Naila panik dan Sangat gugup
" kalau baru bangun memang kenapa , apa ada larangan ?? tanya Irsyad yang semakin membuat Naila sangat keringat dingin
" tapi masih perih kak sampai sekarang " ucap Naila
" apa yang perih ?? tanya Irsyad
" anu , itu yang dibawah " ucap Naila membuat Irsyad ingin sekali tertawa tapi dia masih ingin mengerjai Naila
" apa kamu meminta ku untuk tanggung jawab , baiklah aku akan mengobatinya , cepat lah bangun dan aku akan mengobatinya dengan segera " ucap Irsyad yang membuat Naila membulatkan matanya.
__ADS_1
" Bu..bukan begitu , tapi " Lidah Naila sudah keseleo karena sangat gugup
" aku tau jika kamu ingin menyindir ku untuk mengobati nya, tenang lah aku sudah jadi suami mu aku akan mengobatinya jika kamu memaksaku " ucap Irsyad
" tidak , aku tidak pernah berfikiran begitu " ucap Naila panik
" trus ?? tanya Irsyad
" aku hanya ingin kak Irsyad jangan dulu melakukan nya sebelum rasa perihnya hilang " ucap Naila
" Dasar Bodoh , kamu sedang bahas apa dengan otak mesum mu itu ,aku hanya bertanya bukan tadi , kenapa kalau bangun tidur ?? tapi kamu malah menjawab hal hal mesum " ucap Irsyad turun dari tempat tidur membuat Naila sangat malu dan menutupi wajah nya dengan selimut tebal nya.
Irsyad menoleh ke arah belakang sekilas dan melihat Naila yang sudah membungkus semua anggota tubuh nya dengan selimut , senyuman Irsyad terukir manis di balik wajah datar nya tersebut.
" kenapa kamu sangat menggemaskan " gumam Irsyad dan masuk kedalam kamar Mandi.
" Naila kamu kenapa sekarang gak sepolos dulu " gumam Naila pada dirinya sendiri
Tiba tiba mata Naila menangkap Hp baru yang terletak di meja , Naila melihat ke arah Kamar Mandi untuk memastikan jika Irsyad tidak ada agar dia tidak malu mengambil barang pemberian Irsyad
" kenapa harus malu , siapa suruh dia menghancurkan hp ku " ucap Naila mulai mengotak Atik HP nya
" Hp nya sangat bagus , jauh lebih bagus dari HP ku yang hancur , tapi Kontak nya tidak ada " ucap Naila membuka kontak nya tapi matanya melihat ada 6 Nomor yang sudah ada didalam
" Ayah " ucap Naila mulai membaca satu per satu nama tersebut
__ADS_1
" Ciara "
" Ibu "
" mami mertua "
" papi mertua "
" Suami tampan ku "
" hah , kenapa dia menamai nomor nya dengan suami tampan ku , percuma saja tampan tapi wajah kaya Kulkas bin Tembok , takut kehilang suaranya pula , suka ngeselin , suka nuduh , suka buat......" ucapan Naila terpotong oleh seseorang yang berbicara
" Suka Buat Pincang " ucap Irsyad membuat Naila dengan wajah pucat nya perlahan menoleh ke sumber suara
" sejak kapan kak Irsyad disitu ?? tanya Naila sudah kalang kabut
" apa kamu mau aku mengulangi kata kata mu wanita mesum ?? tanya Irsyad dengan tatapan mata tajam
" itu kak , anu , ada cicak " ucap Naila kehilangan alasan dan hanya itu langkah satu satunya untuk mengalihkan perhatian Irsyad
Irsyad kurang fokus hingga dia beneran menoleh ke arah yang di tunjuk istri nya dan saat sudah melihat Irsyad menoleh dengan cepat Naila kabur terbirit-birit ke arah kamar Mandi
" Kabur hahahaha " teriak Naila berlari begitu saja
" makanya wajah itu jangan kaya tembok biar gak di tempeli sama cicak hahaha " ucap Naila sebelum menutup Pintu
__ADS_1
" ohh sudah berani sekarang ya " gumam Irsyad menggeleng gelengkan kepalanya