
Naila duduk menunggu pesanan bakso nya datang begitu pun dengan Irsyad yang sudah duduk di samping sang istri.
" pak , bakso mercon ya buat suami ku kalau saya bakso yang biasa saja " ucap Naila membuat Irsyad membulatkan matanya.
" Naila kenapa aku tidak tahan pedas " ucap Irsyad.
" kenapa menyebut nama ku hah ?? apa kamu menganggap ku teman mu ?? tanya Naila yang tiba tiba emosi yang kembali membuat Irsyad dibuat kaget.
" maaf sayang " ucap Irsyad dengan suara berbata-bata.
" aku mau kamu makan bakso itu jadi diam saja dan tunggu " ucap Naila tegas membuat irsyad hanya bisa pasrah.
Tak lama Erza datang dengan sempoyongan membuat Naila dan irsyad dengan bersamaan menatap nya.
" kenapa kamu begitu jahat padaku kak , aku baru datang sudah mau bonyok badan ku sakit semua " ucap Erza kesal dan ikut duduk di samping Naila membuat Irsyad seketika berdiri dan menarik telinga Erza.
" ahhggg kak sakit " teriak Erza.
" kau duduk disini , jangan duduk di sebelah istri ku " ucap Irsyad tegas.
" istri, istri , udah gak lucu lagi kalau mau lawak " ucap Erza.
" terserah mu " ucap kesal Irsyad kembali ke tempat duduknya.
" pak bakso nya lagi satu yang sama seperti suami ku " ucap Naila yang semakin membuat Erza Bingung.
__ADS_1
" kenapa kalian seolah sudah menikah dihadapan ku sih , dan apa kak Irsyad tau jika perempuan secantik dia mana mau sama kamu yang ngeselin , harusnya sama aku " ucap Erza terus menatap Naila.
" Pulang sana sendiri , jangan ikut aku , sana pergi " ucap Kesal Irsyad.
" hentikan matamu itu , apa kamu ingin jika matamu akan berakhir melihat sekarang ?? tanya Irsyad dengan suara menyeramkan yang membuat Erza pura pura menoleh ke arah lain.
" diam lah mas , apa kamu juga mau bisu sekarang kalau ngoceh Mulu " ucap kesal Naila yang membuat Erza cekikikan.
" kamu juga jangan cari masalah , oke kak Erza " ucap Naila tegas tapi di akhir kalimat Naila berbicara dengan lembut disertai senyuman tipis nya yang membuat Erza ikut tersenyum ke arah nya dan mengangguk.
" woi Siala....." ucapan Irsyad berhenti saat menyadari sang istri telah menatap nya tajam.
tak lama pesanan mereka datang membuat Naila semakin senang.
" terimakasih pak " ucap Naila dan di angguki oleh penjual tersebut.
" yang ini pak hehehe " saut Naila dengan senyuman manisnya.
" kalian pasangan yang serasi sekali " ucap penjual tersebut yang membuat Irsyad seperti besar kepala.
" sudah pak , sana pergi takut nya ada yang pecah kepalanya gara gara kepedean " ucap Erza.
" hahaha kamu bisa aja nak , dan kamu siapa nya mbak cantik ini ?? tanya penjual tersebut.
" saya calon suami nya pak " ucap Erza yang membuat Irsyad memukul meja.
__ADS_1
" woi kamu ingin ku bunuh beneran ya , mendingan Lo pulang aja ke tempat asal mu " ucap Irsyad dengan wajah yang memerah di bakar api cemburu.
" kenapa kak Irsyad marah lagian aku tau kalau kak Irsyad hanya pura pura " ucap Erza.
" maaf pak , bapak bisa lanjut lagi jualannya " ucap Naila yang merasa tidak enak di lihat penjual tersebut.
" nama kamu siapa kak ?? tanya Naila membuat Erza dengan senyuman manisnya mengulurkan tangannya ke arah Naila dan di balas juga oleh Naila yang semakin membuat Irsyad sangat cemburu.
" Erza " ucap Erza.
" Naila " saut Naila
" lepaskan " ucap Irsyad memukul tangan Erza.
" kak Erza , saya minta tolong ya untuk jangan buat keributan , dan kamu juga mas coba lah untuk mengerti sedikit saja , sepupu mu belum tau dan pasti dia tidak akan percaya segampang itu jika kita sudah menikah " ucap Naila menggeser mangkuk Baksonya , Naila sudah kehilangan mood nya dengan tiba tiba.
" kak Erza kami sudah menikah lebih hampir 3 bulan kalau gak salah , dan kami menikah tidak seperti pada umumnya , kami menikah karena dijebak jadi mengerti lah sedikit kak " ucap Naila yang sudah meneteskan air mata nya membuat Irsyad menatap sepupunya tajam.
Irsyad langsung memeluk tubuh istrinya untuk menenangkan nya.
" sudah ya ,lupakan saja yang tadi , dia memang suka becanda " ucap Irsyad lembut.
" aku hanya tidak menyangka kalau teman ku sendiri yang melakukan nya mas hiks..hiks.. " ucap Naila pelan.
" iya aku tau ,yang penting kita sudah bahagia kan sekarang " ucap Irsyad melepaskan pelukannya dan menghapus air mata sang istri.
__ADS_1
" maaf jika saya keterlaluan , saya hanya menuruti kemauan Oma untuk mengerjai Irsyad tapi mungkin sudah keterlaluan , saya juga sudah mengetahui semua nya dari mami " ucap Erza pelan dengan rasa penyesalan nya.