Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin

Terjebak Menikah Dengan Pria Miskin
pujian yang memalukan


__ADS_3

setelah mendengar informasi oleh Naila ibu ,Naila segera berangkat ke rumah sakit bersama suami nya , disana Naila sangat di buat kaget dan bingung oleh ayah nya yang rela tidak bekerja demi mengantar ibu nya


Ayah Naila dari dulu seperti sangat gila dalam bekerja hingga Naila jarang sekali makan pagi bersama ayah nya


" apa kamu baik baik saja nak ?? tanya ibu Naila


" sudah mendingan Tante , terimakasih sudah mengkhawatirkan saya " ucap Reinan


apa dia juga bisa mengucapkan terimakasih " gumam Naila


" kok panggil Tante sih , aku sekarang sudah ibu mu jadi jangan panggil Tante lagi , dan suami ku juga mulai dari sekarang kamu panggil ayah , seperti panggilan istri mu ke kami " ucap ibu Naila dan hanya mendapat senyuman tipis Dari Reinan


" tapi percuma jika hanya sementara saja memanggil kalian dengan sebutan itu , sebentar lagi anak kalian akan pergi dari ku " gumam Reinan tersenyum getir


" apa lengan mu tidak sakit ?? tanya ayah Naila yang membuat Naila hanya menatap ayah nya dengan tatapan aneh

__ADS_1


" tidak hanya goresan dikit saja " ucap Reinan


" apa kamu bilang hanya goresan , hei kalau itu goresan tidak mungkin kamu pingsan dan kehabisan Darah " ucap Naila yang membuat seketika Reinan menatap nya dengan serius


" apa yang kamu katakan , apa bisa kamu perjelas ?? tanya Reinan ingin mendengar penjelasan mendetail , dia sudah berfikiran jika sesuatu telah terjadi tanpa sepengetahuan dia


" aduh kok malah keceplosan , " gumam Naila


dan dengan senyum manis sang ayah yang menjawab nya agar Reinan bisa merasa berutang Budi , karena darah anak nya sudah mengalir didalam diri nya , bukan maksud yang lain tapi ayah Naila ingin jika Reinan mempertahankan hubungan nya dengan Naila ,lebih lama karena pak Gibran melihat ada yang sudah berbeda dari kedua suami istri tersebut


Reinan yang mendengar ucapan mertua nya terdiam seribu bahasa menatap istrinya yang terlihat panik


apa benar yang dikatakan oleh ayah nya dan kenapa dia rela memberikan darah nya padaku , bukan kah dia bisa bebas jika aku mati saja atau dia hanya ingin membuat ku hidup untuk melihat nya bisa pergi bersama kekasih nya " gumam Reinan


" aku hanya merasa kasihan " ucap Naila menoleh ke samping dengan wajah yang merona merah

__ADS_1


" dan tadi malam Naila sangat susah di hentikan menangis , dia terus saja menangis memanggil nama mu nak , dia sangat khawatir dengan mu " ucap ibu nya membuat Naila seketika menganga dan mata yang melotot mendengar ucapan ibu nya


" ti..ti....." ucapan Naila terpotong oleh ayah nya


" tadi malam saya menyuruh nya pulang tapi dia Keke ingin menjaga mu , kata nya dia tidak ingin membuat mu sendiri dalam keadaan seperti ini , dia sangat takut jika terjadi apa apa dengan mu " ucap sang ayah yang membuat seketika lidah Naila kaku , tidak bisa berkata kata karena dirinya yang terlalu gugup


" Kamu liat sendiri kan nak Reinan tadi pagi Naila masih disini , sebenarnya dia beberapa kali mencium mu saat tidak sadar kan diri dan air matanya tak henti hentinya menetes membuat ibu juga sangat sedih " ucap ibu nya


Reinan hanya bisa menatap wajah gugup Naila yang sudah memerah karena sangat malu dengan ucapan ibu dan ayah nya


" tidak kak , mereka bohong , aku sama sekali tidak melakukan hal seperti itu " ucap Naila sangat panik


" kamu tidak usah bohong Nai , apa kamu tidak sadar jika pinggir mata mu di bagian bawah sudah hitam , itu karena begadang bukan , ibu tau nak kamu dari tadi malam sangat susah tidur karena khawatir jadi kami tidak usah malu lagi , itu adalah sebuah pujian yang kami banggakan " ucap ibu nya


" Bu sudah tolong , jangan katakan hal yang tidak tidak , Naila tidak pernah bohong ibu yang bohong sama ayah , Naila tadi malam telat tidur karena telfonan sama Ciara " ucap Naila

__ADS_1


__ADS_2