
Tanggal 12 Desember. Kalau dilihat di kalender sih aman. Bukan hari perayaan nasional apalagi keagamaan. Tapi, bagi seorang Lila, tanggal tersebut spesial. Sebab di tanggal itu Marcel dilahirkan. Dan Lila bersyukur di tanggal tersebut seorang yang tampan sekaligus biadab brojol ke dunia dan mengacak-acak kehidupannya.
Seperti yang dibilang Dem waktu mereka makan bareng, pesta ulang tahun dirayakan di pool room hotel milik Marcel. Dan mereka sudah janjian datang bersamaan sebagai partner. Tak banyak orang yang diundang. Hanya kolega, teman, dan orang-orang di komunitas yang diikuti Marcel. Namun jangan harap Nana dkk datang. Mata mereka bisa meleleh melihat tingkah Marcel dan Fandi nantinya yang berburu cewek sexy berbikini.
"Lo ngapain ajak Lila ke acara gituan sih? Apalagi di party nya si kampret." Kata Nana begitu melihat Dem yang baru turun dari mobil.
"Jangan gitu lah, si kampret itu kan temen gue. Lagian Lila pernah ditolongin si kampret dari Bryan waktu di klub gue. Paling enggak sebagai rasa terima kasih lah."
"Ya tapi tetap aja sepupu gue bukan orang kayak kalian ya. Jangan di macam-macamin!" ancam Nana.
Tak lama Lila keluar. Kali ini penampilannya pun mampu menyihir Dem untuk tak berkedip.
"Ayuk, kak." sahut Lila memudarkan lamunan Dem yang memandangnya penuh takjub.
Melihat gelagat tersebut Nana memukul kepala Dem. "Gak usah gitu juga lihatnya. Kayak lihat daging aja lo."
Tak menggubris perkataan Nana, Dem langsung menyusul Lila di tangga terakhir dan menggandeng tangan lila menuju ke mobilnya.
***
Suasana pesta sangat riuh. Banyak orang berkeliaran di sepanjang lobby menuju kolam renang. Mereka datang sedikit telat, karena sepertinya pesta sudah dimulai. Terlihat Marcel yang bersenang-senang di kolam bersama para wanita berbikini seperti yang ia khayalkan sebelum hari ini tiba.
Hati Lila tiba-tiba sakit gak karuan seolah tertancap benda tajam. Dibanding wanita yang menemaninya berenang, ia tak ada apa-apanya. Benar kata Martha, Marcel cuma menyukai wanita sexy dan dirinya cuma mainan sesaat.
__ADS_1
"Lil, bentar ya aku panggil sohib-sohibku dulu. Kamu tunggu di sini ya." Pinta Dem. Lalu ia berjalan ke resto hotel setelah melihat Aji.
Lila yang masih memandangi Dem dari kejauhan menyadari, pria itu mencari si pemilik pesta. Padahal orangnya sedang berada di kolam dan haha hihi dengan wanita sexy. Pikirnya. Saat memikirkan Marcel, tatapan Lila tertuju kembali ke kolam renang tempat Marcel tadi berada. Namun betapa kagetnya ia ketika matanya dibalas oleh Marcel yang sedang memandangnya dari dalam kolam renang. Tepat di depannya.
Sorot mata tajam Marcel seolah menginterogasi Lila soal keberadaan wanita itu di sini padahal ia sudah memperingatkan untuk tak datang. Emosi Marcel memuncak. Seketika ia keluar dari air. Memperlihatkan tubuh kekar yang hanya memakai celana renang ketat. Ah, tubuh yang sudah lama tak ia rasakan. Lila melamun melihat sosok Marcel yang sangat sexy kala itu. Terlebih, "Mi.. Mister!! " Seru Lila dalam hati yang malu-malu begitu ia sadari Marcel mendekat ke dirinya.
Untungnya Dem datang tepat waktu bersama Fandi, Carlos, dan Aji. "Cel.." panggilnya menghentikan langkah kaki Marcel yang menuju ke Lila.
"Happy bday bro." salam Dem ala ala pada sahabatnya itu.
"Kado gue mana?" tanya Marcel tak menyahut ucapan Dem.
"Sabar. Oh iya, ini Lila yang kemarin nelpon gue. Kenalin Lil, ini Marcel yang ulang tahun, Fandi, Carlos, Aji."
Dih, suasana canggung macam apa ini. Baik Lila maupun teman dekat Marcel pasti merasa canggung untuk berkenalan lagi. Padahal mereka semua tau Lila dan Marcel ada sesuatu. Marcel yang mengerti keadaan lalu mengambil alih percakapan.
Dem cuma tersenyum mendengar candaan Marcel.
"Selamat ulang tahun ya kak. Semoga...."
Belum selesai Lila berkata, Marcel lalu memutus pembicaraan tersebut. "Gas ke sana. Cewek biar gabung sama cewek. Bentar lagi gue mau pidato."
Merasa betul jika diabaikan Lila memaklumi, bahkan dirinya sendiri sudah menerawang masa depan jika Marcel marah padanya.
"Guys, kok gue gak liat Martha?" gosip cewek-cewek di dekat Lila setelah ia ditinggalkan geng F5 itu.
__ADS_1
Lila cermat mendengarkan, apalagi gosip mereka perihal Marcel.
"Iya ya, biasa Martha nempel mulu kayak perangko." sahut yang lainnya.
"Gue dengar sih doi balik ke Bali. Katanya sih, bertengkar sama Marcel."
"Makanya Marcel frustrasi ya daritadi."
"Tapi kalian tau gak sih kenapa nama hotel ini M2M?"
"Apa?"
"Marcel Martha. M2M. Romantis gak tuh, secara gak langsung dia mendedikasikan hotel ini buat Martha kan karena namanya dipake."
"Gila emang si pelakor ya. Udah merebut laki orang, ini bahkan namanya ada di bisnis Marcel."
"Marcel tuh cinta mati sama Martha asal kalian tau."
"Iya, sampai tega depak istrinya demi ular itu. Dih. Cantik sih, tapi pelakor."
Runtuh banget. Hati yang tadi cenat cenut melihat tingkah Marcel bersama wanita lain kini runtuh setelah mendengar gosip para cewek barusan. Rasanya saat itu juga ia ingin keluar dan pulang ke rumah, tapi hari sudah malam dan dia tak tau bagaimana caranya pulang.
Tak lama Marcel datang bersama geng F5 nya, ia sudah tampak rapi mengenakan setelan formal namun rambutnya masih basah dan disisir rapi ke samping.
"Guys guys, bintang utama dari party ini katanya mau pidato. Mari kita tenang sebentar dan mendengar informasi gak penting apa yang akan ia katakan!" himbauan dari Fandi berhasil membisu hiruk pikuk yang tadi sontak terdengar tak ada habisnya termasuk membuat penggosip tadi terdiam dan memuji ketampanan Marcel dari belakang.
__ADS_1
Lila mencoba tegar melihat ke arah Marcel yang percaya diri menuju mic.
"Dih, gayanya udah kaya pembina upacara!" canda Carlos menimpali.