
🏹🏹🏹🏹🏹
"Awas saja kau jalaang. Kau salah telah menantang ku." Yukia menatap geram pada layar ponselnya. Dirinya kembali memutar rekaman video tersebut, yang mana dikirim oleh nomor asing melalui aplikasi chat-nya.
Namun sayang sekali, karena Anggara telah mengedit penampakan wajah Alexa sehingga nampak sedikit blur dan tidak jelas.
" Wanita sialan mana yang telah berani mendekati suamiku? Aku berjanji akan merusak wajahnya hingga tidak bisa lagi menggoda laki-laki di dunia ini!" Yukia memekik tertahan dalam pesawat yang akan membawanya pulang kembali ke negaranya. Akan tetapi bukan dari sebuah niatan atau rasa rindu terhadap keluarganya. Yukia pulang karena ia merasa apa yang telah menjadi miliknya terancam diambil atau direbut oleh orang lain.
_____
Tuk. Tuk. Tuk.
Ketukan dari ujung lancip hak sepatu tinggi. Menggema si koridor megah perusahaan tekhnologi terbesar di negara ini. Bahkan, telah berada di urutan kelima negara-negara di Benua Asia.
Langkah anggunnya dengan mulus dapat menerobos pemeriksaan dari security dan juga customer service di depan. Setelah wanita cantik berambut Ikal sebahu itu mencak-mencak di depan operator.
"Aku tidak perlu membuat janji dengan suami dari sahabatku sendiri!" protes wanita cantik dan seksi yang bernama Mikita Rinjani. Dia adalah sahabat Yukia mantan model yang sempat vacum karena ikut suami bulenya ke Aussie. Namun, pernikahannya tak berlangsung lama. Karena suami Mikita mempunyai kelainan, menikahinya hanya demi menutupi aib.
Sampailah Mikita di depan meja sekretaris Bagas.
"Maaf Nona. Anda tidak bisa sembarangan masuk. Saya harus konfirmasi terlebih dahulu kepada asisten Tuan Bagas Gustavano," jelas sekretaris bertubuh gempal yang bernama Virni tersebut.
"Baiklah, laporkan sana. Cepat!" ketusnya membuat sekretaris itu berlalu segera.
"Sejak kapan Bagas memiliki asisten secantik ini? Perasaan Yukia tidak ada cerita seperti itu" gumam Mikita pelan. Ketika ia mengintip di balik kaca jendela ruangan Alexa. Karena untuk masuk keruangan Bagas. Haruslah melalui ruangan Alexa dahulu.
"Saya akan melaporkan kedatangan Nona kepada Tuan Bagas. Jadi silakan tunggu sebentar." Alexa berucap seramah mungkin meski tatapan matanya memindai singkat wanita seksi di hadapannya ini. Sementara itu Mikita justru tengah melongo dan terbengong melihat bagaimana tata cara Alexa berbicara dan juga berjalan.
𝘉𝘦𝘳𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪.
𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘰𝘥𝘦𝘭?
__ADS_1
𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘫𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘢𝘱𝘶𝘯.
𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘠𝘶𝘬𝘪𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢.
𝘈𝘶𝘳𝘢-𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪.
𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘴𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘨𝘰𝘥𝘢.
Mikita terus bergumam dalam batinnya akan penilaian dari pandangan pertamanya terhadap Alexa.
"Tuan, di luar ada wanita cantik dan seksi bagai model. Ia ingin bertemu dengan anda. Namanya, Mikita Rinjani. Aih, dia mirip dengan artis top yang mendulang banyak sensasi," lapor Alexa di iringi gumaman asal dari bibir yang sesekali di lirik oleh Bagas.
𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯.
𝘉𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘤𝘩𝘦𝘳𝘳𝘺 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶
𝘚𝘪𝘢𝘭! 𝘈𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘴!
Bagas menjalankan kepalanya dengan cepat demi mengusir segala bayangan kemarin di dalam pikirannya. Bahkan Bagas sampai memukul-mukul kepalanya dari samping dengan kepalan tangannya.
"Apa kau sebegitu dendamnya terhadapku Atas kejadian kemarin? Sampai kau sudah sangat tidak sabar ingin menghabisi ku?" sarkas Bagas dengan ekspresi kesal.
"Ya ampun baper banget deh! Kalau memang aku ingin menghabisi anda, tentu aku tidak akan menggunakan benda seperti ini. Akan tetapi aku akan memasukkan sianida kedalam kopi hitam anda," ketus Alexa. Kesal karena Bos-nya itu paling gak bisa diajak bercanda. Semua kalimat selalu dianggapnya serius.
Lebih baik Alexa keluar daripada cepat keriput karena menghadapi bos yang kaku. bahkan lebih kaku daripada Kanebo yang kering.
"Tuan! Boleh masuk tidak!" teriak Alexa dari pintu yang belum di tutup olehnya.
" Asisten tidak sopan! Sudah, suruh saja dia masuk!" Bagas kesal karena Alexa berteriak padanya. Baru ia memiliki karyawan yang begitu berani padanya. Apa karena Alexa kompeten sehingga wanita itu keras kepala.
"Masuklah Nona. Eits, tapi tunggu dulu. Sebaiknya anda ganti rok dulu deh. Sebelum bos kami mengusir anda keluar," saran Alexa baik hati. Namun, maksudnya malah disalah artikan.
__ADS_1
"Heh! Ini style saya. Mana mungkin Bagas berani mengusir saya keluar!" Mikita pun merangsek masuk seraya melewati Alexa dengan menyenggol bahunya keras secara disengaja.
"Dasar binal! Pecuunn!" pekik Alexa sambil berlalu ke ruangannya lagi.
"Vir, buatkan minuman untuk tamu kehormatan kita. jangan lupa ya pakai gulanya dua sendok lalu garam dapurnya satu sendok," ucap Alexa yang mana membuat Virni tersenyum jahil.
_____
" Halo, Bagas. Bagaimana kabarmu, ah pasti kesepian dong ya. Secara kalian masih LDR-an," ucap Mikita bermaksud membuka pembicaraan pada suami sahabat itu.
"Apa maksud dari niat kedatangan mu kesini Yukia? Jika tak ada yang penting sebaiknya kau pulang saja!" usir Bagas dengan ketus.
𝘌𝘩, 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘨𝘶𝘭𝘢𝘭𝘪. 𝘌𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘤𝘢𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘬𝘶.
𝘏𝘦𝘮𝘮, 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘶 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯.
𝘊𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘨𝘰𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪.
𝘏𝘶𝘴𝘴! 𝘚𝘢𝘯𝘢𝘢!
Alexa mengayunkan tangannya seperti hendak mengusir ayam. Karena dirinya sengaja mengintip dari balik kaca ruangannya. Bagaimanapun Alexa harus mengetahui siapa tamu dari Bagas dan apa maksud dari kedatangannya.
"Wanita pantat palsu saja mau menggoda manusia kayu." Alexa terkekeh.
"Sini teh-nya. Sudah sesuai instruksi ku kan?" tanya Alexa. Virni pun menyatukan jari telunjuk dengan ibu jari sehingga membentuk huruf O.
"Good, bestie!" Mereka berdua pun melakukan tos.
"Silakan Nona. Minumannya." Alexa meletakkan cangkir berisi teh rasa garam tersebut.
"Terimakasih. Sungguh pelayanan yang bagus," sindir Mikita.
__ADS_1
"Ppuuffffttt!"
Bersambung