
🏹🏹🏹🏹🏹
"Oh, itu Neng. Tiba-tiba ada yang menjegal kita di depan!" tunjuk sang sopir mengarah pada mobil merah di depan mereka.
Pintu mobil tersebut terbuka, kemudian ada seorang wanita dengan style-nya yang modis turun dari sana.
"Siapa dia? Haih, bisa-bisa aku terlambat ini," gumam Alexa mengomel.
Wanita yang turun dari mobil merah itu menghampiri taksi dan memukul kacanya berkali-kali.
"Aku mengenal wanita itu," gumam Alexa seraya menyunggingkan senyum miringnya. Karena ia telah mengingat siapa wanita yang kini tengah berjalan ke arah mobil yang ditumpanginya.
"Pak buka kunci pintunya ya. Saya mengenal wanita itu," ucap Alexa membuat sang sopir segera membuka kunci otomatis pada pintu mobil. Alexa pun mengenakan kaca mata hitamnya, kemudian keluar dengan elegan seraya memasang senyum terbaiknya.
"Kau ini Alexa kan?"
"Benar, Nyonya. Ada hal penting kah sampai-sampai anda mencegat saya di jalanan?" tanya Alexa tenang. Meskipun hatinya bertanya-tanya kenapa istri bos-nya itu menghalangi jalannya.
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat keras pada wajah Alexa. Hingga membuatnya menoleh dengan cepat kesamping. Surai panjangnya terukur ke depan menutupi pipi juga matanya. Kacamata hitam yang bertengger elegan di pangkal hidungnya pun hampir terjatuh. Sekalian saja, Alexa membuka kacamatanya lalu menatap tajam ke arah Yukia.
__ADS_1
"Atas dasar apa anda melakukan tindakan tak bermoral ini pada saya," ucap Alexa dengan penuh penekanan. Ia geram sekali dan tidak ada rasa takut dan sungkan lagi sekarang. Sebab, Yukia telah berani main kasar padanya.
"Jangan membahas moral padaku. Sebaiknya kau berpikir, apakah yang kau lakukan dengan suamiku itu cukup bermoral!" Yukia mengulurkan tangannya meraih dagu Alexa dan hendak mencengkeramnya. Akan tetapi Alexa keburu menangkis tangan Yukia dengan keras.
"Kau!" kaget Yukia karena tangkisan Alexa cukuplah kuat. Ia meringis merasakan ngilu pada tangannya.
"Memangnya yang kau lakukan terhadap suami dan anakmu itu cukup bermoral?" sindir Alexa hampir saja membuat Yukia mendaratkan kembali tamparannya. Akan tetapi kali ini, Alexa telah bersiap. Ia menangkap tangan ramping Yukia yang telah melayang di udara.
"Kau, telah menyisihkan mereka berdua. Memilih karir dan dunia gemerlap mu. Demi kesenanganmu sendiri. Lalu di mana salahnya jika kedua pria milikmu itu mencari perhatian di tempat lain?" sarkas Alexa membuat sepasang mata Yukia membola seketika. Jantungnya berdegup kencang dengan napas yang memburu.
Yukia kesal setengah mati, lantaran wanita di hadapannya ini yang telah jelas-jelas salah. Akan tetapi berani membalikkan kata-katanya.
"Itu semua bukan urusanmu. Jadi jangan berani mendikte ku!" pekik Yukia seraya berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Alexa. Akan tetapi cekalan dari Alexa terlalu kuat, sampai Yukia mulai merasakan sakit pada pergelangan tangannya.
"Mana mungkin seperti itu. Kau pasti hanya mengada-ada. Semua kalimat itu hanyalah kamuflase demi menutupi kesalahan mu yang telah menggoda suamiku!" pekik Yukia geram tak terima. Bagaimanapun ia tak boleh kalah di hadapan asisten suaminya ini. Entah sampai kapan ia mampu mempertahankan posisinya sebagai istri dari Bagas Gustavano. Karena pria itu telah mengajukan gugatan ke pengadilan.
"Apa kau tidak merasa, jika telah berbuat jahat pada kedua pria mu! Aku bahkan ragu, apa kau benar mencintai mereka berdua? Atau kau hanya mencintai dirimu sendiri?" cecar Alexa sarkas hingga membuat wajah Yukia memucat.
"Berani kau!" Yukia melayangkan lagi satu tangannya. Akan tetapi Alexa kembali menangkap tangan Yukia. Kemudian ia membalik keadaan hingga punggung Yukia membentur body mobil taksi tersebut.
PLAK! Alexa mendaratkan tamparan balasan yang lebih kencang ke sebelah pipi Yukia. Membuat model kelas dunia itu membelalakkan matanya. Sebelum Yukia melakukan aksi pembalasannya. Alexa telah mendorong bahunya.
__ADS_1
"Itu balasan atas perlakuan mu padaku. Kau tidak bisa seenaknya menindas orang lain. Bahkan itu juga berlaku untuk anak laki-laki mu!" peringat Alexa. Kedua tangannya terlihat mencengkeram pakaian atas Yukia. Alexa teringat bagaimana kala itu Theo menangis dengan rintihan menyayat hati sampai pagi. Hingga ia dibuat pusing untuk membujuk bocah laki-laki itu.
"Berani kau! Kalian kenapa diam saja disana!" teriak Yukia pada para pengawal nya yang berjumlah dua orang itu. Hingga pada akhirnya para pria tersebut menghampiri kedua nya.
"Hei kalian! Lepaskan aku!" pekik Alexa berusaha melepaskan diri dari pegangan dua pria di kanan dan kirinya.
"Pergi sana!" Yukia melempar beberapa lembar uang kertas untuk mengusir sopir taksi yang sejak tadi masih berada di tempat itu. Karena ia tak ingin ada saksi mata ketika mencelakai Alexa.
"Aku akan membuang kesombongan mu Alexa. Jika kau pikir wajah cantik mu ini dapat menandingi ku. Maka akan ku buat kau menyesali karena telah terlahir menjadi cantik." Yukia memasang senyum seringainya seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.
Kedua mata Alexa membelalakkan ketika ia mengetahui apa isi dalam botol yang tengah berada dalam genggaman Yukia.
"Kau curang, Yukia! Jika memang berani lawan aku sendirian!" teriak Alexa dengan segenap rasa takut yang menyelimutinya kini.
"Ini bukan pertandingan Alexa. Tidak ada kata curang di sini!" ucap Yukia dengan tawanya. Ia pun mendekati tempat dimana Alexa berdiri dengan dipegangi oleh kedua pengawal nya. Ia mengangkat botol berisi cairan kimia kemudian memutar tutupnya.
"Aku akan menghancurkan mu Alexa!" teriaknya seraya hendak menuang isi cairan itu ke atas kepala Alexa.
"Jangan Mimpi kau, Yukia!"
"Akh ...!"
__ADS_1
Bersambung.