Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 30. Tamu Tak Diundang


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Theo?" tanya Alexa heran seraya mengernyit kan dahinya.


"Aku masih mengumpulkan bukti. Aku juga telah menggugat Yukia ke pengadilan. Aku akan mengirim penjaga ke sini. Masuk sana!" usir Bagas setelah mengeluarkan pernyataan yang membuat Alexa melongo.


'Pantas saja wanita itu begitu geram padaku. Mereka ternyata hampir berpisah. Pastilah aku penyebabnya.' Batin Alexa lesu.


"Nasib wanita yang dianggap pelakor beginilah? Bahkan privasi ku tak bebas lagi. Hingga nyawaku pun selalu terancam. Ibu--" Alexa, seketika membungkam mulutnya sendiri. Napasnya seakan tercekat pada gumaman terakhirnya. Ia pun berlari masuk kedalam gedung tinggi tempat dimana dirinya tinggal kini.


Tanpa Alexa ketahui bahwa ada seseorang yang mengintainya di belakang sebuah Jeep. Pria itu mengenakan Hoodie serta masker demi menutupi wajahnya. Sebuah senyuman miring di balik masker tercipta. " Suatu saat aku pasti akan mendapatimu Alexa. Lihat saja nanti." Pria itu bergumam dalam hati dengan tatapan nyalang ke arah Alexa menghilang.


KLEK.


"Sepi ...! Apa Mey-Mey, masih berada di kosan-nya?" gumam Alexa berbicara sendiri seraya beralih ke dapur. Ia ingin sekali membuat es teh. Hawa siang yang panas seakan membakar otaknya.


Alexa menuang es batu kotak dengan sebelah tangannya ke dalam gelas berukuran tinggi. Ia sengaja membuat dengan ukuran jumbo agar dahaganya terhempas. Susah payah Alexa membuatnya, karena ia hanya dapat menggunakan tangan sebelah kiri saja. Sebab tangan kanannya di perban sampai ke seluruh jari. Hingga Alexa tak dapat menggunakannya untuk memegang.


Ting ... Tong ...!


Baru beberapa teguk minuman dingin itu mengalir di tenggorokan Alexa. Terdengar suara Bel berbunyi. Namun, senyum seketika tersungging di wajah cantiknya. "Pasti, Mey-Mey sudah kembali," gumamnya senang. Alexa pun segera mendekat ke pintu, karena ia pikir yang di depan pintu adalah sahabatnya. Tanpa waspada dan mengecek melalui lubang kaca, Alexa membuka pintu apartemennya dengan lebar.

__ADS_1


"Hai, Kak!" sapa seorang pemuda seraya menurunkan tudung Hoodienya.


"Leo!" Kedua mata Alexa seketika membola, tatkala yang berada di depan pintu apartemennya bukanlah orang yang di harapkan. Melainkan sosok pria yang ingin sekali ia jauhi. Alexa segera menutup pintunya, akan tetapi Leo sengaja menjulurkan sebelah kakinya guna menahan gerakan pintu tersebut.


Alexa terus mendorong pintu dengan sebelah tangannya. Akan tetapi kembali di dorong oleh Leo dengan sekuat tenaga. Alexa tidak kuat menahan dengan satu tangan, hingga ia terdorong dan jatuh terduduk kerena Leo mendorong pintu dengan kencang.


BRUGH!


Bokong Alexa sukses mencium alas karpet apartemen itu. Ia terlihat meringis, saat tangannya yang terluka tanpa sengaja tertindih tubuhnya sendiri.


Sementara itu, Leo memindai sosok Alexa dengan tatapan lapar. Entah habis makan apa anak itu. Sampai hari ia menatap remeh pada wanita yang sudah berkorban banyak untuknya.


"Bagaimana kau tau tempat tinggal ku! Apa mau mu, Leo!" hardik Alexa, yang sudah payah bangun. Namun, Leo tau-tau sudah berada di hadapannya.


"Lepas! Aku tidak butuh bantuan mu!" Alexa menghempas tangan Leo yang hendak membantunya berdiri. Ia merasa jijik, ketika sang adik tiri menyentuhnya. Leo mendengus kesal, dan justru membawa raga Alexa kedalam gendongannya.


"Kurang ajar! Turunkan aku Leo!" jerit Alexa sambil memukuli punggung Leo dengan tangan kirinya.


"Aku hendak membantumu, seharusnya kau berterima kasih," sungut Leo seraya mengeratkan rahangnya. Alexa merasakan dadanya yang berdentum kuat. Ingin melawan, tapi keadaannya sedang seperti ini. Tangan kanannya tidak berdaya. Sementara tubuh Leo cukup atletis untuk pemuda seusianya.


Leo meletakkan Alexa di atas peraduan tempat melepas penat. Melihat adanya kesempatan menyerang, Alexa pun mengarahkan kakinya untuk menendang ke depan.

__ADS_1


BUGH!


Leo terhuyung ke samping ketika tendangan Alexa mengenai pinggangnya. Alexa hendak bangun dan berdiri, akan tetapi Leo telah menghampirinya lagi.


"Akh! Leo!" Alexa menjerit di saat Leo mendorong tubuhnya hingga terjatuh ke atas tempat tidur. Raga tegap sang adik tiri segera menghimpitnya.


"Berani melawan di saat keadaan mu sudah tak berdaya seperti ini! Apa kau benar-benar menginginkan aku agar berbuat kasar padamu, hah!" bentak Leo yang mana membuat jantung Alexa merasa nyeri seketika.


"Apa yang ada di dalam pikiranmu, Yo?" tanya Alexa lirih dengan panggilan masa kecil Leo.


Leo terkesiap mendengar panggilan yang sudah lama tidak lagi ia dengar itu. Hanya Alexa lah yang memanggilnya seperti itu. Hubungan keduanya memang sangatlah dekat sejak kecil. Bahkan bisa dibilang jika Alexa menggantikan peran ibunya yang telah tiada. Sekejap Leo kembali pada kesadarannya. Namun, ternyata pikiran dan hati yang kotor mampu mengalahkan logika.


"Jangan menggodaku dengan panggilan itu! Kau jangan berlagak baik dan suci di hadapan ku Alexa. Kau memang mirip dengan ibumu! Kau wanita murahan!" Setelah meneriakkan kalimat yang menorehkan luka dalam di hati Alexa. Leo memajukan wajahnya.


" Hentikan Leo! Aku kakakmu! Kenapa kau memperlakukan ku seperti pelacuur?" pekik Alexa berbarengan dengan derai air mata kecewa serta sakit hati.


"Kau memang pelacuur. Maka nikmatilah ini!" Leo mendaratkan bibirnya di leher Alexa dan menggigitnya bagai Vampire.


"Hei anak sialan! Tak tau diuntung!"


BUGH. BUGH. BUAGH!

__ADS_1


Pukulan bertubi-tubi mendarat di bahu Leo. Membuat pemuda itu menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Alexa.


...Bersambung...


__ADS_2