Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 6. I Got You, Bos!


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Tuan, ini kontrak kerjanya. Lalu, ini sarapan untuk kita." Alexa meletakkan sebuah Map beserta kotak makan berwarna pink.


"Aku tidak meminta sarapan padamu. Kau kan tau, jika aku telah berlangganan pada salah satu resto. Lagipula makanan mereka lebih terjamin segalanya," tolak Bagas ketus.


𝘈𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢. 𝘔𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘛𝘩𝘦𝘰, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘬𝘢𝘭 𝘭𝘶𝘤𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘪𝘵𝘶. 𝘔𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩!


Bagas terus menggerutu dalam hatinya.


"Memang benar. Akan tetapi anda pernah mengatakan bahwa, segala sesuatu tentang diri anda adalah tanggung jawab dan urusan saya sebagai asisten pribadi. Karenanya, selain mengurusi pakaian serta jadwal pertemuan anda. Saya juga berinisiatif untuk memanjakan perut anda mulai sekarang. Lagipula, saya tau jika anda menyukai masakan saya," tutur Alexa tanpa putus dan jeda. Ia bicara bagaikan gerbong kereta api.


"Singkirkan. Aku tidak peduli apa isinya!" Bagas memerintahkan dengan sorot mata tajamnya.


"Ck. Liat dulu saja isinya. Jika memang anda tak suka biar nanti saya berikan ke Office Boy," ucap Alexa sembari berlalu menuju ruangannya di sebelah.


"Kurang kerjaan!" Bagas mendengus. Matanya sakit tatkala melihat penampakan warna merah muda itu mengotori pemandangan matanya.

__ADS_1


"Tuan, anda tau tidak. Jika suka menggerutu itu akan membuat kerutan di wajah. Lima tahun saja seperti ini maka anda akan nampak lebih tua dibandingkan tuan Anggara." Alexa yang ternyata balik lagi karena harus menyerahkan berkas. Dimana tanda tangan dari Bagas di butuhkan di sana.


Bagas tak menjawab, ia hanya memberi tatapan tajam pada Alexa yang justru malah menyengir.


"Duh, sangat di sayangkan jika wajah tampan anda ini penuh kerutan nantinya." Alexa terus mengoceh kalimat unfaedah. Padahal ia telah menyadari jika wajah Bagas semakin di tekuk mendengar ocehannya.


"Keluar lah!"


"Oke. Jangan kangen ya." Alexa memasang wajah santai saja ketika mengatakan kalimat tersebut. Sementara Bagas mendadak tersedak udara, ia terbatuk-batuk kecil.


Siangnya, Bagas yang sudah diliputi rasa penasaran. Akhirnya membuka kotak bekal yang di kirim Alexa tadi pagi.


Bagas pun mengulurkan tangannya menarik kembali kotak bekal yang tadi di dorong olehnya.


Sementara itu di balik kaca tembus pandang, yang mana menjadi sekat pemisah ruangan antara Bagas dan Alexa. Sang asisten cantik tengah menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk lengkungan tajam.


"Matamu boleh saja menolak pesonaku, Bagas Gustavano. Akan tetapi tidak dengan lidah dan juga perutmu. Aku akan membuatmu ketergantungan serta kecanduan dengan masakan buatan tanganku sendiri." Alexa tersenyum lega. Kedua mata indah dengan alis hitam yang membingkai keduanya, terus memperhatikan gerak-gerik dari pria tampan dengan garis wajah kakunya.

__ADS_1


𝘖𝘩, 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢.


𝘎𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶, 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘪.


𝘉𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘴𝘵𝘰𝘳𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘶𝘩.


𝘙𝘢𝘴𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘧𝘢𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢𝘳.


𝘚𝘦𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘮𝘱𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘫𝘢𝘷𝘶.


Bagas terus menyuapkan makanan tersebut kedalam mulutnya. Perasaan dan memory nya seakan turut meresapi kenikmatan dari menu sederhana tersebut. Padahal hanyalah tumisan pare campur teri. Lalu, cumi goreng isi tahu dan telur. Bagas menghabiskannya tanpa sisa. Tempat bekal berwarna merah muda dengan motif LOL itu kosong melompong. Menyisakan segurat senyum kepuasan dan rentetan pujian dalam hati.


Ya, hanya di dalam hati.


Tentu saja.


"I got you, Bos!" gumam Alexa dengan senyum penuh arti.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2