Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 18. Wajah Alexa Mirip Siapa?


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Terimakasih, Lian. Lain kali gunakanlah topeng gorila agar para fans gila itu tidak mengenalimu," kelakar Alexa, membuat Lian Feng terbahak di depan kemudinya.


"Baiklah Nona baik hati. Aku akan menggunakan saranmu lain kali. Tapi, aku bingung, kok bisa sih kamu tidak mengenaliku?" heran Lian setelah tertawanya usai.


"Entahlah, mungkin aku terlalu sibuk dengan duniaku dan juga berbagai persoalannya," jawab Alexa enteng, seraya segera keluar dari mobil Lian Feng.


"Hei, Nona baik. Apa kita akan bertemu lagi?" tanya Lian pria berwajah oriental yang berprofesi sebagai penyanyi boyband itu. Ia yang sengaja berpencar dari grupnya karena ingin mencari sesuatu. Tak mengira akan bertemu segerombolan fans remaja gila.


"Aku akan menyebut nomer ponselku sekali, ku harap kau segera mencatatnya." Lalu Alexa pun menyebutkan nomor ponselnya dengan cepat. Kemudian ia segera berlalu untuk masuk dalam apartemennya.


Lian Feng hanya bisa melongo mendengar betapa cepatnya Alexa berbicara. Untung saja ia telah menyalakan alat perekam dari ponselnya.


"Haisss, mana sempat dicatat kalau secepat itu mengatakannya. Sepertinya dia memang sengaja. Untung saja aku ada akal." Lian Feng pun tersenyum penuh kemenangan.


_________


Vidio balasan yang tertuju pada Yukia membuat pikiran Bagas perlahan terbuka. Ia mulai menyelidiki keaslian vidio tersebut melalui ahli IT. Seketika Bagas merasa menjadi pecundang, karena selama ini ia termakan cinta buta dan kepercayaan semu pada Yukia.


Mau marah pun Bagas merasa percuma. Hanya membuang-buang masanya saja. Ia pun menyuruh ahli IT pada perusahaannya untuk meredam semua berita dengan biaya yang tak sedikit.


Perbuatan Yukia sangatlah memperburuk citra pribadi Bagas. Meski pengaruhnya tidak begitu berimbas pada karir Yukia. Karena wanita itu pandai berkelit serta memutar balikkan fakta. Lagipula, superstar yang memiliki skandal bukan hanya dirinya. Terbukti karir mereka pun tetaplah aman dan justru semakin gemilang.


"Semua sudah beres Tuan." Ahli IT pada perusahaan Bagas memberi laporan padanya. Setidaknya, dalam beberapa waktu ke depan situasi dan kondisi akan kembali kondusif. Perlahan penikmat media akan melupakan berita skandal yang viral beberapa hari yang lalu itu.


_______


" Sepertinya meninggalkannya di jalanan sendirian bukanlah hal yang benar. Seharusnya aku menghukumnya dengan cara yang lain. Alexa, pesonanya memang luar biasa. Hanya dalam waktu beberapa saat saja ia sudah mengenal salah satu anggota boyband tersohor di negeri ini." Bagas bergumam dengan ekspresi tak senang, ia sangat menyesal meninggalkan Alexa di jalan. Yang mana justru membuat asistennya itu berkenalan dengan pria tampan lainnya.


Tak berselang lama kemudian, wanita yang tengah dipikirkannya itu masuk ke dalam ruangan dengan wajah masam.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘦𝘬𝘴𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘥𝘦𝘴 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶.

__ADS_1


𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶?


Batin Bagas, yang heran karena raut wajah Alexa tak seramah dan seanggun biasanya.


"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pengusaha minyak dari Iran yang merupakan klien kita. Meminta bertemu besok di tempat yang telah di tentukan beliau," ucap Alexa formal dan terkesan kaku. Sepertinya ia ingin menunjukan protes melalui sikapnya.


"Bagaimana dengan jadwalku besok?"


"Besok pagi Jadwal anda kosong."


" kalau begitu Atur saja, pasti ada hal yang penting sehingga pengusaha besar seperti Azriel Bawazier turun tangan sendiri. Biasanya dia akan mengirimkan orang-orang percayanya untuk bertemu denganku," terang Bagas.


" Saya sudah tahu. Semua informasi lengkap dalam catatan. Sebenarnya anda tidak perlu menjelaskan kepada saya," ketus Alexa tak peduli bagaimana raut wajah bos-nya itu kini.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi, tuan." Alexa pun berlalu meninggalkan rasa gondok di hati Bagas. Baru kali ini ia memiliki pegawai yang berani bersikap judes padanya.


________


"Halo juga. Senang akhirnya bisa berjumpa dengan anda. Tuan Bawazier!" balas Bagas, saya meraih uluran tangan dari Azriel kemudian menjabatnya.


" Kalau boleh tahu di mana asisten wanita Anda yang bernama Alexa?" tanya Azriel sambil celingukan.


"Dia menemui klien saya yang kebetulan datang dari Itali. Kalau boleh tau, kenapa anda mencari Alexa?" selidik Bagas. Sepertinya terselip kesal di hatinya jika ada pria lain yang menyimpan kekaguman pada asistennya itu.


"Saya hanya penasaran, ketika sempat mendengar berita yang membicarakan tentang kalian berdua. Juga mengenai sepak terjangnya beberapa waktu belakangan ini. Bagaimana jika anda melepasnya dan membiarkannya bekerja pada perusahaan saya?" pinta Azriel.


"Hahaha ....!" Bagas terbahak mendengar permintaan dari klien sekaligus kawan pengusahanya itu.


"Dia adalah pegawai terbaik. Mana mungkin saya melepasnya." Bagas memasang wajah kakunya kembali usai ia tertawa gaje.


"Baiklah. Jangan terlalu serius." Sekarang gantian Azriel yang tergelak melihat wajah kusut Bagas.


"Aku tidak akan mengambilnya darimu. Hanya ingin memastikan, karena wajahnya mengingatkanku pada seseorang. Lusa, di pertemuan rutin perusahaan dunia, ajaklah ia bersamamu," pinta Azriel dengan seulas senyum penuh wibawanya. Melihat itu mana mungkin Bagas beralasan untuk menolak.

__ADS_1


"Aku pasti akan membawanya. Karena aku akan memperkenalkannya sebagai asistenku yang handal," ucap Bagas percaya diri. Karena memang Alexa tak pernah mengecewakannya selama ini.


_______


Hari ini sampailah dimana pertemuan terbesar bagi pengusaha di seluruh dunia. Terutama yang bidangnya hampir sama dan bersangkutan. Karena pertemuan ini sebagian besar di hadiri oleh pengusaha di dunia pertekhnologian juga perkembangan industri.


Maka dekorasi serta ornamen yang tersebar di ball room hotel tersebut mewakili sekian banyak pengusaha dan jenis usaha mereka. Karena itu tekhnologi dan kemajuan digital menjadi maskot utamanya. Hingga sebagian interior dan penerima tamu berbasis mesin, robot serta komputer.


"Halo, Tuan Bawazier. Saya Alexa, asisten dari Bagas Gustavano. Presdir perusahaan Vi-Gen Tech," terang Alexa yang mana membuat Azriel segera menyambut uluran tangannya dengan senyum terkembang.


"Hai, Nona Alexa. Senang berjumpa dengan tenaga handal seperti anda. Saya yakin dan percaya, bahwa apa yang saya lihat dan dengar dari media hanyalah issue belaka. Anda begitu berkelas dan smart untuk mencari popularitas dengan sensasi seperti itu," tutur Azriel. Kedua matanya terus memindai dan merekam sosok yang menurutnya sangatlah familier itu.


"Terimakasih. Meskipun sanjungan anda terlalu berlebihan," ucap Alexa merendah.


𝘞𝘢𝘫𝘢𝘩𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.


𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢?


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘣 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘢𝘯.


𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪?


𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢?


𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.


Batin Azriel, dengan segudang pertanyaan di kepalanya.


"Alexa mari ikut denganku." Tiba-tiba Bagas menarik pinggangnya agar mendekat kemudian berbisik. Ternyata ia tak mampu lagi menahan jengah dari sikap bersahabat Alexa pada pria lain.


"Tuan Gustavano. Jika sikap anda demikian, bukankah sama saja bagaikan sebuah klarifikasi pembenaran dari berita yang sempat beredar beberapa waktu lalu?" sindir Azriel disertai kekehan.


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2