Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 48. T-Rex Kegirangan


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Kiss her Dad!" teriak Theo.


Bagas dan Alexa yang berada dalam posisi begitu dekat. Karena Alexa yang kesandung tadi, malah jatuh ke dalam pelukan Bagas. Wajah keduanya sangat dekat, namun mereka hanya terpukau dan saling menatap saja.


Akan tetapi, momen itu langsung rusak seketika ketika seorang bocah berumur lima tahun meneriakkan kata yang ...


"Ma–maaf," ucap Bagas, buru-buru melepaskan rangkulan pada pinggang Alexa. Hal yang di lakukan Bagas sontak membuat seseorang kecewa. Siapa lagi kalau bukan bocah sok tau yang kini tengah memanyunkan bibirnya.


"Theo?" Alexa berkata dengan ekspresi sangat malu. Pasalnya saat ini bocah itu melihat hal yang menurutnya tidak pantas di lihat oleh anak kecil sedini ini. Apalagi sampai tadi Theo meneriakkan sebuah kalimat ujaran, yang mana membuat buku kuduk Alexa merinding seketika.


"Kamu darimana sayang?" sambung Alexa. Malangnya ia masih bergelung dalam selimut demi menutupi dirinya yang berantakan. Sungguh ia tak menyangka jika Theo akan mencari untuk tidur bersamanya semalam. Sebab itu, Alexa mengganti pakaian tidurnya. Mana dirinya tidak mengenakan penyangga gunung kembar. Kalau bisa di peras entah sudah terkumpul berapa liter rasa malunya.


"Theo dari dapur, menemani aunty Mey membuat sarapan. Aunt Alexa, kenapa membungkus diri seperti kepompong?" tanya Theo polos. Memang Alexa terlihat bagaikan ulat yang terbungkus.


"Em, i–itu--" Alexa tidak meneruskan kalimat jawabannya karena Bagas telah menggendong Theo keluar kamar.

__ADS_1


"Daddy! Kenapa menggendong Theo keluar kamar!" marah sang bocah sok tau ini.


"Hush, kamu ini. Aunty itu malu. Karena mengenakan pakaian tidur yang minim. Makanya di tutup dengan selimut. Dan, tadi itu aunty hampir jatuh. Untung keburu Daddy tangkap, kalau tidak sudah benjol kepalanya terkena pintu," jelas Bagas terus terang. Sebab, jika berbohong justru akan terus membuatnya berdusta tak berkesudahan. Theo adalah si cerewet yang tidak akan menerima satu alasan begitu saja.


"Kenapa Aunty malu, bukankah Mommy Yukia sering mengenakan pakaian seperti itu ketika di rumah. Tapi, Mommy tidak malu?" cecar Theo begitu kritis.


Bagas mendudukkan putranya sebelum ia menjelaskan lebih lanjut. " Itu karena mommy Yukia adalah istri Daddy," ucap Bagas jelas.


"Jadi, karena itu ... Daddy tidak bisa mencium aunty Alexa?" tanya Theo lagi.


"Iya sayang. Daddy harus dapat menghormati wanita yang bukan milik Daddy. Begitu pun dengan kau nanti. Jangan sembarangan menyentuh wanita, kalau kau belum menempatkannya di atas janji suci," jelas Bagas. Ia memang membiasakan berbicara dengan cara dewasa terhadap Theo. Tak ada satu hal pun yang ia tutupi. Termasuk keadaan Yukia. Semua karena Bagas tau, bahwa Theo memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari usianya. Putranya itu mampu menerima informasi dan juga menganalisa penjelasan.


"Anak sok tau!" Bagas mencubit gemas kedua pipi Theo. "Menikahi wanita, tidaklah semudah itu, jagoan!" jelas Bagas.


"Kenapa? Aunty kan cantik. Daddy tampan dan kaya. Lalu apa lagi yang kurang? Aku pun menyayanginya. Aunty juga menyayangi ku, jadi kenapa tidak bisa Dad?" cecar Theo yang justru membuat Bagas merasakan sakit pada kepalanya secara tiba-tiba.


"Bagaimana menjelaskannya." Bagas bergumam seraya menggaruk kasar rambutnya.

__ADS_1


"Jelaskan Daddy, cepat!" pinta Theo yang ternyata mendengar keluhan dari Bagas.


"Itu karena, aunty Alexa tidak mencintai Daddy. Aunty cantik hanya menyayangi Theo," jelas Bagas terdengar mengenaskan.


"Ck, begitu saja kok sedih sih, Dad! Yours so looser!" ejek Theo pada Bagas.


"Hei, jagoan! Apa maksud mu mengatakan bahwa Daddy adalah pecundang? Ayo Katakan!" Bagas melempar Theo ke atas sofa dan menggelitik pinggang serta leher bocah imut itu.


"Hahaha! Geli, Dad!"


"Let me go!" teriak Theo berharap sang Daddy menyudahi hukumannya.


"Katakan dulu, baru Daddy lepaskan!" ancam Bagas yang masih saja terus menciumi perut Theo-nya. Hingga bocah itu semakin tergelak.


Tengok novel baru otor juga ya gais!


__ADS_1


...Tararengkiyu...


...Bersambung...


__ADS_2