
🏹🏹🏹🏹🏹
"Terimakasih, Li–Lian, maksudku Kak Lian." Mey-Mey tergagap karena gugup, kala ia tau bahwa pria yang dibentaknya di telepon adalah anggota boyband terkenal. Bahkan ia adalah salah satu fans berat. Ingin rasanya Mey-Mey berteriak dan memeluknya Lian Feng. Namun, situasi dan kondisi saat ini tidaklah pantas untuk menunjukkan euphoria tersebut.
"Santai saja, Mey. Alexa pernah menyelamatkan nyawaku. Jadi, ini adalah sebagai balas budiku padanya. Kau masuk sana temani Alexa. Dia pasti sedang terguncang saat ini. Besok aku akan membawakan psikiater untuk mendampinginya," tutur Lian panjang lebar. Tak disangka publik figure yang terlihat cool di layar kaca, ternyata cerewet dan perhatian.
"Ba–baik Kak. Terimakasih atas bantuannya." Sekali lagi Mey-Mey membungkukkan tubuhnya sebagai ucapan terimakasih.
" Hei, tidak perlu sungkan Begini!" Lian Feng segera meraih bahu Mey-Mey agar gadis itu tegak kembali.
__ADS_1
"Jika kalian perlu bantuan, hubungi saja aku. Tidak perlu sungkan," pesan Lian Feng dengan senyum kharismatiknya. Meninggalkan kesan yang begitu membekas di sudut hati Mey-Mey.
"Baik, aku akan menghubungimu lagi Kak. Em ... boleh tidak jika aku berteman denganmu juga?" tanya Mey-Mey mencoba memberanikan dirinya, meski ia harus merasakan keram di kedua pipi setelah mengatakan hal itu pada Lian.
"Tentu saja boleh. Kau kan sahabat Alexa, tentu saja kau kawanku juga." Lian Feng tertawa renyah menanggapi pertanyaan konyol dari gadis imut di hadapannya ini. Sepertinya mereka serumpun. Karena mata keduanya memang agak sipit dan panjang. Kulit juga seputih susu. Hanya saja postur Mey-Mey termasuk mungil. Dengan rambut lurus yang jatuh di bahunya.
"Baiklah. Aku pulang, aku akan mengirim orang untuk mengantarkan makanan." Setelah mengatakan kalimat terakhir, Lian Feng pun pamit undur diri.
"Huaaa ... sudut hatiku berkedut tak karuan. Mimpi apa aku semalam. Kak Lian, aku telah lama memuja mu. Tak kusangka dapat melihat mu di depan wajahku dan bahkan berbicara banyak." Mey-Mey menepuk kedua pipinya yang bersemu kemerahan. Rasanya hatinya sangatlah hangat.
__ADS_1
Gadis berwajah oriental khas asia ini pun segera masuk ke kamar Alexa. " Ternyata Alexa masih tidur. Dia pasti sangat syok. Dasar Leo gila! Ingin rasanya aku mencincang tangan-tangan mu itu. Dasar adik tiri yang tidak tau terima kasih. Kalau bukan karena kerja keras Alexa, kau tidak akan bisa melanjutkan sekolah. Bahkan, sampai kau menjadi pelatih beladiri karate. Itu semua berkat kakakmu. Dasar pria bodoh! Hah, aku sangat kesal padanya," rutuk Mey-Mey.
Ia tak habis pikir, akan apa yang ada didalam kepala Leo. Kenapa seorang adik bisa melakukan tindakan asusila terhadap kakaknya sendiri. Meskipun keduanya bukanlah saudara kandung, akan tetapi mereka telah bersama sejak kecil. Bahkan, Alexa mengorbankan kuliahnya demi menyekolahkan adik tiri laknat itu.
"Alexa, aku sangat sedih melihat nasib mu seperti ini. Lama Tidak bertemu denganmu semenjak kau di penjara karena kasus menumpahkan kopi kala itu. Aku tidak tau bagaimana kau bisa terbebas dari tuntutan yang berjumlah sangat fantastis itu. Kau, tau-tau bekerja sebagai sekretaris di perusahaan yang menuntut mu. Apa pria tua itu telah memperbudak mu? Dengan cara membeli jiwamu, Alexa? Aku sangat berharap kau mau berbagi cerita dengan ku nanti," gumam Mey-Mey. Tanpa sadar wajahnya telah basah bersimbah air mata.
Tak lama kemudian, saat Mey-Mey menyusun makanan di atas meja. Karena baru saja orang suruhan Lian Feng mengirimkannya. Ia mendengar teriakkan dari dalam kamar.
"Aaarrrkkkk...!" Setelah berteriak dan melempar barang di atas meja rias. Alexa menjatuhkan lemas tubuhnya ke atas lantai. Ia pun menangis tersedu meratapi nasibnya.
__ADS_1
Bersambung.