
🏹🏹🏹🏹🏹
"Alexa! Kau tidak apa-apa?" Mey-Mey segera memapah Alexa dan kembali membawanya ke atas tempat tidur. Kemudian menyodorkan segelas air putih pada Alexa.
"Tenangkan dirimu ya. Jangan seperti itu. Kau adalah Alexa yang kuat selama ku kenal. Berbagilah denganku agar masalah mu lebih ringan. Kau bisa mempercayai aku, Alexa. Selama nya. Seperti aku yang selalu mempercayai mu. Bahwa apa yang terlihat dan terdengar tidak seperti pada kenyataannya. Kau adalah kakak, dan kawan yang baik. Jangan terlalu keras pada diri mu, ku mohon," ucap Mey-Mey lirih. Ia sungguh tak kuasa melihat sahabatnya yang tegar menjadi serapuh ini.
"Kenapa semuanya menjadi seperti ini Mey? Kenapa takdir menyudutkan ku seperti ini. Aku telah rela mengorbankan segalanya--" Alexa tak dapat meneruskan kata-katanya, ia membekap mulut menahan jeritan hatinya.
"Katakan semua yang ingin kau ungkap padaku. Jangan kau pendam sendiri, nanti kau sakit Alexa." Mey-Mey menarik raga rapuh itu kedalam pelukannya. Mengusap bahu bergetar itu perlahan. Memberi kekuatan melalui usapan dan kata-kata yang menenangkan. Itulah sahabat yang sebenarnya, ia akan ada dan peduli padamu di saat kau terpuruk bukan di kala kau berjaya.
__ADS_1
"Tidak usah cerita sekarang. Kumpulkan tenagamu dulu. Lebih baik kita makan, karena Lian Feng telah mengantarkan makanan lezat untuk kita," ucap Mey-Mey berusaha menampilkan wajah cerianya. Meskipun sudut hatinya sangatlah sakit. Melihat bagaimana kehancuran sahabatnya ini.
Ketika makan, Alexa hanya menyuap sesekali. Ia hanya memutar-mutar garpunya di atas makanan. Pandangannya menerawang entah kemana. Dengan air mata yang sesekali jatuh mengalir di pipinya. Mey-Mey pun ikut sesak melihat keadaan Alexa yang seperti ini.
" Aku ... tidak menyangka, jika Leo dapat berbuat sejahat itu padaku." Alexa menunduk dan kembali terisak. Mey-Mey segera menghampirinya. Lalu mengusap punggung demi menenangkan sahabatnya itu.
"Makanlah dulu, agar kau punya tenaga untuk menyumpahi anak itu. Jangan menyiksa dirimu lagi, ku mohon. Aku tidak sanggup melihatmu begini." Akhirnya Mey-Mey tak kuat juga, ia pun ikut menangis bersama Alexa.
"Leo harus mengetahui semua ini, Lex. Dia harus bersujud mencium kakimu! Bocah kurang ajar itu seharusnya menyembahmu, bukan menyakitimu seperti ini!" pekik Mey-Mey penuh emosi.
__ADS_1
" Jadi, apa yang sebenarnya telah di perbuat pria tua itu padamu Lex. Kenapa kau mengatakan jika kau adalah seorang wanita jalaang?" tanya Mey-Mey heran. Ia telah berspekulasi macam-macam didalam pikiran nya. Apakah Alexa dijual kepada pria hidung belang atau justru pria tua itu yang telah merenggutnya dari Alexa.
Alexa bangun dengan tertatih, ia membuka laci uang yang di kunci. Lalu mengambil berkas perjanjiannya dengan Anggara. Alexa menyerahkan berkas kontrak perjanjian itu ke atas pangkuan Mey-Mey. Membuat sang sahabat membelalakkan kedua matanya saat ia membaca isi dari surat perjanjian itu.
" Tidak! Oh, Alexa ...!" Mey-Mey pun membekap mulutnya, dan sontak menatap Alexa dengan linangan air mata.
"Sayangku ... kenapa semua menjadi seperti ini." Mey-Mey kembali menarik raga Alexa untuk memberikan kekuatan melalui dekapannya. Hanya ini yang bisa ia lakukan, selain ikut menangis tentunya.
' Aku sudah merekam semua perkataan mu Lex. Aku akan menemui Leo dan membuat anak itu menyesali semua tindakannya padamu. Jika bisa, aku juga ingin mematahkan jari-jarinya yang telah menggerayangi tubuhmu.' Batin Mey-Mey, dengan segala rencananya.
__ADS_1
Dialah yang paling tau bagaimana pengorbanan serta rasa sayang Alexa terhadap Leo. Hanya saja adik tiri tak berakhlak itu justru salah menafsirkan semuanya. Seperti, sifat bejatnya dan temperamen tinggi itu menurun dari papinya.
Bersambung.