Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 71. Mencurigai Seseorang


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Masuk dulu, Mom. Aku kenalin sama Alexa. Nanti, biar Mommy yang nilai sendiri," ucap Azriel semakin membuat Sofie bingung. Mereka berdua pun masuk kedalam kamar. Melihat siapa yang datang, sepasang mata indah Alexa seketika berbinar.


"Kak, Az!" seru Alexa senang. Sejak siuman ia memang terus memanggil nama Bagas. Namun, setelah tau siapa yang telah mendonorkan darah padanya, Alexa begitu bersyukur. Entah, susah berapa banyak ia berhutang budi pada pria baik ini. Masih pantaskah, Alexa menolak cinta yang di berikan Azriel padanya? Seketika itu, ia memutuskan untuk mencoba membuka lembaran baru hidupnya bersama dengan malaikat penolongnya ini.


"Bagaimana keadaan mu, Lex?" tanya Azriel canggung. Tak ada lagi panggilan sayang atau sekedar godaan. Keadaan saat ini telah berbeda setelah kenyataan itu terkuak satu persatu. Azriel, sekuat tenaga menghempas rasa yang baru tumbuh itu agar tidak semakin besar dan bercabang. Untung saja, ia mengetahuinya lebih awal. Untung saja, Alexa selalu menolak lamarannya. Entah, bagaimana jadinya jika Alexa mengiyakan ajakannya untuk menikah.


"Sangat, baik, Kak. Semua berkat pertolongan mu. Entah, apa jadinya aku dan anak ini jika--"


"Ssstt! Susah, jangan terlalu banyak berandai-andai. Bukankah kau dan calon bayi mungil mu itu baik-baik saja sekarang. Tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Semua telah di atur sedemikian rupa oleh sang takdir. Bahkan, hubungan kita ke depan. Aku dan kau, tidak akan bisa menolaknya," ucap Azriel ambigu. Membuat Alexa dan juga Mey-Mey mengerutkan kening mereka.


Alexa sekejap melirik lalu tersenyum pada wanita paruh baya yang masih tampak cantik dan anggun di sebelah Azriel. Begitupun, Sofie. Setelah sempat terperangah sekejap ia pun membalas senyum dari Alexa. Sofie mencoba, menyatukan potongan puzzle yang seketika berseliweran di otaknya.

__ADS_1


Mencoba, menahan gemuruh di dalam dadanya tatkala melihat dan menemukan kenyataan bahwa warna bola mata Alexa sangat mirip dengan pengasuh Azriel dulu. Ingin sekali, Sofie bertanya langsung. Akan tetapi, sang putra mencoba menahan keinginannya dengan sentuhan lembut pada bahu.


"Kenalkan, wanita yang cantik ini adalah sosok yang telah melahirkan ku ke dunia. Salah satu wanita paling cantik yang ku kenal seumur hidup. Maaf, Lex, kau tercantik yang kedua. Tidak apa-apa kan?" goda Azriel yang mana hal itu berhasil membuat dua pipi merona bersamaan.


"Halo, Nyonya. Salam kenal, aku Alexandria. Ini Mey-Mey, sahabatku dan ini keponakan kami, Theo." Alexa memperkenalkan semuanya pada Sofie.


"Salam kenal, panggil saja Mommy seperti Azriel," sahut Sofie ramah. Meski sudut hatinya merasa nyeri, akan tetapi ia tak ingin menunjukkan sikap tak baik. Sebelum semua fakta benar-benar terungkap. "Kalau boleh tau, sudah berapa bulan?" tanya Sofie sambil melirik ke arah perut Alexa. Ia cukup lega ketika Azriel tadi memanggil dengan sebutan bayimu. Bukan bayi kita. Itu artinya, mereka tidak memiliki hubungan sejauh yang ia pikirkan.


"Aih, itu tidak masalah. Bukankah, sudah kewajiban kita untuk menolong sesama. Mungkin, suatu saat nanti. Azriel, akan membutuhkan bantuan darimu juga," ucap Sofie bijak penuh kelembutan.


Selang beberapa waktu kemudian, setelah ia puas berbincang dengan Alexa. Sofie, pamit pulang. Alexa juga masih butuh banyak istirahat. Sofie berjanji akan terus mengunjungi Alexa sampai keadaannya membaik. Alexa sangat senang, mendapat perhatian dari wanita yang berkepribadian hangat seperti Sofie. Ia, seperti melihat sosok sang bunda yang sangat menyayanginya.


"Matanya sangat mirip dengan, Ivanna. Kepribadiannya juga sopan dan teratur. Hanya, Ivanna yang mampu mendidik seperti itu. Kau ini juga, Mommy akui adalah hasil didikan Ivanna. Setiap hal dan kebiasaan yang Ivanna ajarkan serta terapkan padamu, selalu melekat hingga saat ini," ucap Sofie sambil menerawang.

__ADS_1


"Sebab itulah, Riel selalu selalu merindukan aunty Ivanna. Semenjak, Riel bertemu Alexa pertama kali. Sosok aunty Ivanna lah yang pertama kali terbayang. Sejak saat itulah, Riel penasaran. Hingga, perasaan itu berujung menjadi sayang dan ingin selalu melindungi. Riel, sudah beberapa kali melamarnya, Mom," tutur Azriel, jujur.


"Apa, Riel! Kau, melamarnya! Lalu?" cecar Sofie kaget bukan kepalang. Bagaimana ceritanya jika Alexa menerima lamaran sang putra.


"Iya, Mom. Azriel sangat kagum dan begitu terpesona padanya. Selalu ingin melindungi dan menetapkan bahwa Alexa adalah milik Riel selamanya. Riel, juga ingin memastikan bahwa hidupnya terjamin. Karena, itu ... Riel beberapa kali menawarkan diri untuk menjadi ayah dari bayi yang ia kandung saat ini." Azriel menceritakan semua yang ia tau pada sang Mommy. Memang, sejak kecil, Azriel selalu bersikap terbuka pada Sofie maupun Ivanna, pengasuhnya.


"Apa dia di perkosa? Atau?" selidik Sofie.


"Entahlah, Mom. Riel, tidak pernah mengulik kisah awal mulanya seperti apa. Bukankah hal itu adalah privasinya? Tapi, yang Riel tau, jika bos-nya dulu memang menyukainya. Saat ini, Alexa seperti tengah menghindari pria itu. Asal, Mommy tau. Pria itu, adalah salah satu partner ku di negara Andanesia," jelas Azriel. Kedua ibu dan anak ini berbincang cukup lama dan intens disebuah cafe. Mereka memang suka menghabiskan waktu berdua seperti ini. Akan tetapi, berhubung kesibukan Azriel semakin padat, maka momen seperti ini menjadi sangat langka.


"Kita, harus menyelidiki ini, Riel. Mommy, mencurigai seseorang," ucap Sofie dengan nada suara parau.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2