
๐น๐น๐น๐น๐น
"Saya hanya bermaksud melindungi pegawai andalan perusahaan. Dasar apa yang membuat anda keberatan?" sarkas Bagas sinis. Ia mulai jengah dan gerah akan kelakuan Azriel.
Alexa hanya bisa tersenyum sungkan pada Azriel. Membiarkan apa yang Bagas lakukan karena itu telah menjadi salah tugas dari misinya.
Bagas ternyata memperkenalkan Alexa pada para pengusaha hebat lainnya. Yang pasti kebanyakan dari mereka adalah para pengusaha di usia senja. Setidaknya mereka tidak akan menggoda Alexa, begitu pikirnya.
"Wah, anda sangat berwawasan Nona. Ternyata bukan hanya cantik, anda juga sangatlah jeli pada bisnis dan juga tekhnologi digital," ucap pria berwajah chubby dengan raut wajah khas tionghoa itu. Ia adalah salah satu owner dari beberapa stasiun televisi swasta dan juga raja bisnis tekhnologi digital.
" Anda, terlalu berlebihan Tuan Herry." Alexa menundukkan kepalanya tanda hormat. Kemudian ia mengangkat kepalanya dan tersenyum ramah.
"Karir anda akan cemerlang lima tahun ke depan. Akan banyak perusahaan yang merekrut anda. Itu juga seandainya, Tuan Gustavano melepaskan aset berharga ini." Salah satu pengusaha menunjuk Alexa dengan tatapan penuh kekaguman.
"Tolong, jangan terlalu memuji saya. Di sini, saya masih dalam tahap belajar. Mohon bimbingannya." Lagi-lagi, Alexa menunduk sebagai tanda hormat dan ucapan terimakasih. Inilah salah satu nilai plus bagi Alexa. Attitude dan kesahajaannya lah yang menjadi daya tarik sendiri dari dirinya, karena di era ini sangatlah jarang attitude bagus di temui pada diri wanita yang memiliki banyak kelebihan seperti Alexa.
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ฌ๐ฉ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช ๐ฅ๐ช๐จ๐ช๐ต๐ข๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข.
๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ฏ๐ช๐ด ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฉ๐ถ๐ด๐ถ๐ด.
๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ-๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช ๐ฐ๐ฃ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฎ๐ช๐ญ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ข๐ญ ๐ช๐ฏ๐ช.
Batin Alexa, bangga pada dirinya sendiri. Setidaknya kerja kerasnya membaca buku setebal delapan centimeter ada gunanya juga.
Sementara itu, pria di sebelahnya hanya memasang senyum tipis pada setiap pengusaha yang memuji Alexa. Bukannya ia tak bangga, hanya saja hatinya merasa tak rela karena Bagas sadar ada rayuan di balik pujian. Ia juga takut jika Alexa besar kepala, lalu meninggalkan perusahaannya.
๐๐ช๐ข๐ญ!
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ธ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ญ๐ฆ๐น๐ข.
๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ช๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ณ๐ถ๐ต ๐๐ญ๐ฆ๐น๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด.
Batin, Bagas risau. Ia pun berpikir keras mencari alasan, agar dapat membawa Alexa keluar dari kerumunan pengusaha yang kebanyakan tengah puber kedua itu.
"Maaf semua, tanpa mengurangi hormat saya. Sepertinya, asisten saya sejak tadi belum mengisi lambungnya. Saya sebagai bos-nya merasa berkewajiban untuk memperhatikan pola makannya," jelas Bagas, mencari alasan untuk membubarkan diri.
"Lho, di sini saja. Biar saya panggil asisten untuk menyiapkan makan bagi Nona Alexa," ujar pengusaha terkaya yang masuk dalam jajaran dua puluh besar di negeri ini.
Alexa menoleh ke arah Bagas bermaksud meminta pendapat. Hanya melalui tatapan Bagas, Alexa bisa memahami maksud dari bos-nya itu.
__ADS_1
"Maaf sekali, Tuan Herry. Saya, tidak nyaman makan di antara orang-orang hebat seperti anda semua. Terimakasih atas pelajaran dan ilmunya, semoga kita memiliki kesempatan untuk bertemu kembali," tutur Alexa seraya membungkukkan tubuhnya.
"Ah, baiklah. Sesungguhnya kami tidak bermaksud memaksa," balas Herry dengan senyum ramahnya.
Bagas pun tak luput melakukan penghormatan kepada para pengusaha seniornya itu. Seharusnya sang Papa, Anggara Gustavano ikutan hadir. Tapi sayangnya, orang tua satu-satunya itu tengah tergila-gila dengan seorang wanita. Hingga, Anggara menghabiskan waktu di akhir pekan bersama dengan kekasih hatinya.
_______
"Rupanya ada senang karena banjir pujian," sindir Bagas. Membuat Alexa menarik gelas yang tengah di genggam bos-nya itu.
"Sudah cukup, Tuan. Anda sudah mulai mabuk." Alexa menyingkirkan botol alkohol itu dari jangkauan Bagas.
"Kenapa? Apa kau tidak suka bau mulutku?" tanya Bagas ambigu.
"Mendekatlah Alexa!" pinta Bagas pada asisten cantiknya itu.
๐๐ข๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข?
Benar saja. Ternyata kekhawatiran Alexa menjadi kenyataan sebelum ia membungkam kata batinnya. Karena, bibir seksinya kembali di bungkam oleh Bagas.
"Hentikan! Anda sudah kelewat batas, Tuan Gustavano!" pekik Alexa setelah ia melepas paksa pagutan dari bos-nya itu.
"Sudah hentikan!" Alexa menyambar gelas minuman yang kembali menempel pada bibir bos-nya itu.
๐๐ข๐ช๐ฉ๐ฉ, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข-๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ต ๐ช๐ฏ๐ช.
Decak kesal Alexa dalam hatinya.
"Kurang ajar kau! Beraninya kau mempermainkan perasaanku!" hardik Bagas, sepertinya ia kembali salah sasaran kerena mabuk.
"Haiihh, mabuk lah tu." Alexa berdecak ketika tangannya dihempaskan keras oleh Bagas.
๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ ๐ฏ๐ช๐ฉ.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช.
Alexa yang menemani Bagas minum di salah satu ruang VVIP sebuah klab. Merasakan bahwa dirinya kembali terancam, karena tatapan Bagas begitu nyalang pada tubuhnya.
Alexa pun membawa Bagas ke apartemennya. Setidaknya ia harus memanfaatkan momen ini untuk membuat bukti perselingkuhan Bagas dengan dirinya. Agar nanti Yukia semakin gerah.
__ADS_1
Bagas yang setengah sadar diam saja, kala Alexa membuka atasannya. Lalu gadis itu mengambil foto kebersamaan keduanya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ช๐ซ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช?
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.
Alexa hendak turun dari tempat tidur, akan tetapi sebuah tangan dan teriakan menghentikan niatnya itu.
"Mau kemana kau !" Bagas berteriak seraya menarik tangan Alexa hingga tubuh gadis itu terjatuh ke sofa bed. Segera ia mengungkung dengan raga tegapnya. Mabuk alkohol membuat mata dan hatinya buta. Tenaga Bagas pun menjadi teramat kuat lantaran mabuk dan emosi.
"Aโanda masih sadar?!" kaget Alexa. Ia pikir Bagas terlalu mabuk dan pingsan
"Tentu saja aku sadar. Jika kau tengah memanfaatkan diriku. Juga, agar dapat menikmati tubuhku ini!" ucap Bagas dengan suara seraknya. Kedua matanya semakin berkabut lantaran hasrat membuncah.
Alexa segera menyilangkan tangan menutupi dadanya. Ia tak menyangka jika Bagas akan melihat dirinya dalam keadaan hampir telanjang seperti ini.
"Tuan, apa yang anda pikirkan itu tidaklah benar! Anda salah paham!" jelas Alexa setengah berteriak lantaran panik. Namun, Bagas yang masih dalam pengaruh Alkohol tentu tidak dapat mencerna penjelasan darinya.
"Bantu aku melepas amarah ini. Aku menyukai mu Alexa." Bagas telah memajukan wajahnya dan merampas bibir ranum Alexa. Seketika tubuh Alexa yang berada di bawah kungkungan Bagas gemetar.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ!
๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ถ๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช.
Alexa terus berupaya menahan ciuman Bagas yang mulai turun ke dadanya. Karena Alexa hanya mengenakan piyama tidur dengan tali spaghetti.
"Hentikan, Tuan! Apa yang anda lakukan ini sudah kelewatan!" jerit Alexa berusaha mendorong, akan tetapi Bagas menahan kedua tangannya.
"Jangan munafik! Bukankah kau ingin aku terjerumus pesona mu? Maka, terimalah. Aku yang sudah tenggelam ke dalamnya." Pengaruh alkohol telah menutup pikiran sehat seorang Bagas. Ditambah kekecewaan dan emosi yang tertahan selama beberapa hari ini.
๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ ๐ถ๐ฌ๐ช๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ข๐ฏ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ถ, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข.
Batin Bagas buta karena amarah dan dendam pada istrinya. Tanpa ia sadari bahwa kini dirinya tengah melukai seseorang.
"Tidakk ....!" jerit Alexa, ketika sesuatu yang paling berharga dalam dirinya koyak di kamarnya sendiri.
__ADS_1
Bersambung>>>>