Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO Bab 46. Apa Itu Yang Keras!


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


"Emh, apa sih ini? Guling kok keras gini sih? Kotak-kotak," Alexa terus bergumam sambil meraba dengan mata yang setengah terbuka. Nampaknya ia masih sangat mengantuk, akan tetapi tidurnya terganggu dengan sesuatu yang berat menimpa betisnya.


"Mey ..." panggil Alexa pelan, sambil menggoyangkan tubuh di sebelahnya. Ia sama sekali belum menengok siapa makhluk yang kini tengah menindih sebelah kakinya hingga kesemutan.


"Mey, berat banget sih! Sana ah!" Alexa dalam kantuknya mencoba memindahkan kaki tersebut dengan sekuat tenaga.


BRUGH!


Kaki yang berat itu berhasil berpindah tempat, namun sebuah tangan besar mendarat dengan sempurna di atas dada Alexa.


PLUK!

__ADS_1


"Mey-Mey!" Alexa yang kaget pun langsung meneriaki nama sahabatnya itu dengan lantang. Kedua mata besarnya seketika membola tatkala ia mengenali tangan besar siapa yang kini tengah menangkup gunung kembarnya. Kebetulan, baju tidur Alexa agak melorot ke bawah. Dan, tak lama kemudian ...


"Aaaa ...!" Alexa berteriak dengan kencang, ketika pandangannya menangkap sosok pria tampan yang ingin segera dihindarinya. Sontak, Alexa pun menyimpangkan kedua tangan di depan dadanya. Demi menutupi apa yang sedikit menyembul itu.


Bagas yang juga kaget lantaran mendengar teriakan yang sejatinya lebih kencang diri Theo itu, lantas terbangun dan beringsut mundur. "Ma–maaf, Lex. A–aku--" Bagas tidak mampu meneruskan ucapannya, ia lebih memilih mencari sosok kecil menggemaskan yang tengah malam tadi memaksanya untuk tidur sekamar bertiga. Siapa lagi kalau bukan putranya, si Theo.


'Hah, mana anak itu? Alexa ... pasti akan mengira bahwa ...' batin Bagas. Ia pun meringis kala menyadari bahwa posisinya saat ini tidak aman.


BRUKK!


"Aww!" Bokongnya mendarat dengan sempurna di atas lantai kayu apartemen tersebut. Jika di kamar Alexa lantainya beralaskan karpet tebal berbulu. Jadi, kalau jatuh tidak akan sesakit ini. Di tambah malu juga, yang membuat Bagas ingin segera membenamkan wajahnya di antara tumpukan bantal.


'Memalukan! Semua ini akibat ulah Theo!' batin Bagas, malu. Sangat ... sangat malu. Ia bahkan tak mampu menatap wajah Alexa yang saat ini berwarna merah padam lantaran kesal bercampur malu.

__ADS_1


'Apa-apaan sih, Bagas ini. Apa maksudnya ia tidur di sebelahku. Bukannya menemani Theo. Apa yang sebenarnya ada di pikiran pria ini? Kemana pula Mey-Mey pergi?' batin Alexa gusar. Pikiran dan juga hatinya semakin yakin bahwa, Bagas hanya ingin memanfaatkannya.


"Ternyata kalian para laki-laki memang sama! Hanya bisa memanfaatkan kebaikan hati perempuan!" Alexa mengeluarkan uneg-uneg yang tiba-tiba terbersit dalam pikirannya. Ia, seketika mengingat bagaimana ayah Leo memanfaatkan ibunya kala itu. Ibunya yang baik, tak bisa marah sekejam apapun perlakuan pria itu padanya. Bahkan ia merawat Leo dengan kasih sayang. Menurut sang Ibu, tidak baik melimpahkan kesalahan dari orang tua kepada anaknya. Setiap anak itu suci tanpa dosa. Karena didikan ibunya itulah, Alexa mampu menyayangi Leo seperti adik kandungnya sendiri. Tapi lihatlah, ternyata ... sebaik apapun mendidik anak penjahat maka hasil dari bibir yang jelek pastinya akan menjadi jelek juga.


"Maaf, Lex. Semalam ... aku ... Theo--"


"Kau bahkan meninggalkan Theo!" potong Alexa bertambah marah. Bagas yang seketika berdiri, entah kenapa tak mampu mengeluarkan kata bantahan. Sorot mata Alexa begitu menyeramkan. Bagas yang merasa bersalah, pasrah saja di amuk bidadari pagi yang parasnya natural alami.


'Haih, kenapa wajahnya seimut itu sih kalau batu bangun tidur?' batin Bagas, tanpa sadar memuji.


Eh Bagas, emangnya otor! Yang kalo bangun muka bantalnya kek bantal kapuk yang gak pernah di jemur. KAKU!


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2