
๐น๐น๐น๐น๐น
Leo tengah merencanakan sesuatu dengan kawan satu geng-nya itu. Ia ternyata geram sekaligus marah hingga dendam kini mengotori hatinya.
Niatnya yang hanya ingin membalas perbuatan para security. Justru membuatnya melihat pemandangan yang semakin membakar cemburu terlarang di hatinya.
Kala itu, malam hari Leo kembali mendatangi kantor tempat Alexa bekerja dengan kawan-kawan seperguruannya. Ketika di ruang parkir Leo mendapati Alexa yang berada dalam dekapan seorang pria.
Semua terlihat jelas baginya, karena pria itu adalah tokoh dalam vidio viral yang mengkaitkan Alexa di sana.
"Kau sungguh keterlaluan kak. Aku akan mengambil mu dengan cara apapun dari tangan pria itu!" Leo mencengkeram kaleng minuman yang di genggamnya hingga tak berbentuk lagi.
______
Alexa yang mendapat gunjingan di kantor. Lama kelamaan hal tersebut membuat telinganya berdengung sehingga mengganggu suasana hatinya saat bekerja. Hingga, kini Alexa memutuskan untuk mulai membalas perbuatan orang-orang itu padanya.
"Kenapa kalian membatalkan kerja sama dengan perusahaan kami? Apa hanya karena sebuah postingan vidio yang bisa saja di rekayasa?" cecar Alexa ketika dirinya berada di ruang rapat dengan para investor.
"Mutu perusahaan kami tidak akan turun hanya karena sebuah isu skandal. Seharusnya kalian menilai kinerja kami bukan hanya sebatas isu sampah murahan!" ujar Alexa tegas membuat para dewan direksi mengendurkan dasi mereka. Alexa yang elegan dan anggun ternyata bisa menyeramkan juga jika sudah marah.
"Maaf, Pak Presdir. Saya tidak bermaksud melangkahi anda. Saya telah gerah karena beberapa hari ini tersudutkan oleh isu yang secara sengaja ingin mencemarkan nama baik saya." Entah dapat keberanian dari mana hingga Alexa mampu membela dirinya seberani itu. Ia sangat kesal karena Anggara sama sekali tidak membantunya.
Beberapa saat kemudian, setelah meeting di bubarkan oleh Bagas. Ia mengejar Alexa kedalam ruangannya.
"Alexa!" Bagas menarik kencang lengan asistennya itu hingga Alexa berbalik dan menubruk dirinya.
"Apa yang anda lakukan? Anda sengaja, agar rumor itu benar di mata orang!" pekik Alexa seraya menahan dengan kedua telapak tangannya.
Ia bahkan masih ingat perdebatannya ketika di area parkir. Hingga berakhir Alexa yang hampir tergelincir. Adegan tak di sengaja itu, menciptakan posisi yang memungkinkan para netizen semakin mempercayai apa yang mereka yakini dari postingan vidio tersebut.
"Kenapa kau bisa setegas itu dengan para investor? Apa kau tidak takut jika mereka sungguh menarik saham dari perusahaan ini?" tanya Bagas seraya menatap tajam wajah jelita di hadapannya ini. Jika di bandingkan dengan Yukia, Alexa memang lebih segalanya. Bahkan, Alexa mampu membuat para investor bungkam dengan kharismanya. Bagaimana mungkin jika Bagas masih bertahan dengan prinsipnya? Sementara istri yang di bela seakan tak takut kehilangan dirinya.
"Seharusnya anda tidak perlu bertanya lagi. Perusahaan kita tidak butuh mereka, akan tetapi sebaliknya. Berpikirlah cerdas Tuan." Alexa sekali lagi mampu membuat para pria petinggi itu bungkam tak kebagian kosakata. Bagas yang fokusnya telah berpindah, hanya bisa menelan ludahnya kasat. Tatkala bibir penuh Alexa yang merona itu nampak bergerak lucu di matanya.
๐๐ข๐ข๐ฉ ...
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ค๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ง๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ช๐ฃ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฐ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช?
๐๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ.
__ADS_1
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐จ๐ฐ๐บ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช.
๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข, ๐๐ญ๐ฆ๐น๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ถ๐จ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ.
Batin Bagas dengan sisa-sisa akal sehatnya. Karena kejadian ini justru semakin mengingatkannya pada momentum itu.
"Sial, sepertinya minumanku salah sasaran! Bagaimana bisa, justru Tuan Bagas yang meminumnya? Tapi, tidak buruk juga. Setidaknya, nama Alexa sudah tercoreng sejagad raya. Rencana ku tidak berakhir buruk juga." OB yang berencana mengerjai Alexa demi balas dendamnya tengah tergelak di dalam ruang rapat yang tengah ia bersihkan. Tanpa ia sadari, Virni tengah berada di depan pintu yang tidak menutup rapat itu.
๐๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ต๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช.
๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐๐๐๐ ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ท๐ช๐ด๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ.
Virni pun berlalu perlahan, dengan senyum penuh arti.
_______
"Postingan apa ini! Siapa yang menyebarkan ini? Tidak, bagaimana jika Bagas mengetahuinya!" Yukia terlihat panik. Ketika ia membuka Vidio di laman media sosialnya. Postingan pembalasan dengan membongkar kehidupan bebasnya di luar negeri. Juga bagaimana Yukia menelantarkan Theo, putra semata wayangnya.
"Siapa yang membela wanita penggoda itu? Kenapa ada vidio balasan seperti ini?" Yukia meremas rambutnya khawatir.
Sayangnya kali ini ia tengah sibuk pemotretan untuk majalah internasional. Sehingga ia tak ada waktu untuk menelusuri akun pengunggah vidio balasan tersebut.
______
"Kenapa anda justru mengirim vidio balasan. Kenapa tidak menghapus Vidio unggahan Yukia dengan kuasa dan uang yang anda miliki!" sarkas Alexa geram dengan permainan kuno dari Anggara.
"Kau sebaiknya ikuti saja permainanku. Ini adalah waktu yang tepat untuk membuat Bagas membuka mata dan juga pikirannya. Kenapa aku harus menjaga nama baikmu. Tercoreng atau tidak itulah resiko dari misi ini. Karena, ketika Yukia meninggalkan putraku. Tak akan kubiarkan juga kau menggantikan posisi Yukia. Setelah misi berhasil, sebaiknya kau pergi sejauh mungkin." Anggara berbicara santai,akan tetapi isi kalimatnya mampu membuat siapapun yang mendengarnya mendadak sesak napas.
"Anda sangat kejam, Tuan. Kenapa sepertinya, anda terlalu mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Asal anda tau saja, meskipun itu adalah rumah tangga anak, tidak dibenarkan seluruhnya bahwa apa yang anda lakukan adalah perbuatan terpuji!" Sarkas Alexa berani. Karena posisinya aman dan tak mungkin Anggara membatalkan kontrak perjanjian keduanya.
"Apapun yang kulakukan bukan urusanmu, Alexa." Anggara mencengkeram kedua pipi Alexa dengan satu telapak tangannya. Kemudian menghempas raga Alexa ke atas sofa.
"Jalani saja peranku. Satu hal yang pasti, aku tidak akan membuatmu sampai terbunuh. Jika hanya nama baikmu yang tercemar, kurasa itu bukan masalah besar," ucap Anggara enteng. Ia pun berlalu meninggalkan Alexa yang tengah merasakan dadanya naik turun lantaran emosi.
Ajudan Anggara membanting pintu apartemen ketika mereka semua telah keluar. Membuat lamunan singkat Alexa buyar saat itu juga.
________
"Kenapa kau memposting balasan tanpa sepengetahuanku, Alexa?!" hardik Bagas ketika mereka berada di dalam mobil.
"Alexa sedikit terkesiap lantaran posisi Bagas ada di sebelahnya. Sedangkan sang driver sudah terlatih untuk terus mengemudi dan tidak kepo.
__ADS_1
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ.
Batin Alexa bingung. Hingga menjadikannya bungkam. Meski dalam hatinya ia sangat puas dari vidio pembalasan tersebut.
Vidio tersebut spontan mendulang sensasi baru. Mereka ramai- ramai menghujat Yukia. Itulah dunia maya. Dalam sekejap statusmu bisa berubah. Dari yang memancing prihatin kini mengundang sumpah serapah dan caci.
"Berhenti!" titah Bagas pada sang driver. Hingga suara ban berdecit terdengar memekik.
"Ini masih jauh dari kantor, Tuan!" heran Alexa.
"Memang sengaja. Karena itu, kau turunlah disini!'
" Aโapa!?"
Alexa benar-benar diturunkan di pinggir jalan, padahal jarak menuju kantor masih sangat jauh. Apalagi dengan jarak menuju apartemennya.
"Bos sialan! Untung saja aku bawa uang." Alexa mematahkan ujung heels-nya agar ia dapat berjalan kaki. Agak lama ia berjalan hingga menemukan seorang pria yang di kejar segerombolan wanita.
"Kyaaaa .... Lian Feng!"
"Suami halu-ku!"
Itulah pekikan yang sedikit di dengar oleh Alexa. Pria itu melewatinya dengan wajah memohon pertolongan. Terpaksa Alexa ikut berlari ke arah pergi pria tersebut.
"Jangan bersembunyi, cepat atau lambat kau akan ketahuan." Alexa menyodorkan tangannya guna menarik pria itu keluar dari semak belukar.
"Meโmereka datang lagi," ucapnya pucat. Lalu Alexa membuka blazer nya, menarik wajah Lian Feng, kemudian menutupinya dengan blazer miliknya tersebut. Alexa pun memajukan wajahnya juga sekalian. Kini mereka seperti tengah melakukan adegan berciuman di taman.
"Ayo cari lagi!"
"Pasti bersembunyi myaaa!!"
Beberapa saat kemudian.
"Terimakasih, aku Lian Feng." Pria tersebut menyodorkan telapak tangan untuk berjabat.
"Panggil saja aku Alexa." Hal serupa juga ternyata di lakukan oleh Alexa. Hingga Lian Feng begitu antusias menyambut uluran tangan dari wanita cantik yang telah menolongnya ini.
"Aku akan mengantarmu pulang. Anggap saja sebagai balas budiku padamu. Meskipun belum sepadan dengan apa yang kau lakukan." Lian Feng berucap dengan senyum hangat yang tak luput dari wajahnya.
Bersambung>>
__ADS_1