Terpaksa Menggoda Suami Orang

Terpaksa Menggoda Suami Orang
TMSO. Bab 66. Terus Mencari Alexa


__ADS_3

🏹🏹🏹🏹🏹


Azriel hanya bisa menelan keinginannya yang ingin menjadikan Alexa lebih dari ini. Tapi justru wanita muda di hadapannya ini terlihat begitu nyaman ketika memanggilnya dengan sebutan kakak. Sungguh, Azriel tak peduli bagaimana keadaan dan status Alexa sekarang. Ia hanya ingin melindunginya dan menjaga sepenuhnya. Entahlah, perasaan itu semakin lama semakin kuat. Azriel tak ingin ada sedikit pun resah dan susah di rasakan oleh Alexa. Ia akan melakukan apapun hal yang terbaik demi Alexa dan juga bayi yang ada dalam kandungannya. Perasaan sayang dan peduli itu datang begitu saja. Mengalir tanpa di komando apapun atau bahkan siapapun.


Azriel menikmati hari demi hari kebersamaan mereka. Memberi perhatian demi perhatian sesuka hatinya. Hingga, hubungan keduanya terjalin semakin dekat dan erat. Bahkan, Azriel tak rela ketika Alexa mengeluarkan air mata ketakutan. Dimana kala itu, Alexa mendapati dirinya mengeluarkan darah pada bagian pribadinya. Sejak kejadian itu, Azriel memutuskan untuk menyudahi pekerjaan Alexa di perusahaan. Meskipun ia membutuhkan skill Alexa di sana. Azriel lebih menghawatirkan keadaan Alexa dan juga calon bayi yang ada di dalam kandungan wanita kesayangannya itu.


Bahkan, Azriel mempekerjakan orang untuk merawat Alexa di apartemen. Alexa tidak mengalami mual muntah di pagi hari. Ia hanya tidak bisa terlalu lelah. Sebab, sedikit saja capek dan stress maka Alexa akan mengalami pendarahan. Mungkin, memang sudah saatnya Alexa istirahat dan di manja. Selama ini ia adalah wanita pekerja keras, yang tak pernah mementingkan dirinya sendiri.


"Lex, bisakah kau mintakan pekerjaan untukku pada tuan Azriel? Aku tidak enak jika harus menumpang hidup seperti ini," ucap Mey-Mey mengungkapkan isi hati yang telah ia pendam selama beberapa minggu ini.


"Kenapa kau harus bekerja? Kau ini kan pengasuhnya Theo. Juga yang akan mengasuh bayiku nanti. Jangan bekerja, Mey. Biar aku yang membayar mu. Tabungan ku masih cukup. Biar aku saja yang bekerja ketika kandunganku kembali kuat setelah melewati tri semester pertama ini," jelas Alexa menolak keinginan Mey-Mey yang ingin bekerja.


Mey-Mey hanya bisa menghela napasnya, ia tak mungkin melawan keinginan Alexa. Kemampuannya tak ada dibandingkan Alexa. Entah pekerjaan apa yang bisa ia dapatkan. Berbeda dengan Alexa yang memiliki skill sekretaris dan juga asisten pribadi seorang CEO. Alexa bisa mendapatkan gaji yang besar dengan kemampuannya itu.


"Tenanglah, aku tidak akan lama seperti ini. Aku, juga merasa tidak enak jika menerima fasilitas dari Azriel secara cuma-cuma. Aku tidak ingin mempunyai hutang budi padanya," terang Alexa, yang mana hal itu hanya membuat Mey-Mey diam dan mengangguk lemah.


"Aku sangat membutuhkanmu, Mey. Kehadiran mu sangat berarti untukku. Kau salah satu orang yang menguatkan ku di saat seperti ini. Kau selalu mendukung apapun jalan dan langkah yang ku ambil. Kau sangat berperan penting dalam kehidupan ku. Bahkan, Theo juga sangat membutuhkanmu. Anak itu tidak bersekolah tapi dia sudah bisa lancar membaca berkat dirimu. Jadi, jangan pernah menganggap bahwa dirimu adalah beban. Tidak, sama sekali tidak! Kau, adalah penolongku Mey," ungkap Alexa dengan kedua mata yang sudah berembun. Mematahkan semua persepsi yang mengotori pikiran dan hati Mey-Mey selama ini.


"Aah, aku terharu. Lex. Aku sangat menyayangi mu dan juga Theo." Mey-Mey menyusut air mata yang jatuh dari pelupuk matanya. Alexa pun maju menghambur untuk memeluk sahabatnya ini.

__ADS_1


"Theo, juga mau di peluk!" rajuk bocah Lima tahun yang sejak tadi ternyata memperhatikan kedua orang dewasa di hadapannya ini. Bahkan, Theo melepas pensil warna yang tengah ia gunakan untuk mewarnai gambar di atas kertas polos yang sengaja Mey-Mey sediakan.


Sehari-hari, memang Theo mendapat pelajaran berbeda-beda dari Mey-Mey. Kadang berhitung, membaca dan mewarnai seperti ini. Sehingga, Theo sudah dapat lancar membaca dan juga berhitung sampai seratus. Perkalian dan juga pembagian. Theo anak yang pintar, sehingga tidak sulit bagi Mey-Mey dalam mengajarinya.


Kebetulan, Azriel pun membelikan Theo buku cerita hingga beberapa macam jenis. Terutama, ensiklopedi tentang hewan purbakala yang tak lain adalah kelompok Dinosaurus.


"Sini sayang, tapi jangan sampai menekan perut Aunty cantik ya. Sebab, ada Dede bayinya," jelas Mey-Mey memperingati Theo. Mereka bertiga pun berpelukan.


"Apa, Dede bayinya masih lama di dalam? Kapan keluar dan bermain bersama T-Rex?" tanya Theo polos, yang mana hal itu membuat kedua Aunty nya gemas bukan main.


"Sebentar lagi, Dede akan lahir ketika Theo siap menjadi seorang kakak!" ujar Alexa. Membuat Theo manggut-manggut seakan paham maksudnya.


"Kami, menemukan informasi jika tuan Azriel saat ini berada di negara asalnya. Kami juga menemukan jejak jika ada yang melihat nona Alexa bertemu dengan tuan Azriel." Seorang pria berpakaian parlente melaporkan penemuan dari hasil penyelidikannya selama beberapa pekan. Tenyata bukan hal yang mudah menemukan fakta jika memang Alexa ikut serta Azriel ke negaranya.


"Damn it! Bagaimana bisa pria itu secara kebetulan menemukan Alexa. Sudah kuduga, jika memang sudah sejak lama ia telah mengincar Alexa. Lalu, momen ini bagaikan pucuk di cinta ulam tiba. Azriel memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, membawa serta anak dan juga wanitaku!" Bagas memukul dinding menggunakan kepalan tangannya beberapa kali.


"Tapi, maaf, Tuan. Sampai saat ini, kami belum menemukan di mana tuan Azriel menyembunyikan nona Alexa dan juga tuan muda kecil," terang sang penyelidik yang memang sangat kesulitan menemukan jejak. Azriel dengan kekuasaannya yang cukup besar tentu saja mampu menyembunyikan keberadaan Alexa apalagi dengan keadaannya yang seperti ini.


" Selidiki terus, jangan sampai kau tidak menemukannya!" ancam Bagas dengan sorot mata tajam menusuk. Meskipun setelahnya ia akan terengah-engah. Emosinya membuat dadanya sesak sendiri. Apalagi, ketika mendengar dan kemudian menelaah penjelasan dari dokter kandungan. Bagas, semakin merasa gelisah dan risau. Jika benar, maka Alexa tengah mengandung anaknya dan kesusahan di luar sana. Dia saja, merasa tersiksa dengan keadaan ini. Apalagi Alexa, pikir Bagas. Tentu saja, hal itu menambah kadar kekhawatirannya meningkat. Belum lagi, fakta yang menunjukkan bahwa orang yang menyembunyikan Alexa adalah pria yang selama ini ia curigai telah menyukai Alexa sejak pertemuan mereka kala itu.

__ADS_1


"Tuan, tenanglah. Ingat tekanan darah Anda," ucap Tony memperingati. Laki-laki muda ini telah di angkat oleh Bagas sebagai asistennya.


"Tony, katakan pada Virnie. Agar mencarikan ku, cendol dawet asli. Otakku butuh yang dingin dan manis serta gurih.


Tony paham dan mengangguk, kemudian ia memberi kode agar para tim penyidik segera keluar bersamanya.


"Tony!" Mendapat panggilan, yang di sebut namanya pun langsung berbalik.


"Iya, Tuan. Ada tambahan?" tanya Tony bersiap menerima permintaan aneh dari Bos-nya yang terkena sindrom kehamilan simpatik ini.


"Carikan juga rujak kangkung, rujak cireng, tahu gejrot, dan salad buah!" tutur Bagas mengutarakan segala jenis makanan yang kini berseliweran di otaknya. Entah, mulai kapan ia jadi suka terhadap makanan-makanan tersebut.


"Hentikan!" Sebuah teriakan dari suara tegas dan berat diiringi dengan gebrakan pada pintu.


"Bagaimana keadaanmu tidak semakin buruk jika yang kau konsumsi adalah makanan murahan dan kotor!" hardik Anggara yang entah sejak kapan mendengar percakapan antara Bagas dan Tony.


"Tolong, jangan campuri urusanku lagi, Pa!"


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2